Gini nih nasib jadi anak sekolah, tiap tahun ajaran baru kudu daftar ulang supaya nama kita terdaftar sebagai siswa SMA, oke oke daftar ulangnya kagakk ada masalah tapi yang bikin darah gue mendidih ntu gurunya yang angker. Kalo lagy diem mah kayak guru2 berwajah polos en baik hati selangit en menyejukan jiwa, TAPI kalo udah ngomong hadeeehhh jangan ngarep kalo umur kita nyampe besok subuh. Kalo ngomong 1 kata tanduk kanan keluar, 2 kata nyusul tanduk kiri, 3 kata tumbuh ekor, 4-13 tuh tumbuh kuku-kuku kuntilanak satu persatu. Nah kalo udah ngomong ampe 1 paragraf menjelmalah ia jadi seekor (kan pake ekor) Devil :) (alias) tuh guru killer banget*penjelasannya kepanjangan faw.
Bu guru yang satu ini punya tempat khusus, kyk semacam ruangan githu hhmm paling ukurannya 2x5 meter kale yah *gw lupa ngukurnya. Coba loe bayangkan kotak tempat jual karcis sirkus yah semacam itu lah kira2*kasian yang gag pernah nonton siskus pasti dia kagakk bisa bayangin, yaudah bayangin loket2 karcis ajah dech. Tuh tempat persembunyian queen of devil itu makanya gue sebut dengan KOTAK ANGKER.
Nah tadi itu kayak orang sakaratul maut gue di sana, gue gag yakin kalo gue masih bisa membuka mata sampe besok pagi. Ceritanya jadwal daftar ulang untuk kelas 11 tuh hari selasa, nah guenya malah daftar hari rabu. Ada tuh temen gue diBOM abis-abisan ma tuh guru tapi akhirnya dia dicatet koq eh pas giliran gue malah guenya di usir “kelas berapa nak?” ucap sib u guru LEMBUT. “11 bu” gue jawabnya pake tampang polos gitu. “kamu yah bener-bener, anak kelas 11 itu daftarnya kemaren, disiplin donk nak,,, udah sana tunggu ajah sampe anak kelas 10 daftar, kamu belakangan”*electric SHOCK gue dengernya. Padahalkan gue dateng pagi2 en paling awal, masa harus nunggu adek2 kelas selesai semua sih??mau pulang taon berapa gue kaloo gini???
60 menit berlalu dengan kesabaran yang eXtra gue nunggu, untung ajah tadi pagi gue mandinya bersih2 kaloo nggk kan bisa jamuran gue. Eh dateng tuh mamanya temen gue ke sekolah trus maen nerobos antrian pake acara pura2 kepepet lagy*in nih tante masih pagy tan, yang dagang ikan asin belom buka. Langsung dech si tante ngasih kartu sama raport anaknya ke si buguru. Abis itu maen pergi ajah.MULUS-LANCAR-AMAN-SENTOSA-SEJAHTERA. Nah GUEEE????????? Udah nunggu berdiri di sini sendrian ampe kaki gue kram di usir mulu suruh nunggu sampe nih adek2 kelas gue pada selesai, si tante rumpi????? Langsung dilayani, padahal dia lebih telat dari pad ague. Dalam hati gue berkata “udah salah jadwal masih berani telat, mati aja lo sana tan”. Eh eh eh trus om2 ortunya temen gue yang laen datang lagy, di layani lagy*KALO GINI CARANYA GUE SURUH BONYOK GUE YANG DAFTAR DECH.
Endingnya gue liatin tuh guru ampe mata gue bleber kemana-mana, mungkin tuh orang ngerasa en akhirnya ngebiarin gue mendaftar. Mana dia diem ajah lagy tanpa banyak bacot. NAH TERUSS TADI NGAPAEN NYURUH GUE NUNGGU AMPE 90MENIT dan sekarang lo nyatet nama gue tanpa komentar, ngapaen lo ngusir2 gue tadi ha kalo akhirnya lo bakal diem gini???? WAH CARI PERKARA NIH orang.#mati aja lo sono….
*ADA SAATNYA BESOK GUE BALES DENDAM BUK !!!^^)’’
Selasa, 26 Juni 2012
Senin, 25 Juni 2012
I choose to love you (part IV-END)
I choose to love you (part IV- END)
Seminggu setelah pertemuan itu Minho dan Hana sudah tak
saling bertemu lagi, namun mereka masih berkomunikasi melalui SMS dan jejaring
social. Minho merasa nyaman berteman dengan Hana. Hubungan mereka juga bisa
dibilang mesra karena Minho memanggil Hana dengan sebutan “yeobo” tanpa sepengetahuan Taemin tentunya. Sedangkan hubungan Hana
dan Taemin sudah seperti tikus dan kucing yang tak pernah akrab, mereka juga
berkomunikasi melalu media handphone J
Mengenai kejadian ciuman itu, Taemin sudah memaafkan Minho,
tapi karena Minho sudah terlanjur dekat dengan Hana maka ia sudah tak
menghawatirkan kejadian itu terjadi lagi. Minho sudah menekankan pada Taemin
bahwasanya orang yang paling ia cintai adalah Taemin, mengenai hubungannya dan
Hana hanyalah sekedar teman atau mungkin kakak dan adik. Entahlah. Yang jelas
bukan hubungan special karena yang special dihati minho adalah seorang Taemin.
Tepat di hari minggu Minho dan Taemin memutuskan untuk
berkunjung ke rumah Hana, kebetulan orangtua Hana sedang pergi keluar kota dan
ia sendiriian di rumah. Tapi kali ini Minho pergi lebih dulu dari pada Taemin.
Mereka memutuskan untuk bertemu di rumah Hana saja.
“ha oppa kau sendiri mana si cantik?”
“kau ini, ingat dia itu kekasihku. Nanti juga dia datang
kami sudah janjian disini”
Akhirnya Minho dan Hana memutuskan menunggu Taemin di kamar
Hana, Hana biasa mengajak teman-temannya ke kamar karena luas kamarnya yang
sudah seperti rumah ada ruang tamu, perpustakaan, dan bahkan kamar tempat ia menyimpan
baju-bajunya, jadi tak heran kamar merupakan wilayah teritorialnya.
Mereka asyik bercaka-cakap dan bersenda gurau. Tiba-tiba
Hana kehilangan keseimbangan ketika sedang memperagakan tarian konyol yang ia
ciptakan sendiri. Ia terjatuh ke atas tubuh Minho. Mereka saling menatap untuk
beberapa detik, lagi-lagi Minho terhipnotis oleh pesona Hana. Minho membalikan
posisi hingga ia tepat berada di atas tubuh Hana. Kemudian perlahan-lahan ia
membelai rambut Hana, kemudian tangannya beralih membelai pipi Hana yang
lembut, ia begitu menikmati pemandangan didepan matanya. Hana tampak seperti
boneka bernyawa bola matanya yang besar sungguh membuat Minho terpesona.
Semakin lama wajah keduanya semakin dekat dan pada akhirnya Minho mendaratkan
ciuman hangat di bibir Hana. Beberapa detik kemudian mereka kembali ke awal,
saling memandang satu sama lain. Di detik yang sama Taemin datang dan
menyaksikan pemandangan itu. Air matanya berlinang dan tak terbendung. Akhirnya
Minho dan Hana tersadar, mereka segera menganti posisi untuk duduk namun karena
paniknya ketika mereka hendak duduk siku Minho membentur daerah sekitar mata
Hana. Minho langsung memeluk Hana erat-erat karena ia tahu itu pasti sangat
sakit.
Disisi lain Taemin tak tahan melihat kenyataan didepan
matanya ia memilih pergi meningalkan Minho dan Hana. Tapi Minho tak setega itu
ia meraih tangan Taemin dan menggenggamnya erat-erat. Pemandangan yang sangat
dramatis disisi lain Minho memeluk Hana erat-erat dan disisi lainnya ia
menggenggam tangan Taemin begitu kuat.
Hana sadar Minho bukanlah miliknya, segera ia melepaskan
pelukan Minho. Taeminpun tahu kalo ini yang harusnya terjadi Minho harusnya
bersama seorang gadis, bukan lelaki seperti dia. Kali ini hati dan otak Minho
tak sejalan ia benar-benar bimbang dan tak tahu harus bagaimana.
“hyung, aku tahu
dan aku sadar harusnya kau bersama Hana. Mulai hari ini hubungan kita cukup
sampai disini”
“tidak. Kalian harusnya tak berakhir begini. Aku yang
salah. Maafkan aku sudah merusak hubungan kalian. Aku benar-benar minta maaf”.
Sedikit demi sedikit butiran air mata menetes di pipi Hana yang lembut.
“sudah tidak ada satupun diantara kalian yang salah. Disini
aku yang bersalah aku yang menduakan kalian. Aku pantas menerima akibat dari
apa yang telahku perbuat”. Minho tak tahu harus berkata apa lagi.
Hana menyentuh dada Minho “ikuti kata hatimu oppa”.
“baiklah aku putuskan untuk memilih HANA, Taemin aku yakin
ini jalan yang terbaik. Suatu hari nanti kau akan menemukan cinta sejatimu”
ucap Minho tegas.
Taemin POV
Aku tak tahu apa yang sedang kulihat. Air mataku lagi-lagi
tumpah tanpaku sadari. Inilah yang serarusnya dilakukan Minho, berciuman dan
bermesraan dengan seorang wanita. Bukannya malah berpacaran dengan lelaki
sepertiku. Aku tahu itu, aku tahu apa yang seharusnya terjadi. Namum kenyataan
ini hanya membuatku sakit. Dan sekarang aku tahu semua yang dirasakan Minho
selama ini. Aku juga tahu Minho tak bermaksud melampiaskan kesakitanya padaku.
Aku tahu dia menyayangiku. Tapi sebesar apapun cintanya padaku sejatinya Minho hanya
akan mencintai wanita karena ia adalah lelaki normal.
“aku tahu ini akan terjadi. Maafkan aku menganggu
moment-moment indah antara kelian berdua” aku segera pergi meninggalkan Minhon
dan Hana, tapi Minho menggenggam tanganku begitu erat. “sudalah Minho lupakan
saja aku, toh jika kau bersamanya dengan sendirinya namaku lenyap dihatimu,
lepaskan aku”
“tidak, kau tak boleh pergi chagi”
“jangan panggil aku seperti itu. Kumohon lepaskan aku”
ucapku sekali lagi menegaskan.
“SUDAH. Cukup. Ini semua salahku. Kumohon tinggalkan aku. Aku tak mau kita jadi
begini. Kalian seharusnya bersatu selamanya tapi karena aku akhirnya jadi
begini.” Ucap Hana penuh emosi. Raut mukanya menggambarkan gores penyesalan dan
rasa bersalah. Tapi aku terlanjur sakit, aku putuskan untuk mengakhiri
semuanya.
“Minho, siapa yang kau pilih??” ucapku datar pada Minho.
Kali ini aku butuh penegasan dari Minho.
“baiklah aku putuskan untuk memilih HANA, Taemin aku yakin
ini jalan yang terbaik. Suatu hari nanti kau akan menemukan cinta sejatimu”
ucap Minho tegas.
Ha, aku sudah menduganya dari awal. Jadi segera kulepaskan
paksa tanganku dari genggaman Minho dan pergi meninggalkan mereka berdua. Aku
sudah menyiapkan mental dari awal. Maka dari itu aku pergi tanpa dendam dan
berharap mereka bahagia selamanya.
Taemin POV END
***
Tiga bulan kemudian
Minho masih berhubungan baik dengan Hana, mereka berada di
satu universitas yang sama sekarang. Mereka pasangan yang terkenal mesra dan
harmonis dikalangan teman-temannya. Hubungan keluarga keduanya juga sangat
harmonis. Ini adalah kali pertama Minho menjalani hubungan yang usianya lebih
dari sebulan. Mengenai Taemin, setelah tiga bulan menghilang ia kembali membawa
setangkai bunga mawar kerumah Hana dan meyerahkan bunga itu pada Hana,
“anggaplah ini tanda ucapan selamatku atas hubunganmu
dengan Minho”
“gomawo, kemana
saja kau tiga bulan ini? Kau tahu Minho sangat mengkhawatirkanmu, ia kira kau
pergi ke Namsan Tower dan bunuh diri disana” Hana selalu pandai menghangatkan
suasana.
“aku mencari cinta sejatiku”
“mana cinta sejatimu?”
