Pink Strawberry Taepaw World: I choose to love you (part IV-END)

Halaman

Senin, 25 Juni 2012

I choose to love you (part IV-END)

I choose to love you (part IV- END)
Seminggu setelah pertemuan itu Minho dan Hana sudah tak saling bertemu lagi, namun mereka masih berkomunikasi melalui SMS dan jejaring social. Minho merasa nyaman berteman dengan Hana. Hubungan mereka juga bisa dibilang mesra karena Minho memanggil Hana dengan sebutan “yeobo” tanpa sepengetahuan Taemin tentunya. Sedangkan hubungan Hana dan Taemin sudah seperti tikus dan kucing yang tak pernah akrab, mereka juga berkomunikasi melalu media handphone J
Mengenai kejadian ciuman itu, Taemin sudah memaafkan Minho, tapi karena Minho sudah terlanjur dekat dengan Hana maka ia sudah tak menghawatirkan kejadian itu terjadi lagi. Minho sudah menekankan pada Taemin bahwasanya orang yang paling ia cintai adalah Taemin, mengenai hubungannya dan Hana hanyalah sekedar teman atau mungkin kakak dan adik. Entahlah. Yang jelas bukan hubungan special karena yang special dihati minho adalah seorang Taemin.
Tepat di hari minggu Minho dan Taemin memutuskan untuk berkunjung ke rumah Hana, kebetulan orangtua Hana sedang pergi keluar kota dan ia sendiriian di rumah. Tapi kali ini Minho pergi lebih dulu dari pada Taemin. Mereka memutuskan untuk bertemu di rumah Hana saja.
“ha oppa kau sendiri mana si cantik?”
“kau ini, ingat dia itu kekasihku. Nanti juga dia datang kami sudah janjian disini”
Akhirnya Minho dan Hana memutuskan menunggu Taemin di kamar Hana, Hana biasa mengajak teman-temannya ke kamar karena luas kamarnya yang sudah seperti rumah ada ruang tamu, perpustakaan, dan bahkan kamar tempat ia menyimpan baju-bajunya, jadi tak heran kamar merupakan wilayah teritorialnya.
Mereka asyik bercaka-cakap dan bersenda gurau. Tiba-tiba Hana kehilangan keseimbangan ketika sedang memperagakan tarian konyol yang ia ciptakan sendiri. Ia terjatuh ke atas tubuh Minho. Mereka saling menatap untuk beberapa detik, lagi-lagi Minho terhipnotis oleh pesona Hana. Minho membalikan posisi hingga ia tepat berada di atas tubuh Hana. Kemudian perlahan-lahan ia membelai rambut Hana, kemudian tangannya beralih membelai pipi Hana yang lembut, ia begitu menikmati pemandangan didepan matanya. Hana tampak seperti boneka bernyawa bola matanya yang besar sungguh membuat Minho terpesona. Semakin lama wajah keduanya semakin dekat dan pada akhirnya Minho mendaratkan ciuman hangat di bibir Hana. Beberapa detik kemudian mereka kembali ke awal, saling memandang satu sama lain. Di detik yang sama Taemin datang dan menyaksikan pemandangan itu. Air matanya berlinang dan tak terbendung. Akhirnya Minho dan Hana tersadar, mereka segera menganti posisi untuk duduk namun karena paniknya ketika mereka hendak duduk siku Minho membentur daerah sekitar mata Hana. Minho langsung memeluk Hana erat-erat karena ia tahu itu pasti sangat sakit.
Disisi lain Taemin tak tahan melihat kenyataan didepan matanya ia memilih pergi meningalkan Minho dan Hana. Tapi Minho tak setega itu ia meraih tangan Taemin dan menggenggamnya erat-erat. Pemandangan yang sangat dramatis disisi lain Minho memeluk Hana erat-erat dan disisi lainnya ia menggenggam tangan Taemin begitu kuat.
Hana sadar Minho bukanlah miliknya, segera ia melepaskan pelukan Minho. Taeminpun tahu kalo ini yang harusnya terjadi Minho harusnya bersama seorang gadis, bukan lelaki seperti dia. Kali ini hati dan otak Minho tak sejalan ia benar-benar bimbang dan tak tahu harus bagaimana.
hyung, aku tahu dan aku sadar harusnya kau bersama Hana. Mulai hari ini hubungan kita cukup sampai disini”
“tidak. Kalian harusnya tak berakhir begini. Aku yang salah. Maafkan aku sudah merusak hubungan kalian. Aku benar-benar minta maaf”. Sedikit demi sedikit butiran air mata menetes di pipi Hana yang lembut.
“sudah tidak ada satupun diantara kalian yang salah. Disini aku yang bersalah aku yang menduakan kalian. Aku pantas menerima akibat dari apa yang telahku perbuat”. Minho tak tahu harus berkata apa lagi.
Hana menyentuh dada Minho “ikuti kata hatimu oppa”.
“baiklah aku putuskan untuk memilih HANA, Taemin aku yakin ini jalan yang terbaik. Suatu hari nanti kau akan menemukan cinta sejatimu” ucap Minho tegas.
Taemin POV
Aku tak tahu apa yang sedang kulihat. Air mataku lagi-lagi tumpah tanpaku sadari. Inilah yang serarusnya dilakukan Minho, berciuman dan bermesraan dengan seorang wanita. Bukannya malah berpacaran dengan lelaki sepertiku. Aku tahu itu, aku tahu apa yang seharusnya terjadi. Namum kenyataan ini hanya membuatku sakit. Dan sekarang aku tahu semua yang dirasakan Minho selama ini. Aku juga tahu Minho tak bermaksud melampiaskan kesakitanya padaku. Aku tahu dia menyayangiku. Tapi sebesar apapun cintanya padaku sejatinya Minho hanya akan mencintai wanita karena ia adalah lelaki normal.
“aku tahu ini akan terjadi. Maafkan aku menganggu moment-moment indah antara kelian berdua” aku segera pergi meninggalkan Minhon dan Hana, tapi Minho menggenggam tanganku begitu erat. “sudalah Minho lupakan saja aku, toh jika kau bersamanya dengan sendirinya namaku lenyap dihatimu, lepaskan aku”
“tidak, kau tak boleh pergi chagi”
“jangan panggil aku seperti itu. Kumohon lepaskan aku” ucapku sekali lagi menegaskan.
“SUDAH. Cukup. Ini semua salahku.  Kumohon tinggalkan aku. Aku tak mau kita jadi begini. Kalian seharusnya bersatu selamanya tapi karena aku akhirnya jadi begini.” Ucap Hana penuh emosi. Raut mukanya menggambarkan gores penyesalan dan rasa bersalah. Tapi aku terlanjur sakit, aku putuskan untuk mengakhiri semuanya.
“Minho, siapa yang kau pilih??” ucapku datar pada Minho. Kali ini aku butuh penegasan dari Minho.
“baiklah aku putuskan untuk memilih HANA, Taemin aku yakin ini jalan yang terbaik. Suatu hari nanti kau akan menemukan cinta sejatimu” ucap Minho tegas.
Ha, aku sudah menduganya dari awal. Jadi segera kulepaskan paksa tanganku dari genggaman Minho dan pergi meninggalkan mereka berdua. Aku sudah menyiapkan mental dari awal. Maka dari itu aku pergi tanpa dendam dan berharap mereka bahagia selamanya.
Taemin POV END
***

Tiga bulan kemudian
Minho masih berhubungan baik dengan Hana, mereka berada di satu universitas yang sama sekarang. Mereka pasangan yang terkenal mesra dan harmonis dikalangan teman-temannya. Hubungan keluarga keduanya juga sangat harmonis. Ini adalah kali pertama Minho menjalani hubungan yang usianya lebih dari sebulan. Mengenai Taemin, setelah tiga bulan menghilang ia kembali membawa setangkai bunga mawar kerumah Hana dan meyerahkan bunga itu pada Hana,
“anggaplah ini tanda ucapan selamatku atas hubunganmu dengan Minho”
gomawo, kemana saja kau tiga bulan ini? Kau tahu Minho sangat mengkhawatirkanmu, ia kira kau pergi ke Namsan Tower dan bunuh diri disana” Hana selalu pandai menghangatkan suasana.
“aku mencari cinta sejatiku”
“mana cinta sejatimu?”
“nanti kau akan tahu Hana, sebentar lagi ia akan kesini bersama Minho”
“Minho???”
Beberapa menit setelah mereka asyik mengobrol seorang datang dan langsung menerobos masuk ke rumah Hana tanpa permisi
“ohhh eonnie, whoa you look so beautiful. You like a Angel” ucap gadis cantik nan lucu itu tiba-tiba sambil memeluk Hana
yak…aku adalah Angel, bukan Hana. Dia adalah jelmaan Evil” potong Taemin semangat.
“ah siapa kau??” Hana heran melihat tingkah pola gadis ini.
“teganya dirimu eonnie, bahkan kau tak mengenali calon adik iparmu sendiri. Oh satu lagi kenalkan ini Taemin kekasihku”
oh my god, jadi tak lama lagy kita adalah satu keluarga??”
Cinta memang datang dan pergi seperti angin, cinta juga datang dari hati satu ke hati lain tanpa pandang siapa yang ia singgahi. Terkadang cinta hadir dalam keadaan yang berbeda, bahkan pada orang-orang yang tak terduga yang akhirnya menyatukan kita dalam suatu keluarga.
THE END



THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar