I choose to love you (part IV- END)
Seminggu setelah pertemuan itu Minho dan Hana sudah tak
saling bertemu lagi, namun mereka masih berkomunikasi melalui SMS dan jejaring
social. Minho merasa nyaman berteman dengan Hana. Hubungan mereka juga bisa
dibilang mesra karena Minho memanggil Hana dengan sebutan “yeobo” tanpa sepengetahuan Taemin tentunya. Sedangkan hubungan Hana
dan Taemin sudah seperti tikus dan kucing yang tak pernah akrab, mereka juga
berkomunikasi melalu media handphone J
Mengenai kejadian ciuman itu, Taemin sudah memaafkan Minho,
tapi karena Minho sudah terlanjur dekat dengan Hana maka ia sudah tak
menghawatirkan kejadian itu terjadi lagi. Minho sudah menekankan pada Taemin
bahwasanya orang yang paling ia cintai adalah Taemin, mengenai hubungannya dan
Hana hanyalah sekedar teman atau mungkin kakak dan adik. Entahlah. Yang jelas
bukan hubungan special karena yang special dihati minho adalah seorang Taemin.
Tepat di hari minggu Minho dan Taemin memutuskan untuk
berkunjung ke rumah Hana, kebetulan orangtua Hana sedang pergi keluar kota dan
ia sendiriian di rumah. Tapi kali ini Minho pergi lebih dulu dari pada Taemin.
Mereka memutuskan untuk bertemu di rumah Hana saja.
“ha oppa kau sendiri mana si cantik?”
“kau ini, ingat dia itu kekasihku. Nanti juga dia datang
kami sudah janjian disini”
Akhirnya Minho dan Hana memutuskan menunggu Taemin di kamar
Hana, Hana biasa mengajak teman-temannya ke kamar karena luas kamarnya yang
sudah seperti rumah ada ruang tamu, perpustakaan, dan bahkan kamar tempat ia menyimpan
baju-bajunya, jadi tak heran kamar merupakan wilayah teritorialnya.
Mereka asyik bercaka-cakap dan bersenda gurau. Tiba-tiba
Hana kehilangan keseimbangan ketika sedang memperagakan tarian konyol yang ia
ciptakan sendiri. Ia terjatuh ke atas tubuh Minho. Mereka saling menatap untuk
beberapa detik, lagi-lagi Minho terhipnotis oleh pesona Hana. Minho membalikan
posisi hingga ia tepat berada di atas tubuh Hana. Kemudian perlahan-lahan ia
membelai rambut Hana, kemudian tangannya beralih membelai pipi Hana yang
lembut, ia begitu menikmati pemandangan didepan matanya. Hana tampak seperti
boneka bernyawa bola matanya yang besar sungguh membuat Minho terpesona.
Semakin lama wajah keduanya semakin dekat dan pada akhirnya Minho mendaratkan
ciuman hangat di bibir Hana. Beberapa detik kemudian mereka kembali ke awal,
saling memandang satu sama lain. Di detik yang sama Taemin datang dan
menyaksikan pemandangan itu. Air matanya berlinang dan tak terbendung. Akhirnya
Minho dan Hana tersadar, mereka segera menganti posisi untuk duduk namun karena
paniknya ketika mereka hendak duduk siku Minho membentur daerah sekitar mata
Hana. Minho langsung memeluk Hana erat-erat karena ia tahu itu pasti sangat
sakit.
Disisi lain Taemin tak tahan melihat kenyataan didepan
matanya ia memilih pergi meningalkan Minho dan Hana. Tapi Minho tak setega itu
ia meraih tangan Taemin dan menggenggamnya erat-erat. Pemandangan yang sangat
dramatis disisi lain Minho memeluk Hana erat-erat dan disisi lainnya ia
menggenggam tangan Taemin begitu kuat.
Hana sadar Minho bukanlah miliknya, segera ia melepaskan
pelukan Minho. Taeminpun tahu kalo ini yang harusnya terjadi Minho harusnya
bersama seorang gadis, bukan lelaki seperti dia. Kali ini hati dan otak Minho
tak sejalan ia benar-benar bimbang dan tak tahu harus bagaimana.
“hyung, aku tahu
dan aku sadar harusnya kau bersama Hana. Mulai hari ini hubungan kita cukup
sampai disini”
“tidak. Kalian harusnya tak berakhir begini. Aku yang
salah. Maafkan aku sudah merusak hubungan kalian. Aku benar-benar minta maaf”.
Sedikit demi sedikit butiran air mata menetes di pipi Hana yang lembut.
“sudah tidak ada satupun diantara kalian yang salah. Disini
aku yang bersalah aku yang menduakan kalian. Aku pantas menerima akibat dari
apa yang telahku perbuat”. Minho tak tahu harus berkata apa lagi.
Hana menyentuh dada Minho “ikuti kata hatimu oppa”.
“baiklah aku putuskan untuk memilih HANA, Taemin aku yakin
ini jalan yang terbaik. Suatu hari nanti kau akan menemukan cinta sejatimu”
ucap Minho tegas.
Taemin POV
Aku tak tahu apa yang sedang kulihat. Air mataku lagi-lagi
tumpah tanpaku sadari. Inilah yang serarusnya dilakukan Minho, berciuman dan
bermesraan dengan seorang wanita. Bukannya malah berpacaran dengan lelaki
sepertiku. Aku tahu itu, aku tahu apa yang seharusnya terjadi. Namum kenyataan
ini hanya membuatku sakit. Dan sekarang aku tahu semua yang dirasakan Minho
selama ini. Aku juga tahu Minho tak bermaksud melampiaskan kesakitanya padaku.
Aku tahu dia menyayangiku. Tapi sebesar apapun cintanya padaku sejatinya Minho hanya
akan mencintai wanita karena ia adalah lelaki normal.
“aku tahu ini akan terjadi. Maafkan aku menganggu
moment-moment indah antara kelian berdua” aku segera pergi meninggalkan Minhon
dan Hana, tapi Minho menggenggam tanganku begitu erat. “sudalah Minho lupakan
saja aku, toh jika kau bersamanya dengan sendirinya namaku lenyap dihatimu,
lepaskan aku”
“tidak, kau tak boleh pergi chagi”
“jangan panggil aku seperti itu. Kumohon lepaskan aku”
ucapku sekali lagi menegaskan.
“SUDAH. Cukup. Ini semua salahku. Kumohon tinggalkan aku. Aku tak mau kita jadi
begini. Kalian seharusnya bersatu selamanya tapi karena aku akhirnya jadi
begini.” Ucap Hana penuh emosi. Raut mukanya menggambarkan gores penyesalan dan
rasa bersalah. Tapi aku terlanjur sakit, aku putuskan untuk mengakhiri
semuanya.
“Minho, siapa yang kau pilih??” ucapku datar pada Minho.
Kali ini aku butuh penegasan dari Minho.
“baiklah aku putuskan untuk memilih HANA, Taemin aku yakin
ini jalan yang terbaik. Suatu hari nanti kau akan menemukan cinta sejatimu”
ucap Minho tegas.
Ha, aku sudah menduganya dari awal. Jadi segera kulepaskan
paksa tanganku dari genggaman Minho dan pergi meninggalkan mereka berdua. Aku
sudah menyiapkan mental dari awal. Maka dari itu aku pergi tanpa dendam dan
berharap mereka bahagia selamanya.
Taemin POV END
***
Tiga bulan kemudian
Minho masih berhubungan baik dengan Hana, mereka berada di
satu universitas yang sama sekarang. Mereka pasangan yang terkenal mesra dan
harmonis dikalangan teman-temannya. Hubungan keluarga keduanya juga sangat
harmonis. Ini adalah kali pertama Minho menjalani hubungan yang usianya lebih
dari sebulan. Mengenai Taemin, setelah tiga bulan menghilang ia kembali membawa
setangkai bunga mawar kerumah Hana dan meyerahkan bunga itu pada Hana,
“anggaplah ini tanda ucapan selamatku atas hubunganmu
dengan Minho”
“gomawo, kemana
saja kau tiga bulan ini? Kau tahu Minho sangat mengkhawatirkanmu, ia kira kau
pergi ke Namsan Tower dan bunuh diri disana” Hana selalu pandai menghangatkan
suasana.
“aku mencari cinta sejatiku”
“mana cinta sejatimu?”
“nanti kau akan tahu Hana, sebentar lagi ia akan kesini
bersama Minho”
“Minho???”
Beberapa menit setelah mereka asyik mengobrol seorang
datang dan langsung menerobos masuk ke rumah Hana tanpa permisi
“ohhh eonnie,
whoa you look so beautiful. You like a
Angel” ucap gadis cantik nan lucu itu tiba-tiba sambil memeluk Hana
“yak…aku adalah
Angel, bukan Hana. Dia adalah jelmaan Evil” potong Taemin semangat.
“ah siapa kau??” Hana heran melihat tingkah pola gadis ini.
“teganya dirimu eonnie,
bahkan kau tak mengenali calon adik iparmu sendiri. Oh satu lagi kenalkan ini
Taemin kekasihku”
“oh my god, jadi
tak lama lagy kita adalah satu keluarga??”
Cinta memang datang dan pergi seperti angin, cinta juga
datang dari hati satu ke hati lain tanpa pandang siapa yang ia singgahi.
Terkadang cinta hadir dalam keadaan yang berbeda, bahkan pada orang-orang yang
tak terduga yang akhirnya menyatukan kita dalam suatu keluarga.
THE END
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar