Pink Strawberry Taepaw World

Halaman

Jumat, 26 Juni 2015

An Odd Eye

*gue males ngedit nya jadi maap kalo rada berantakan, nah terus ini cerpen yang gue kumpulin buat nilai akhir kajian prosa wkwk*

Matanya bersinar bagai mentari pagi. Sangat menyilaukan.
Senyumnya merekah bagai angin pagi  yang menerpa wajah ini. Sangat menyejukkan.
Mata hidung bibir rambut kulit jari-jemari. Semuanya!! Kenapa semua yang ada pada dirinya tampak sangat indah??
Entah sejak kapan aku mengenalnya, entah sejak kapan aku mulai mengaguminya. Entahlah.
Terkadang hati ini tergelitik sesekali untuk dapat menyentuhnya. Sekali saja. Berjabat tangan… apa salahnya??
         “Ayo cepat!! Kita harus ada di barisan paling depan. Aaaaakkhh sudah dua tahun aku menunggu kesempatan emas ini, tidak boleh terlewatkan!!.” Ucapku sambil memasukan barang-barang kedalam tas selempang biru dengan gambar kucing di depannya.
            “Iya iya tentu saja kita harus ada di barisan paling depan. Ini kan hari spesial. Oh iya, jangan lupa bawa hadiah yang sudah kita beli kemarin” jawab Yukka yang tak kalah bergegasnya dariku.
            Aku, Yukka, Ren dan Arissa, kami tinggal di rumah yang sama, rumah yang cukup kecil tapi penuh kebahagiaan. Kami berempat adalah mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jepang. Aku dan Yukka berteman sejak SMP sedangkan Arissa kami berteman dengannya sejak bangku SMA, ibunya orang Jepang sedangkan ayahnya keturunan Prancis, ia besar di luar negri namun sejak SMA ia pindah ke Jepang dan saat itulah aku, Yukka dan Arissa bersahabat. Lalu Ren, kami bertemu dengannya di Universitas yang sama. Yah mungkin ini takdir tuhan aku dan sahabat-sahabatku sekarang ada di  unniversitas dan  jurusan yang sama. Kami berempat dikenal dengan sebutan “odd gurls” entahlah aku tidak terganggu dengan label nama yang seperti itu, aku dan ketiga temanku bahagia dengan dunia kami sendiri, kami juga tak mengganggu orang lain. Kami hanya menyukai… bukan…. lebih dari menyukai kami mengagumi, tergila-gila dan terobsesi pada hal yang sama.
            Hari ini aku dan sahabatku ini akan menghadiri fansign event  grup idola kami, sudah dua tahun aku menunggu kesempatan ini, aku akan bertemu dengannya, memberi hadiah untuknya, menatap matanya, kyaaaaaaaa aku-melihatnya-lebih-dekat-tanpa-ada-jarak-dan-bicara-dengannya-secara-langsung kyaaaaa aku sudah tidak sabar >.<. Membayangkannya saja sudah membuat jantung ini berdebar.
            Kuambil cermin kecil dalam tas yang sedari tadi tergantung di bahuku, mengeluarkannya dan kulihat bayangan wajah ini yang semakin merona, aku benar-benar gugup. Tampaknya aku sedikit berkeringat karena tempat ini cukup sesak karena banyaknya fans yang hadir. Kusapukan keringaat ini dengan tisu, kemudian sedikit membubuhi bedak di wajah ini agar tampak sempurna, dan tak lupa aku merapikan rambutku yang sengaja aku kuncir karena disini cukup panas. Hari ini aku memakai dress yang beberapa bulan lalu kubeli di sebuah butik langgananku, warna biru lembut yang senada dengan tas dan ikat rambut, serta sedikit sentuhan garis berwarna merah membuat penampilanku hari ini tampak lebih cerah dari biasanya. Aku harus tampak sempurna di depan orang yang spesial. Kuharap ini akan jadi hari yang baik.
***
            Akhirnya setelah hampir satu jam menunggu ditengah barisan yang cukup sesak ini tiba giliranku untuk menyapa dan memintanya menandatangani album yang kubeli beberapa hari lalu. Kulangkahkan kaki dengan santai menuju tempatnya duduk dengan manis dan penuh senyum, tapi entah kenapa jantung ini berdebar kencang hingga tak dapat kukendalikan, ayolah Sachi jangan gugup, hanya tiga menit kesempatanmu bersamanya lebih dekat.
            Aku tersenyum padanya dan ia membalas senyumanku, senyuman yang biasanya kulihat di televisi dan poster-poster yang kupajang di dinding. Sungguh melihatnya secara langsung tepat di depan mata ini membuat pikiran seakan terhipnotis hingga aku tak tau ingin bicara apa padanya, ia jauh lebih tampan jika dilihat nyata seperti ini. Baiklah Sachi jangan lengah, lakukan sebagaimana mestinya. Kemudian aku menyerahkan albumku padanya untuk ditanda tangani.
           “Siapa namamu?” Tanyanya padaku dengan suaranya yang sangat lembut dan melelehkan hati.
            “Sachi… Yuu Sachiko” kataku gugup.
            Kemudian ia menulis namaku di album itu kemudian membubuhkan tanda tangannya. Sembari ia menanda tangani albumku aku meletakan bingkisan hadiah di meja di sampingnya, menejernya segera mengambil hadiah yang kuberikan dan meletakkannya bersama hadiah dari fans lain. Ia berkata “terima kasih” lalu memberikan album yang sudah ditanda tangani padaku.
            “Ya sama-sama. Uhm… sebelum pergi aku menyiapkan berbagai hal yang ingin kukatakan, tapi entah mengapa sekarang aku lupa semuanya” ucapku dengan nada yang sengaja ku rendahkan agar rasa bahagia ini tidak terlalu terekspos.
            “Aku akan menunggu sampai kau ingat apa yang ingin kau katakan J” katanya sambil tersenyum, senyum yang biasanya hanyaku lihat dari depan layar ponsel atau laptop.
“Taemin…. Maukah kau berjanji padaku?” kataku gugup.
            “Ya… apa itu?”
            “Berjanjilah tetap menjadi SHINee selamanya apapun yang terjadi. Jangan pernah tinggalkan grup.” Kataku sambil mengulurkan jari kelingkingku padanya. KYAAAAA sebentar lagi jari kelingkingku dan kelingkingnya bertautan, aku menyentuhnya ><.
            “Tentu saja. Aku janji.” Ia juga mengulurkan jari kelingkingnya padaku.
            TAPI………………..
            Ketika ia jari kami hampir bersentuhan sebuah tangan memisahkan jari kami. Yaaaakkk menejer Ho APA YANG KAU LAKUKAAAAN???? . “Maaf nona kau tidaak boleh melakukannya, lagi pula masih banyak yang antre di belakang. Silakan kembali…” kata menejer Ho lemah lembut padaku. Yaaah lemah lembut tapi tetap saja aku tak terima. Ya tuhan kenapa ia terasa lebih jauh setelah aku melihatnya dengan jarak yang sangat dekat? Apa sesulit itu? Kenapa jarak aku dan dirinya terasa sangat jauh sekarang?. Aku segera berjalan dan kembali menuju tempat fans lain yang berkumpul sekedar untuk memoto dan melihat wajah tampan para idola ini.
            Wajah-wajah orang disini sangat bersinar dan penuh semangat begitu juga dengan ketiga temanku yang daritadi tak henti-hentinya berteriak memanggil-manggil nama sang idola, tentu saja, siapa yang tak bahagia bertemu dengan idolanya sedekat ini. Aku bahagia, sangat bahagia, iya…. Aku bahagia. Namun ada sesuatu hal yang masih membuatku penasaran. Aku ingin menyentuh tangan itu. Ingin sekali. Bagaimana caranya?
***
            “Yaa… Yuu Sachiko!! Kenapa wajahmu seperti itu? Kita baru saja bertemu dengan SHINee, orang yang kita idolakan sejak 7 tahun lalu dan sekarang setelah bertemu dengannya kau malah pasang wajah seperti habis bertemu dengan nenekmu yang galak itu?? Apa yang terjadi denganmu?.” Ucap Ren penuh heran padaku. Yah aku bisa liat wajah teman-temanku ini yang tampak bingung dengan sikapku setelah beberapa jam lalu. Entahlah aku tidak bisa menjelaskan perasaanku saat ini.
            “Entahlah, aku sedang tidak enak badan. Sepertinya.” Jawabku singkat lalu masuk ke kamarku.
            “Sachi kenapa sikapmu aneh begini. Ayolah…. Aku tau dirimu lebih baik dari pada dirimu sendiri, kau tak biasanya seperti ini. Coba ceritakan pada kami, mungkin akan membuatmu lebih baik.” Tambah Yukka sedikit meninggikan nada bicaranya.
            “oke baiklah apa yang ingin kalian dengar?” tanyaku santai.
“Oke baiklah baiklah Sachi, seperti biasa kau ini selalu menyebalkan. Jadi apa yang kau rasakan saat ini?”
“Entahlah, aku… hm…. Aku ingin…hm.. entahlah aku ingin memegang tangannya” jawabku sambil membayangkan kejadian tadi siang yang membuat hatiku remuk berkeping-keping.
“Tangan? Tangan siapa?” Tanya Arissa penasaran.
“Sachi tolong bicara yang jelas, apa yang kau bicarakan? Tangan siapa yang ingin kau pegang?” jawab Yukka tak kalah penasaran.
“Kaliaan tentu tau jawabannya. Tangan siapa lagi kalau bukan tangan Lee Taemin.”
“Ooohh itu, bukan hanya kau saja, tentu saja aku juga mau. Apalagi tangan Kim Jonghyun. Lalu kenapa kau jadi begini huh?” jawab Yukka menanggapi dengan santai.
“Tadi aku hampir saja memegang tanggannya, tapi dihalangi oleh menejer Ho, menyebalkan >< girls apa kalian tidak ingin memegang tangan mereka?”
“Jika ingin memegang tangannya kau culik saja mereka, bukan cuma bisa memegang tangan mau apapun juga bisa. Kau ini ada-ada saja Sachi.” Timpal Ren dengan santai. Tapi aku menanggapi pernyataannya dengan pandangan berbeda, ini terdengar seperti sebuah ide. Konyol mungkin, tapi aku tergelitik ingin mencobanya. Menculik sebuah idol grup haha terdengar konyol tapi……….. entahlah.
“Ide bagus!!! Menculik sebuah idol grup yang baru saja merilis album baru. Ini akan menjadi hot news setelah kita melakukannya” jawabku.
“Hah? Apa kita benar-benar akan melakukannya? Ren kan hanya bercanda” kata Arissa dengan ekspresinya yang khas.
“Kita harus menyusun strategi” kataku tanpa mempedulikan Arissa yang keheranan.
“Baiklah jika itu yang kau inginkan, aku ikut. Yang lain bagaimana? Ini akan jadi satu-satunya kesempatan kita jika ingin lebih dekat dengan mereka.” Kata Yukka setuju.
“Bagaimana kalau kita gagal? Ayolah kita harus pikirkan ini baik-baik, yang kita lakukan adalah tindakan kriminal.”jawab Ren tak kalah keheranannya dengan Arissa.
“Kalau gagal kita akan masuk penjara. Eh… tidak…. Belum tentu. Lakukan saja dulu yang lain kita pikirkan nanti. Makanya kita harus atur strategi supaya kita tidak gagal.” Jawab Yukka.
“jadi bagaimana? Siapa yang punya ide?” Tanya Arissa.
***
            SHINee itu selalu pergi bersama ke tempat gym sekitar pukul 9 atau 10 malam, hal yang harus kami lalukan adalah menyelinap kedalam mobil yang mereka kendarai kemudian bersembunyi di dalamnya, setelah mereka naik mobil kita harus segera beraksi. Setelah itu barulah kita bawa mereka ke lokasi tujuan. Ini lebih dari sekedar penculikan tapi juga pembegalan, maafkan kami SHINee kami tidak bermaksud menyakiti kalian.
            Langkah pertama. Pakai topeng lalu bersembunyi diantara mobil-mobil yang sedang parkir ini, tunggu sampai ada kesempatan untuk masuk kedalam mobil. Jika tidak dapat kesempatan rencana kedua adalah kita harus benar-benar nekad membegal mereka secara langsung. Oh tuhan, kumohon berilah kami jalan. Bingo!!! Hari ini Taemin yang mengendarai mobilnya, aku yakin dia pasti lupa mengunci mobilnya, disinilah aku dan yang lain mengambil kesempatan.
            “Ayo!! Kita harus segera masuk!! Jangan lupa kita harus menjatuhkan korban terlebih dahulu supaya yang lain datang mencari Taemin” kata Yukka sebagai ketua kami.
            Aku dan yang lain mengendap-ngendap kedalam mobil sedangkan Yukka menunggu di luar untuk menjalankan aksinya. Aku benar-benar gugup dan penasaran akan aksi Yukka yang paling nekad diantara kami. Dari dalam mobil aku liat Taemin datang sendiri ia pasti ingin mengunci mobilnya. Aku segera bersembunyi di dalam mobil. KYAAAAA aku mendengar kegaduhan di luar, pasti Yukka sedang beraksi hahaha. Beberapa saat kemudian Yukka membuka pintu dan meletakan Taemin yang sedang pingsan ke tempat duduk di mobil. Selanjutnya kami bersembunyi di mobil dan menunggu yang lain datang.
            “Sssstttt Rissa sebenarnya obat apa ini? Kenapa reaksinya cepat sekali? Aku jadi kasian melihat Taemin.” Kata Yukka berbisik-bisik pada Arissa.
            “Entahlah aku juga tidak tau, aku memintanya pada temanku yang jurusan biologi. Sudahlah kalian tenang saja itu aman kok, aku sudah bilang pada temanku untuk dicarikan obat bius yang reaksinya cepat tapi aman untuk manusia, lalu ia memberikan itu padaku.”
            “Untuk manusia? Jadi maksudmu ini sebenarnya bukan untuk manusia?”
            “Entahlah, sudah jangan banyak tanya lakukan saja misi kita.”
            Sekitar satu jam kami menunggu di dalam mobil, tapi yang lain tidak kunjung datang. Apa mereka tidak mengkhawatirkan si bungsu yang satu ini? Atau mungkin Taemin memang suka pergi sendirian ketika yang lain sedang sibuk berolah raga? Terserahlah yang penting sekarang misi kami harus berjalan sesuai rencana. Huh tapi lama-lama pinggangku sakit juga bersembunyi seperti ini, yang lain sepertinya juga sama, ini benar-benar gila.
            “Ah mereka mendekat!!! Girls siap-siap!!! Cepat tuangkan obat ini ke sapu tangan masing-masing. Berusahalah tenang dan jangan gugup. Okeh.” Kata Yukka sang ketua.
            Key membuka pintu mobil dan mendapati Taemin yang pingsan “Dasar anak ini bukannya mengunci mobil malah tidur disini. Untung tidak dibegal orang.” Kemudian pria berwajah manis ini masuk dan duduk disebelah Taemin, lalu yang lain ikut masuk, kali ini Minho yang duduk di tempat kemudinya. Baiklah ini saatnya. Tuhan tolong selamatkan kami.
            Arissa dengan cepat menyekap Key dari belakang dan membuatnya pingsan, sedangkan aku bergerak menuju Onew tapi ia melakukan perlawanan membuatku panik tapi aku harus professional, melawan lelaki memang sulit jadi aku sudah persiapkan senjata cadangan dari rumah, aku semprotkan air ke wajah Onew hingga ia hilang fokus kemudian tanganku dengan cekatan menyekapnya dengan sapu tangan yang sudah kutuangkan obat bius, maafkan aku Onew. Berbeda denganku Ren malah dengan santai melumpuhkan Minho. Yukka justru hilang kendali setelah melihat wajah Jonghyun kesayangannya, bukannya menyekap ia malah perteriak histeris “KIM JONGHYUN KAU TAMPAN SEKALI!!!!”, untung saja Jonghyun ini keheranan jadi Ren segera membekapnya sampai pingsan, kalau ia melawan entah apa yang akan terjadi pada kami. Dasar Yukka, ia langsung kehilangan karisma sebagai pemimpin tindakan kriminal ini hanya karena melihat idolanya -,-.
            Setelah semuanya pingsan, kami mengambil ahli kendali dan membawa mereka menuju suatu tempat. Tempatnya cukup terpencil, ini salah satu tempat aku dan teman-temanku tersesaat saat darmawisata sejurusan tahun lalu. Kurasa ini tempat yang tepat untuk kami dan SHINee bertualang bersama. Sesampainya di tempat tujuan aku dan yang lain mulai kelelahan sedangkan SHINee tak kunjung bangun hingga tanpa sengaja kami ketiduran di mobil. Karena fokus pada misi kami jadi lupa pada tujuan awal ‘memegang-tangan-mereka” hahaha.
***
            Matahari mulai menampakan sinarnya, aku terbangun dan melihat jam tanganku, jam 5 pagi. Kulihat kesekeliling ah aku ketiduran semalam. Kulihat sosok pria disampingku, wajah yang begitu tenang dan letih, aku jadi merasa bersalah karena melakukan ide gilaku ini, terselip niat untuk mengakhiri semua dan melepas mereka tapi ini sudah kepalang tanggung, jadi lanjutkan saja, setidaknya biarkan aku mencurahkan isi hatiku padanya nanti, setelah itu terserah ia ingin pergi atau bagaimana. Selesai melamun aku segera membangunkan teman-temanku dan keluar dari mobil, membiarkan lima pangeran ini bergulat dengan mimpinya hingga ia bangun nanti.
            “SIAPA KALIAN???!!!” baru saja kami keluar mobil dan duduk sebentar untuk mengumpulkan nyawa setelah semalam kami melakukan tindakan gila, pria-pria ini meneriaki kami hingga membuatku kaget. Segera kulihat kearah belakang dan mereka berlima sudah berdiri dan matanya yang menatap kami tajam. Mereka marah, tentu saja, tapi aku tidak  ingin mereka membenci aku dan teman-temanku, aku akan coba jelaskan. Tidak, tidak menjelaskan tapi langsung saja ke rencana, ajak mereka sejenak melepaskan dunia keartisannya. Aku menggenggam tangan Key dan menuntunnya untuk mengikutiku, yang lain dengan keheranan juga mengikutiku. Kami melewati pepohonan lebat dan semak belukar, aku lihat wajah mereka penuh takjub dengan keindahan alam namun dicampur ekspresi bingung dan waspada. Setelah melewati hutan kami menemukan jalan raya, ini jalan tempat kami tersesat waktu itu. Kami menunggu mobil yang lewat dan aku hendak meminta tumpangan.
            “Sebenarnya kalian siapa?”  tanya Key. “Apa yang kalian inginkan dari kami” tambahnya.
            “Kami bukan siapa-siapa, nikmati saja perjalanan ini jangan banyak tanya!!” kata Yukka tegas.
            “Ah ayo kita naik mobil bapak itu!! Ia mau menumpangi kita” kataku menarik tangan Taemin berlari ke arah mobil yang akan menumpangi kami, yang lainpun mengikuti.
            Suasana yang berbeda, tidak seperti di Tokyo, tempat ini penuh dengan nuansa tradisional Jepang, bagaimana tidak kami sekarang berada di perkampungan yang cukup terpencil, suasananya asri dan tenang, cocok jika ingin sedikit melepaskan beban pikiran dari kerasnya kota yang penuh liku. Kami berjalan menuju ke pasar tradisionalnya, aku mengajak SHINee untuk menyicipi makanan tradisional yang enak-enak, mereka tampak sangat menikmati perjalanan ini, mereka mulai terbiasa dan santai. Inilah yang aku mau.
            “Hm…. Ini udon terenak yang pernah aku cicipi,,, “ kata Onew
            “Iya,,, senangnya jalan-jalan kesini, tidak ada yang mengenal kita, bisa jalan sepuasnya” tambah Taemin.
            “Apa kalian senang??” tanyaku.
            “Yah!! Tentu saja. Aku kira kalian akan menculik dan menelpon menejer kami lalu meminta uang tebusan dan sejenisnya” kata Taemin.
            “Sebenarnya kami memang butuh suasana seperti ini tapi selalu saja tidak sempat karena jadwal yang begitu padat. Aku pribadi berterima kasih pada kalian” kata Key menambahkan. Aku lega mendengarnya. Aku senang jika pangeranku ini senang.
            Eh eh bukannya itu  SHINee?? Aku pernah melihatnya di televisi. Apa yang mereka lakukan di kampung ini? Apa mereka akan melakukan pemotretan? Waaaah mereka tampan yah ><. Beberapa remaja disini sepertinya mengenal SHINee, ah aku kesini beberapa tahun lalu, pasti kampung ini sudah lebih maju daripada sebelumnya, pengaruh grup idol sekelas SHINee ternyata sudah sampai ke pelosok Jepang sekalipun, aku benar-benar kagum tapi dibalik itu aku juga khawatir pada pangeranku ini jika kondisinya seperti ini. Ah sial!! Harusnya aku bawa mereka ke Zimbabwe saja agar aman kekeke~. Aku lihat SHINee sudah tampak tak nyaman. aku juga mulai gugup bagaimana jika mereka diserang remaja disini??.
***
            Aku bahkan tak pernah membayangkannya. Bermimpipun tak pernah. Tangan itu kini dapat kurasakan.
            Kulihat wajah SHINee yang mulai tak nyaman, aku tak tau harus berbuat apa saat remaja-remaja ini mulai berjalan mendekati para pangeran ini. Bahkan tak pernah kubayangkan sebelumnya hal ini akan terjadi. Tanpa kusadari seseorang menggenggam tanganku erat, menyeretku lalu aku mulai hanyut kedalam suasana hingga kaki ini ikut berlari mengikuti irama detak jantungku yang mulai bergemuruh. Entahlah berlari seperti ini bahkan bukan lelah yang kuasakan tapi malah perasaan bahagia yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Yah sekarang aku sedang berlari bersamanya, seakan sedang mengejar masa depan. Ditengah perjalanan bahkan aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri tangan ini membawaku ke belokan hingga aku hilang keseimbangan dan tubuhku tertabrak ke tubuhnya, “aw….”,
            “huft… huft… huft…..  maaf aku menarikmu kuat sekali. Apa tanganmu sakit? Apa kau lelah?” kata Taemin dengan nafas yang terengah-engah. Aku dapat merasakan deru nafasnya karena posisi kami yang begitu dekat. Aku dapat melihat wajah indahnya dengan sangat jelas, mata itu, mata yang sangat indah namun tak bias kubaca. Keringatnya perlahan mengalir membuatku hilang konsentrasi. Untuk beberapa saat kami saling berpandangan. Deg… deg…deg…deg….deg……..
            “Huft..huft.. tidak, tidak apa-apa. Apa kau baik-baik saja? Maaf… maaf karena telah membawamu kedalam masalah. Maafkan aku.” Kataku penuh penyesalan. Aku menundukan mukaku, menatap tepat kebawah. Kemudian mundur beberapa langkah darinya. Aku sungguh malu.
            “Tidak apa-apa, tidak usah merasa bersalah seperti itu. Yang penting sekarang kita sudah selamat.” Kemudian ia duduk di lantai tanpa peduli bajunya yang akan kotor, yah kami sekarang ada di sebuah gang buntu, disekeliling kami penuh dengan tumpukan sampah kaleng dan botol minuman. Sejenak kami melepas penat di gang ini.
            “………..” diam. Untuk beberapa saat kami saling diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing. Kemudian aku memberanikan diri memulai percakapan, “Bahasa Jepangmu bagus juga.” Kataku singkat.
            “Aku belajar bertahun-tahun sebelum kami melakukan debut Jepang.” Katanya. Kemudian hening.,,,,,,, ia bicara lagi, ”Aku tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi, kukira fans kami tidak ada yang senekad dirimu dan teman-temanmu itu. Apa semua gadis Jepang sepertimu? Kekekek~ Awalnya aku kaget dan merasa takut juga sedikit tak nyaman. tapi setelahku jalani ini cukup menyenangkan.” Katanya sambil tersenyum singkat.
            “Apa sekarang kau senang?” tanyaku.
            “Entahlah, aku tak bisa menjelaskan perasaanku, disisi lain aku merasa sangat senang dan berterimakasih padamu, tapi disisi lain ada perasaan aneh yang kurasakan, mungkin karena ini sedikit asing bagiku….”
            “Apa boleh aku menanyakan sesuatu?” kataku lagi.
            “Apa itu?”
            “Apa kau ingat aku??” tanyaku penasaran.
            “Kau…hm… beri tahu aku jika aku salah. Hm.. bukankah kau yang waktu itu memintaku berjanji agar bertahan bersama SHINee??” katanya sambil berpikir, ah ekspresi itu… lucu.
            “Ah, kau masih ingat rupanya. Lalu apa jawabanmu?”
            “Tentu saja aku berjanji. Aku akan bertahan demi jutaan fans diluar sana, karena bagiku mereka segalanya.”
            Aku mengulurkan jari kelingkingku padanya, persis seperti saat aku bertemu pertama kali dengannya, kuharap kali ini tidak gagal lagi. Kemudian dengan senyumnya yang cerah ia mengaitkan kelingkingnya di kelingkingku, tangan kirinya bahkan menggenggam jari kami yang sedang bertautan. “Aku berjanji.” Katanya. Lagi-lagi pandangan kami bertemu, aku seakan terhipnotis dengan keindahan bola mata itu, bola mata bening yang dihiasi lensa kontak  berwarna abu-abu, sangat cocok dengannya. Pemandangan yang sangat indah. Aku terdiam dan fokus pada bola mata itu untuk beberapa saat, tanpa sadar bibir ini mengukir senyum untuknya.
            “Matamu asing bagiku, namun sangat nyaman dipandang. Aku merasakan ketulusan dan kedamaian di dalamnya. Aku belum pernah menatap seseorang sedalam ini. Kita belum pernah saling bertemu secara individual tapi aku merasakan perasaan seakan kita sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Terimakasih telah mendukungku selama ini.” Katanya sambil terus menatapku.
            Aku menunduk, mencoba mengalihkan pandangan. Tuhan tolong aku, jantungku seakan akan meledak aku bahkan tak bisa mengendalikan pikiranku. Bagaimana ini?. “Hm… aku berjanji akan bertahan sampai akhir, sampai aku tak bisa bertahan lagi di dunia ini. Tentu saja aku akan mendukung kalian selama yang kumampu” kataku lirih.
            Ia mengelus pucuk kepalaku sambil tersenyum “terimakasih”. Katanya singkat.
***
Sesuatu terjadi. Ini aneh. Mungkin ini akhir segalanya.
“aw!! BERHENTI MENARIKKU!!! Lepaskan aku!!!” mereka menarik-narikku kuat sekali, aku bukan penjahat, aku hanya menyayangi mereka aku hanya ingin lebih dekat dengannya, aku tak akan menyakitinya tapi orang-orang ini menyakitiku. Mereka pergi.
Yah apa lagi yang lebih buruk dari pada kau yang sekarang sedang ditarik dan dipaksa naik ke atas mobil yang asing. Aku tahu orang ini pasti sedang mencariku atas tuduhan tindak kriminal, penculikan artis terkenal yang sedang naik daun. Aku memang tak pernah berpikir ini akan terjadi, bukan… bukan tak memikirkannya tapi aku tidak peduli. Yah memang kami hanya sekumpulan gadis aneh dan bodoh yang terobsesi pada sekumpulan pria yang bagai bulan purnama, terlihat dekat tapi pada kenyataannya mereka sangat jauh hingga aku tak dapan menggapainya.
“Bisakah kalian bertindak sedikit sopan pada seorang gadis???” kata Jonghyun pada orang-orang ini. “kami tidak apa-apa, mereka bahkan tidak menyakiti kami. Lepaskan mereka!!” tambahnya.
“Tapi mereka adalah gadis pembuat onar, mereka harus ditindak lanjuti di kantor polisi.” Kata seorang lelaki bertubuh kekar yang sedang mencengkram tanganku kuat.
“LEPASKAN MEREKA KATAKU!!!” kata Jonghyun setengah berteriak. Aku kaget dan terdiam sejenak. Aku tak pernah melihat mereka marah sebelumnya. Yang selama ini kulihat mereka hanyalah pangeran penuh senyum dan sangat lembut. Tanpa sadar butiran kristal cair mengalir dari pelupuk mataku. Apa mereka marah karena aku dan teman-temanku membawa mereka ke dalam masalah, apa mereka terbebani karena ide gilaku? Atau mereka ingin melindungi kami.
“Lepaskan mereka sebelum wartawan menemukan kita, aku tak ingin gadis-gadis ini dalam masalah.” Kata Minho.
“Tapi ini melanggar hukum, gadis-gadis ini harus diberi pelajaran agar tak terjadi hal serupa” kata seorang lelaki kekar lainnya yang sedang mencengkram tangan Yukka.
“Apa kalian ingin kami dalam masalah? jika mereka terekspos ke media bukan hanya mereka yang dalam masalah, tapi kami juga. Sudahlah, lepaskan saja mereka dan kita pulang lalu suruh yang lain mengalihkan perhatian media agar masalahnya tak jadi panjang.” Kata Taemin tampak gusar menanggapi masalah ini.
Perlahan para lelaki ini melepaskan kami, kemudian mengarah ke SHINee dan membawa mereka pergi menjauh dari pandangan kami. Semakin jauh, aku hanya melihatnya tak berusaha mengucapkan selamat tinggal, maaf atau terimakasih. Ini terlalu sulit dipercaya, apa kisahku akan berakhir seperti ini? Sangat tragis……
Perpisahan itu, perpisahan tanpa kata. Mereka pergi meninggalkan bayangan dan kenangan. Bagai matahari yang tenggelam digantikan cahaya rembulan.
Bulan matahari… mereka sama saja, tak akan bisa kucapai.
Air mata ini bukan pertama kalinya jatuh karena mereka, ini yang kesekian kalinya, sakit, tapi justru mereka jualah obatnya. Aneh… memang aneh.
Mata itu terasa asing bagiku saat ia meninggalkanku. Entah kapan kegilaan ini berakhir, entah kapan air mata ini berhenti menetes untuk mereka, entah kapan jantung ini berhenti berdetak untuk mereka, entahlah kenapa hidupku serumit ini saat mengingat mereka.
Tapi aku bagai terjatuh kedalam lubang hitam tanpa ujung hingga aku tak bisa mendaki dan keluar dari sini, kegelapan ini terasa nyaman karena aku melihat cahaya didalam kegelapan itu. Rumit memang,,,, bahkan aku tak mengerti tentang semua ini. Hingga air mata ini mengalir membuat aliran sungai di pipiku.
***
KRIIIIIINGG………KRIIIIIIIIINGGGG……KRIIIIIING!!!!! PRAANGGGG!!!!
“YUU SACHIKO!! Kenapa kau melempar jam alarm baruku????????” kata Yukka memukul pinggangku keras.
“aw!! Sakiit!! Kau ini kasar sekali!!” kataku meringis kesakitan.
“eh? Matamu bengkak, apa kau menangis semalaman? Eh.. tapi aku tidak tidur semalam, aku melihatmu tidur. Eh? Kau kenapa Sachi??” tanyanya keherahan.
Aku memegang pipiku yang basah. Apa? Apa yang terjadi? Apa ini mimpi? Jadi….. Oh Tuhan bodohnya aku menangis dalam tidur. Syukurlah tenyata ini mimpi J. “ah tidak… hanya saja sepertinya semalam aku mimpi buruk >.<” kataku tersenyum tipis.
“huft aku tak menyangka, gagal memegang tangan Taemin sampai terbawa mimpi begitu. bodoh!” kata Yukka memukul pucuk kepalaku pelan. “Ayo kita harus kekampus hari ini, bersiap-siaplah.”

**END**





Sabtu, 29 November 2014

Let's Get Excited ><~!!!

Hai hai hai..... kali ini gue bakal cerita-cerita soal pengalaman lliburan gue bareng temen, ceritanya sih buat ngelepas rasa lelah yang selama ini menghantui hidup gue dan temen-temen terutama buat belajar Pengantar Jurnalistik. Pasalnya setiap belajar itu mata kuliah bawaannye pen garuk aspal mulu gegara ada-ada tugas yang dikasih sama dosennya, dan itu gak gampang dan menguras tenaga, waktu dan pikiran banget. Makanya wajarkan setelah semua rintangan itu terlewati gue dan temen-temen ngerayain semua itu dengan jalan-jalan. Kali ini gue milih buat berenang, maen-maen aer sekalian mengasah kemampuan renang gue, lumayanlah, gue yang tadinya cuma bisa gaya batu sekarang bisa gaya orang keleleb. Menggelinjang gak jelas dalem aer biar bisa muncul kepermukaan alias gak kelelep (?).

Gue sih tipe orang kalo jalan-jalan yah sukanya yang melakukan aktifitas gitu ketimbang cuma nyari tempat bagus terus foto-foto, emang kita bisa kenyang cuma dengan ber-foto-ria?? wkwkwk. Kalo disuruh milih sih gue lebih suka wisata kuliner ketimbang wisata mata wkwk. Misalnye kita jalan-jalan ke perkebunan, nah selain cuma foto-foto doang gue lebih suka ikutan petaninya nanem sayur-sayuran atau buah-buahan, nah lebih enak kalo dateng waktu musim panenkan, bisa icip-icip buah-buahan langsung dari sumbernya. Kalo menurut gue wisata kayak gitu lebih ngasih kita banyak pengalaman ye kan.

Jadi kronologisnya perjalanan liburan gue tuh keq gini.

Pada mata kuliah Pengantar Jurnalistik dosennya nyuruh bikin kelompok, terserah kelompoknya siapa aja yang penting masing-masing orang punya kelompok. Buat awal prakteknya kita disuruh bikin mading mini, nah alhamdulillah mading gue dapet rangking 3 dikelas wkwk, semua pengorbanan gue dan temen2 bikin tuh mading bener-bener ke bayar dan gue puas banget walaupun rangking 3.
Kira-kira beginilah penampakannya.
Mading gue yang digadang-gadang dapet juara 3 ^^

Setelah bikin mading, gue dan teman-temen dikasih waktu sekitar 2 mingguan buat nyelesein tugas akhir, nah tugas akhir ini bisa berupa buletin, film fiksi, talk show, ato apapunlah yang berhubungan dengan jurnalistik. Berhubung dikelompok gue gak ada yang ngerti cara ngedit pidio dan semacamnya gue memutuskan buat bikin buletin aja. Bener-bener bikin buletin aja ribetnya minta ampun, mulai dari wawancara orang-orang, nyaris sumber, nyari informasi terkini, terus nge-desain buletin itu sendiri. Awalnya tampilan buletin gue bener-bener abal banget dan gak layak publikasi, tapi akhirnya gue minta bantuan ke orang deket kosan gue yang udah ahli dibidangnya, gue kasih deh tuh contoh buletin yang gue punya waktu SMA. Udalah gue pasrah aja gimana-gimananya gue udah lelah dengan tugas yang satu ini.

Setelah buletinya kelar, terus gue print dan susun semuanya sampe bener-bener fix, terserah deh mau ada yang salah cetak ato gimana, gue bener-bener udah gak peduli. Sayangnye gue lupa motoin bentuk tuh buletin. Nah karena buletinya udah kelar gue mutusin buat liburan banreng temen. Padahal udah lama sih ngajakin mereka berenang tapi belom kesampean gegara nih tugas atu. Setelah tugasnya kelas akhirnya rencana jalan-jalan pun terlaksana. Alhamdulillah.

Gue milih pergi hari Sabtu supaya tar pulang dari berenangnya gampang dapet kendaraan, kalo minggu angkutan umum yang balik ke daerah kosan gue banyak yang penuh soalnye. Diperjalanan menuju tempat berenang ini juga diwarnai dengan ke-esmosi-an, yah gimana nggak coba, dikate gue anak baru didaerah sini ape?? ongkosnya dimintain lebih sama supirnye, gue sih males perang sama tuh supir jadi yah relain aja walau gak ikhlas-ikhlas banget. Tapi semua kekesalan jadi terlupakan waktu nyampe disananya, tempatnya bener-bener bikin suasana hati jadi baik, adem liat pemandangan alami gitu. Gue jadi langsung excited banget pen nyemplung aje tuh ke aer. Segera gue ngajak temen-temen buat ganti baju biar gak lama-lama, poto-poto mah ntar aja, yang penting nyemplung dulu wkwkwk.

Gue sih emang udah niat banget berenangnye, kesana aja pake kaos terus dilampisi cardigan, jadi tar waktu ganti baju tinggal buka jilbab, buka cardigan ganti celana, selesai :). FYI gue pake SENDAL DOANG KESANANYA, bener-bener niat banget kan gue, selain itu juga gue menimbang-nimbang cuaca bakal ujan jadi sayang kalo pake sepatu tar lecek. Waktu berenang gue udah huru-hara banget belagak keq paling bisa tapi dikit-dikit tereak, eh tapi akhirnya gue bisa dunds berenang walaupun dengan gaya yang tidak terdefinisi. Dan sumpah disana tuh aer nya murni dari gunung jadi dingin banget sumveh. 

Liat saking dinginnye muka gue jadi pucet banget,
menggigil en bener-bener gak karuan ><
Oh iya gue belom ngenalin temen-temen gue kan? nah jadi ceritanye gue pergi berenang ini cuma berempat orang. Gue, Windi, Fitri, sama Winda (kembarannye Windi). Iya cuma berempat tapi huru-haranye keq orang pergi sekampung, apalagi gue. Udah puas berenang-berenang. ketawa-ketawa, seru-seruan bareng dan kedinginan banget, tau-tau perut ini minta diisi dan akhirnya gue sama temen-temen makan sebentar buat ngangetin badan. Kali ini menunya mie rebus spesial pake telor. Sumveh enak banget ada sayurnya, bawang gorengnya juga banyak, panas lagi ><. Abis makan gue lanjut lagi berenang nye, tapi kali ini cuma duduk-duduk berendam doang, gue udah menggigil parah jadi gak bisa bergerak lagi, kaku banget. Sesi kedua ini cuma buat foto-foto sebelum pulang, walaupun sebelumnya udah foto-foto pake hape Fitri tapi kali ini pake hape gue, buat koleksi wkwk.

Yang depan gue, terus Windi, terus Fitri ><
Nah ini temen temen gue :)



Winda-Windi-Fitri (dari kiri)

Karena tadi waktu mau berenangnya gue udah semangat jadi gak sempet foto-foto, selain itu gue gak dandan waktu mau perginya, soalnya tar bakal keapus juga kan wkwkwk. Jadi gue sama temen-temen nyempetin buat foto-foto dijalan waktu mau pulang. Dan cobaan seketika datang waktu ujan lebat mengguyur, walaupun bawa payung tapi ujannye gede banget, celana gue basah bagian bawahnya :'( dingin banget lagi :''''(( bahkan kami sempet berteduh dulu di warung bagian luar tempat wisata ini sampil nungguin angkutan umum yang lewat, ters kata ibu-ibunya kalo nunggu disini mobilnya gak bakal berenti mending di depan aja, ada halte nah disana pasti mobilnya berenti, kasian udah sore tar kita gak dapet mobil tar gak bisa pulang. Dengan bekal nasehat ibu-ibu warungnya gue dan temen-temen nyebrang menuju halte. Gak lama nunggu akhirnya dapet kendaraan umun juga, akhitnya gue dan temen-temen tepar dalem mobil dan dikosan gue juga langsung tidur.
END~~

Pict bonus buat yang baca >< 
Sempet-sempetnye gue foto ditengah-tengah ujan gini ><
@Taepaw

Kamis, 20 November 2014

Ini Salah Siapa? Gue Bisa Apa?

Haiii semua :) oke hari ini gue gak mau basa-basi karena udah terlanjur esmosi, kecewa dan oke semua perasaan campur aduk :'''''. Jadi semenjak BBM naek situasi jadi makin gak terkendali, macet gegara pada ngantri BBM, angkot jadi sepi dan puncak ke-bete-an gue adalah hari ini ANGKOT PADA MOGOK KERJA CHYYYNN :''''

Gue sebagai pengguna jasa angkutan umum ini bener-bener merasa sangat dirugikan, udah dari hari pertama BBM naek gue mulai bete. kenapa? iya karena jarak kampus dan kosan gue itu jauh banget, musti naek angkot 2x dan satu kali naek bus kampus yang gratis itu barulah gue nyampe di kampus, bayangin aja biasanya ongkos cuma 3000 rupiah dikali 2 jadi 6000, nah sekarang ongkos angkot naik 1000 jadi yah kurang lebih gue ngabisin uang 16 rebu dalem sehari cuma buat ongkos angkot salah siape nge-kost jauh-jauh. Kali ini gue gak bakal bahas kenapa gue nge-kost jauh dari kampus, anggap aja karena ada alasan tertentu yang kalo gue ceritain nih postingan gak bakal kelar ampe besok dan gue males banget ngetiknye. Lanjut ke masalah BBM naik, gue udah ikhlasin uang yang gue keluarin buat ongkos angkot demi menuntut ilmu, gue ikhlas seikhlas-ikhlasnya kok, toh mau gimana lagi gue mau guling-guling di aspal juga kan BBM gak bakal turun ye gak?

Semenjak harga BBM naek, jarak antara kost dan kampus terasa sangat jauh, nah tadi nih kesabaran gue bener-bener diuji ampe tingkat nirwana, yah gimana enggak, masa semua angkot pada mogok kerja, alhasil gue yang ada kuliah siang jadi musti jalan ke fakultas dari PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), kira-kira jaraknya 1-1,5 km gitu lah ke fakultas gue, dan bayangin aja kampus gue itu berbentuk perbukitan jadi kalo ke fakultas musti mendaki gitu, astagfirullah. Udah capek gegara mendaki bukit sialan itu kemudian di jalan diwarnai dengan rintik-rintik ujan yang bikin gue ngebirit lelarian ampe fakultas. Untungnya sih mata kulliah gue yanng siang ini belajarnya di ruangan ber-AC jadi sedikit terobati kelelahan yang tadi gue jalanin.

Kemudian waktu pulang kuliah, bener-bener di kampus tuh yang angkotnya langka banget, biasanya juga angkot yang muter-muter depan fakultas gue aja tuh yang bejibun ampe rusuh gitu keq terminal /?, setelah dapet angkot menuju pasar, dimana tar disitu gue nyambung naek angkot lagi dan barulah bisa nyampe di kosan. Nah ini nih............. gue udah lama banget nunggu angkot yang kedua, orang-orang juga udah bejibun yang nugguin angkot, belom lagi saingan gue bukan cuma anak sekolahan tapi juga emak-emak, yang yah lo tau lah emak-emak keq gimana, udah bawel pengen duluan nyosor aja ampe gue kegencet waktu rebutan naek angkot, belom lagi kepala gue sempet kejedot pintu angkotnya :''''''''''''((

Udah dapet angkot yang kedua gue udah lumayan lega karena gak harus nunggu angkot lagi, eh tau-tau angkot yang gue tumpangin ini malah dihadang sama temen-temennya, katanya sih si angkot yang gue tumpangin ini melanggar peraturan, iya kan sopir angkot lagi pada mogok kerja. so? gue dan penumpang laen pada diturunin di jalan. Kosan gue sih udah gak jauh, masih bisa kalo jalan, yah tapi tetep aja capek kalo jalan, bisa sekitar 30 menitan gitu, belom lagi dijalan banyak orang, banyak kendaraan, dan yang bikin sebel itu BANYAK WARTAWAAAAAN ><!!!! Gue baru turun angkot aja udah dihadang terus disorot-sorot gitu keq buronan kmvrt banget emang, udah tau waktu itu gue capek pulang ngampus, esmosi karena angkotnya di-setop-in , nah mau ditanyain lagi >< akhirnya gue menghindar dan akhirnya si emak-emak tadi yang wawancara buat tuh wartawan. 

Kebetulan ditempat gue berhenti itu ada halte, jadi gue duduk sebentar buat liat suasana yang bener-bener 'APA-APAAN BANGET' ini, kebetulan juga gue duduk deket kakak-kakak yang cewek, terus mereka bercakap-cakap padahal mereka gak saling kenal.kakak A dan B ini emang udah temenan kayaknya, terus gue duduk diantara kakak A&B sama kakak C. Nah kakak A sama B bilang mereka mau nyari taksi tapi kok yah taksi yang lewat pada penuh, kemudian kakak C ikutan nimbrung "eh aku udah pesen taksi, barengan aja yuk, pada mau kemana nih?" gue yang duduk diantara mereka cuma ikutan nguping en pasang tampang bego-bego polos tak berdaya dan sedikit imut. Akhirnya mereka bertiga kompakan naek taksi yang sama, gue sih awalnye pengen nebeng tapi gak berani. Eh pas taksinya dateng kan kakak-kakak itu pada berdiri menyambuut taksi tuh, tiba-tiba kekuatan dari dalam diri gue muncul begitu saja dan gue bilang "eh kakak, aku boleh ikutan nebeng gak?" terus kakak B bilang "ah? mau kemana dek?" kebetulan kakak B ini juga kan dia dibawa alias diajak sama kakak C yang udah mesen taksi. Gue jawab "ke lampu merah disana kak, deket kok", terus kata kakak C ini "ah iya gak papa, yuk bareng". Akhirnya gue dan kakak-kakak baik ini naek taksi. 

Kan gue udah bilang kosan gue udah gak jauh dari lokasi pemberhentian mendadak oleh supir angkot ini, terus gue bilang ke kakak C kalo gue udah sampe, nah waktu taksinya berenti gue nanya "bayarnya giamana kak?" terus kakak C bilang "eh gak papa dek biar kakak yang bayar", terus gue dengan gembira-ria bilang makasih dan buka pintu taksinya, pas nutup pintu gue bilang makasih sekali lagi. Alhamdulillah akhirnya gue nyampe kosan dengan selamat dan gak keluar uang lebih HAHAHAHAHA ><!!!

jadi, siapa yang salah? gue kesel.... kesel banget emang, tapi gue mau marah sama siapa? tukang angkot? pemerintah? pak presiden? atau siapa? gue bener-bener berdoa biar ini jadi pengalaman pertama dan terakhir gue digusur dari angkot!!! Dan yang paling gue sebel itu adalah gegara kejadian ini, gegara gak ada angkot gue gak bisa pulang kampung >< HUAAAAAAAAAAA EMAAAAKKKK :'''''''''''' AI MIS YUU <3 padahal gue udah bela-belain banget pulang cepet biar nyampe rumah gak kemaleman taunye gini, apa yang gue dapet? kelaperan di kosan, makan semangkuk bakso pedes, dan liat pidio donlotan gue tadi di kampus. NAH iya............ untung tadi gue donlot beberapa pidio SHINee dikampus jadi di kosan gue liatin pidio-pidio baru yang anget anget abis gue donlot, akhirnya ke-esmosi-an tadi sedikit terlupakan karena gue lia PIDIO SHINee YANG SUMPAH GANTENG BANGET, GUE SUSAH NAPAS, PERSENDIAN GUE LEMES DAN GAK BISA BERKATA APA-APA................. OMG OMG TIBA-TIBA GUE LUPA KALO BBM UDAH NAIK, TIBA-TIBA GUE LUPA KALO SEHARIAN INI GUE KETIBAN SIAL. GEGARA SHINee GUE LUPA SEMUA KEJADIAN-KEJADIAN BURUK YANG MENIMPA GUE HARI INI <33334567890123

oke. bye <3

@Taepaw

Jumat, 31 Oktober 2014

Cari Duit

Hellow........ :) udah lama banget rasanya gue gak ngeblog, jari ini sudah kaku dan renta (?) wkwk. Entahlah gue rasa judul diatas bener-bener gak ngundang selera buat dibaca orang-orang, tapi dengan judul itu lagi dan lagi gue curhat soal kehidupan dunia nyata yang gue alami. iya sesuai judul kan, gue emang lagi nyari duit. Duit buat yah bisa dibilang nambah-nambah jajan lah. Sekalian juga buat berbagi pengalaman dan inspirasi lah buat yang ngebaca tulisan gue ini. Berasa Mario Teguh banget gue ngasih-ngasih inspirasi ke orang-orang xp. Sebelum memulai pembicaraan gue bilang terima kasih dulu buat temen-temen kelas gue yang membantu menyukseskan usaha gue kali ini :')

Ujung-ujungnye apa yang gue ceritain disini pasti mentok ke dunia per-Kpop-an lah yah. oke. jadikan ceritanya tanggal 10 Januari 2015 besok temen gue ulang tahun  SHINee mau dateng ke Indonesia buat ikutan ngisi acara Best Of the Best Concert, nah kebetulan tanggal segitu gue udah liburan semester. kata kakak gue sih dulu katanya kalo liburan panjang gue pen diajak ke jekarta tapi sekarang nasib gue masih diombang-ambing (?). tapi yah buat jaga-jaga biar kesannye gak mendadak mulai bulan ini gue coba-coba ngumpulin duit dulu buat nambah-nambah modal kesana disamping uang beasiswa yang udah gue tumpuk-tumpuk dari taon kemaren *Astagfirullah.

Berawal kisah dari temen gue yang liat katalog Sophie Martin (gue langsung sebut merek aje yah) punya temennye, terus dia jatuh cintrong sama sebuah tas, Nah kebetulan gue punya ID member jadi dia minjem ID gue buat belanja. karena dia minjem id gue jadi sekalian dia ngajakin gue ke outlet (?) sophie nya siapa tau gue juga pengen beli jadi bisa barengan. Singkat cerita pas nyampe sana temen gue langsung order dan karena pake id gue jadi dia dapet diskon buat member, kebetulan waktu itu gue pergi bertiga, gue, Windi dan Fitri. Mereka berdua beli barang-barang tapi gue nggak :(. Terus Windi bilang "paw beli aja katalognya, liatin ketemen-temen siapa tau mereka ada yang minat. "Kan lumayan duit diskonannye bisa lu ambil" dengan mengikuti saran dari Windi akhirnya gue beli juga tuh katalog, kebetulan juga katalognya anget-anget baru keluar wkwkwk.

Keesokan harinya Windi yang langsung semangat 45 gitu promosiin dagangan gue, anak-anak kelas pada disuguhin katalog baru. Dan Alhamdulillah berkat jiwa sales yang terpendam ditubuh gue akhirnya gue bisa ngebujuk, ngeyakinin en ngerayu anak-anak kelas buat beli dagangan gue. Dihari pertama ada 5 orang yang order termasuk juga gue yang beli tas wkwk. Buat ngerayu en mengundang selera beli temen-temen gue kasih diskon 10% ke mereka, nah gegara diskon ini nih akhirnya banyak yang order di gue. Hari selanjutnya ada lagi temen gue yang order, sampe temen kakak gue yang sering maen ke kosan juga gue jejelin katalog. Enak tau kalo belanja sama gue, bisa konsultasi juga ini cocoknya gimana? bagusnya yang mana? dan bla bla bla. Sekitar seminggu ini gue jualan lumayanlah uangnye bisa gue pake buat nabung. gue pen belli Lighstick soalnye, serah deh akhirnya mau nonton konser apa kagak yang penting ada dulu aja.

semua jeripayah gue seminggu ini juga gak lepas dari temen gue yang bantu promosi, temen gue yang belanja ke gue, sama temen gue yang menginspirasi buat berbisnis di kelas. Eits di kelas bukan cuma gue yang bedagang loh, tapi banyak en macem-macem. Ada yang jualan susu pelangsing, gue jualan barang-barang sophie, coklat, jilbab & baju batik, dan gorengan. Mereka bener-bener mengispirasi gue buat ikutan berbisnis buat nambah-nambah jajan. Dan alhamdulillah anak-anak kelas gue dukung banget apa-apa yang gue lakuin juga yang temen-temen gue jual. Buktinye gak nyampe 15 menit jualan gorengan temen gue langsung ludes, bahkan yee mereka nanya duluan "sista bawa gorengan gak? gue laper nih?" bener-bener mereka gak ada yang merendahkan sedikitpun bahkan kita bantuin temen-temen jualan juga soalnya kan barang yang dijual tiap orang beda-beda jadi gak ada rasa iri.Usut-punya usut katanya temen gue yang jualan gorengan bangunnye subuh-subuh banget buat bikin gorengan terus diplastikin atu-atu, duh bener-bener dia mengispirasi banget. Hahaha gue jadi inget dulu juga pernah jualan masker lumpur di kelas.

jadi yang mau ikutan jejak gue buat berbisnis di kelas, kalo menurut gue yah pinter-pinter liat peluang terus jangan malu jangan takut dihina toh kita jualan juga kan barangnye halal wkwkwk lumayan loh duitnya bisa buat tambahan, kita bisa beli barang-barang keperluan pribadi tanpa bergantung ke orangtua. wkwkwk

Semoga cuap-cuap gue ini bermanfaat dan buat yang udah baca gue makasih banget eapps <3
@Taepaw

Jumat, 04 April 2014

We are Fangirl, We are Different



Annyeong haseyo~~~ /jogged ring ding dong

SWC III Live in Mexico
Kali ini gue mau bahas tentang fangirl, tapi ini lebih ke Shawol sih kayanya soalnya gue pan shawol. Dan gak tauw juga kenapa gue pake kata “we” yang artinya “kita” perasaan ini yang nulis gue yah suka-suka gue sih mau nulisnya gimana hahaha. Mungkin abis baca ini ada yang ngerasa senasib ato beda-beda tipis lah jadi mungkin tulisan gue mewakili perasaan beberapa fangirl termasuk diri gue sendiri. Disini gue bakal lebih banyak curhatnya dari pada pidato dan segala macem sih, berbagi pengalaman dan yah beberapa kesan dan pesan tentang ke-fangirl-an gue. 

Jadi ceritanyakan gue shawol, sukanya sama SHINee. Dan semenjak kuliah ini gue ngerasa kehidupan fangirl gue terganggu. Udah rahasia umum kalo hidup fangirl selalu diganggu non-fangirl yang suka usil ngurusin dan ngerempongin kehidupan fangirl. Kadang gue heran sendiri kenapa sih mereka anti banget sama Korean fans? Banyak loh diluar sana orang-orang yang bahkan lebih maniak sama suatu hal kaya doraemon, spongebob, artis lokal, artis-aris mancanegara, bahkan india sekalipun, nah kenapa fangirl yang selalu dikritik, kena bash, bully… kenapa? Wae????

Udah banyak pengalaman dimana gue dirempongin sama non-fangirl, mulai dari zaman nenek moyang sampe zaman smartphone ada-ada aja temen yang marahin ato ngomong yang bikin gue serasa mau nangis. Berikut alasan kenapa gue milih jadi fangirl…

Pertama, semenjak jadi fangirl gue jadi rajin nabung, nabung buat dapet apa yang gue pengen tanpa nyusahin ortu. Tapi kenapa saat gue gencar-gencarnya menabung non-fangirl malah bilang “buat apa sih nabung toh mereka gak bakal tauw apa yang lo lakuin” “buat apa nabung nonton konser paling mereka keliatan segede upil, lo gak bisa foto bareng, peluk apalagi cium” “buat apa nabung capek-capek buat beli album yang harganya mahal banget, mending lu beli baju sepatu bla bla bla, album juga tar disimpen-simpen, ngabisin duit gak berguna” “buat apa nabung ampe nahan laper nahan jajan? Suatu hal yang bener-bener bodoh”. Gue sendiri gak tauw kenapa gue mau berkorban cuma buat dapet barang-barang yang kata mereka gak penting, tapi nyatanya 1 barang tentang 5 lelaki tampan yang bersinar itu bahkan berharga dari apapun, gue gak punya alasan yang pasti tentang itu walau gue berpikir sedemikian rupa, semuanya ngalir gitu aja dan gak bisa dijelasin dengan kata-kata. Apa yang lo beli dengan uang sendiri pasti rasanya beda. Iya kan?. Suatu hari ketika dosen gak masuk karena sesuatu hal gue pulang cepet dan itu masih jam 10, gue masih bisa pulang dan tidur atau ngerjain tugas, tapi temen-temen gue ngajakin makan diluar, jujur gue rada berat ngikutin kata mereka tapi temen-temen gue maksain gue buat pergi jadi akhirnya gue ikut aja. Waktu itu gue gak ada uang, jujur gue gak ada uang…. Uang jajan buat hari itu udah habis, yang ada cuma uang jajan gue buat hari-hari berikutnya. Karena udah terlanjur pergi akhirnya gue cuma pesen minum :’ mungkin terkesan pelit tapi pikiran gue berbeda… gue lebih milih keluar uang banyak buat beli SHINee stuff dan itu rasanya bakal asdfghjkl banget, seneng dan puas banget. Gue bener-bener nyesel hari itu… gue janji gak bakal tergoda lagi, ok mungkin sekali-sekali gue bakal ikut tapi gak tiap hari karena gue bukan orang kaya yang bisa nongkrong-nongkrong setiap hari. Ini beneran gue gak boong, tiap ngumpul bareng temen rasanya ada yang hilang, gue kehilangan waktu buat SHINee dan gue ngerasa asing, SHINee dan shawol itu sumber energy gue, bagian terpenting dalam kehiduapan gue lebih dari sekedar temen nongkrong. Hello nongkrong di teel lebih asyik dan gratis dan lo gak perlu dandan cantik-cantik, cukup pake baju tidur sambil ngangkang-ngangkang (sssttt lu jangan yadong) di atas kasur ato jungkir balik juga bisa, siapa yang peduli???? Hidup ini BEBASSS.

Kedua, sejak gue jadi fangirl gue tau apa itu cinta. Seorang yang bahkan gak pernah pacaran bisa ngomongin masalah cinta-cintaan? Mungkin gak masuk akal atau dibilang sok berpengalaman, tapi satu yang pasti mencintai bias bahkan gak semudah mencintai apa yang bener-bener ada didepan mata kepala lo. Ketika cewe biasa tiap hari nanya dan ngecek keadaan namching nya, gue fangirl cuma bisa stalk fansite, fanbase, dan situs-situs diinternet…. Gue gak bakal dapet jawaban yang pasti. Ketika cewe biasa bakal marah bahkan berani mutusin namching nya kalo ketauan selingkuh atau deket sama cewe lain, gue fangirl cuma bisa nahan hati, gigit jari, dan nahan air mata. Gue gak bisa berbuat apa-apa, mereka gak kenal gue, mereka gak denger suara gue, dan yang gue lakukan cuma bertahan dan tetep percaya kalau hati mereka cuma buat para fans. Bodoh? Mungkin orang lain bilang begitu tapi ini perasaan gue, segimanapun kelakuan idol gue tetep dukung dan bisa berdoa buat yang terbaik. Gak kebayangkan sebesar apa rasa cinta seorang fangirl?? Rasa yang gak bisa dilukiskan dengan apapun. Rata-rata temen gue udah punya pacar dan mereka tiap hari saling berbagi pengalaman tentang mereka dan pacarnya, sebutlah gue jomblo, orang luar bab yang gak bisa ikutan nimbrung kalo ngomong gituan. Tapi gimana yah…….. gue gak ngerasa jomblo, gue gak terganggu dengan status gue yang gak punya pacar. Dimata gue bias bahkan lebih dari seorang pacar, mereka itu inspirator, pacar, sahabat, bahan bully-an (?), papa mama kakak sodara emak adek dedek bayi (?), dan yang lebih penting lagi mereka itu sosok MASA DEPAN buat gue. Gak ada yang bisa yang bisa kaya bias… kedudukan mereka udah kokoh dihati gue, anti gempa anti badai anti tsunami (kaya iklan produk semen). Door.

Ketiga, semenjak fangirl gue terbiasa dengan orang-orang yang gue sebut “orang jahat” gue jadi lebih sabar. Mereka yang hobi ngebash gue yang suka marahin dan ngatain gue bodoh Cuma gegara bias, apapun itu gue Cuma bisa sabar karena mereka gak bakal ngersaiin apa itu dunia fangirl sebelum mereka ngerasain sendiri.

Keempat, semenjak fangirl gue jadi tau mana yang temen mana yang fake friend. Jujur aja di dinia nyata gue gak punya banyak temen, gue gak bisa berinteraksi dengan baik dengan lingkungan sekitar. Gue gak mudah bergaul, gue cuma bergaul sama anak-anak yang sefandom, dan pada kenyataannya gue adalah SENDIRI. Temen-temen gue didunia nyata cuma sekedar temen, buat ngobrol paling lama 1 jam atau temen yang selalu gue dengerin curhatannya. Disini harus dicatet gue itu kesepian…. Gue gak punya temen shawol yang bisa diajak curhat masalah kpop. MEREKA SELALU NYALAHIN GUE KALO GUE CURHAT GALAU TENTANG SHINee, MEREKA GAK PERNAH NGERTI GIMANA PERASAAN GUE DAN MEREKA MENYEPELEKAN PERMASALAHAN INII /gebrak meja biar hebring\. Teel satu-satunya tempat gue bersandar dan melepaskan penat, melepaskan semua masalah duniawi gue yang absurd banget kaya muka om sooman, di teel selalu ada kejutan dan hiburan yang bikin gue bahagia berada di dunia kecil sederhana bernama SHINee WORLD.

Kelima, semenjak fangirl gue jadi putih (?) hahaha ini karena gue jarang keluar rumah gegara sibuk fangirlingan dikamar.

Udah 5 fakta yang gue bahas kali ini, mungkin banyak lagi dan yang ini adalah bagian-bagian penting. Intinya sih fangirl itu berbeda dan gak bisa dinilai kalo Cuma dilihat dari luatnya doing, fangirl itu berbeda. Jalan pikiran mereka berbeda dari manusia biasa. Fangirl itu orang yang berani terbang tinggi bersama mimpi walau mereka tauw pada suatu saat mereka akan jatoh tapi itu gak mengurungkan sedikitpun keberanian mereka buat nimbus langit biru……. Fangirl itu berwawasan global mereka melihat dunia ampe keluar batas pikiran manusia biasa. Mereka punya segudang mimpi gila yang bikin hidup jadi berwarna. Bahkan pada kenyataannya fangirl lebih kuat dari batu karang……… lebih lembut hatinya dari pada salju. Fangirl itu berbeda. WE ARE FANGIRL, WE ARE DIFFERENT :’