“nanti kau akan tahu Hana, sebentar lagi ia akan kesini
bersama Minho”
“Minho???”
Beberapa menit setelah mereka asyik mengobrol seorang
datang dan langsung menerobos masuk ke rumah Hana tanpa permisi
“ohhh eonnie,
whoa you look so beautiful. You like a
Angel” ucap gadis cantik nan lucu itu tiba-tiba sambil memeluk Hana
“yak…aku adalah
Angel, bukan Hana. Dia adalah jelmaan Evil” potong Taemin semangat.
“ah siapa kau??” Hana heran melihat tingkah pola gadis ini.
“teganya dirimu eonnie,
bahkan kau tak mengenali calon adik iparmu sendiri. Oh satu lagi kenalkan ini
Taemin kekasihku”
“oh my god, jadi
tak lama lagy kita adalah satu keluarga??”
Cinta memang datang dan pergi seperti angin, cinta juga
datang dari hati satu ke hati lain tanpa pandang siapa yang ia singgahi.
Terkadang cinta hadir dalam keadaan yang berbeda, bahkan pada orang-orang yang
tak terduga yang akhirnya menyatukan kita dalam suatu keluarga.
THE END
THE END
I choose to love you (part III)
I choose to love you (part III)
AuthorPOV
Kali ini minho pergi sendiri tanpa ditemani Taemin, ia
pergi kesalah satu bioskop favoritnya. Ia biasa pergi dengan Taemin tapi kali
ini anak itu disibukan dengan urusan sekolahnya.
Terasa lengannya di colek-colek oleh seseorang Minho
langsung melihat keaarah lengan kanannya dan terlihatlah sosok gadis yang
mukanya sangat tidak asing lagi sedang menyinarinya dengan cahaya handphone.
“ah oppa, apakah benar kau oppa yang ku temui kemarin di mall bersama lelaki cantik itu??
“ah oppa, apakah benar kau oppa yang ku temui kemarin di mall bersama lelaki cantik itu??
“ah ia benar. Sedang apa kau disini??”
“tentu saja menonton oppa hehe J, mana lelaki cantik itu dia
tak ikut bersamamu?”
“tidak. Dia sedang ada urusan. Oh ya aku Minho. Siapa
namamu?”
“kenalkan aku Hana” mengulurkan tangannya pada Minho.
Sebenarnya ia tak ingin terjadi kontak langsung dengan
gadis ini tapi tak enak rasanya jika mengabaikan uluran tangannya. Minho
menjabad tangan Hana kali ini benar-benar nyata, jantungnya berdegub lebih
kencang dari biasanya. Ah tidak mungkin
aku jatuh cinta pada anak ini, aku bahkan baru mengenalnya. Rasa apa ini??
Ucap Minho dalam hati. Entah mengapa tangannya enggan melepaskan genggaman
gadis ini. Setelah lama menggenggam tangan Hana
tanpa sadar Minho menarik tangan Hana dan mengecup bibir mungil gadis
itu, sekitar lima detik otaknya tak bisa diajak kompromi. Ini benar-benar
diluar kehendaknya semua itu dilakukannya tanpa sadar. Setelah ia melepaskan
ciumannya tampak Hana sudah mematung tak bergerak. Minho benar-benat kalut dan
salah tingkah. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu di hatinya.
“maafkan aku Hana. Aku sungguh…”
“tidak. Ini bukan salah siapa-siapa. Lupakan saja”
Keduanya benar-benar melupakan kejadian itu. Setelah
menonton akhirnya mereka putuskan untuk makan sebentar di café dekat bioskop
itu.
“oppa si lelaki cantik itu, apa benar dia adikmu? kenapa
kalian tidak mirip?”
“dia…dia Taemin,, dia..kekasihku Hana”
“oh ya? Kenapa kalian bisa berpacaran, bagaimana
ceritanya??”
Minho heran melihat Hana yang tak merasa aneh atas
penjelasan Minho tadi tak ada ekspresi kaget di wajah gadis ini “ceritanya
panjang, awalnya aku hanya iseng”.
“lalu sekarang? Apa kau benar-benar mencintainya?”
“sepertinya begitu” Minho tersenyum samar.
“lalu kenapa kau menciumku?? Apa kau juga menyukaiku?” ucap
Hana polos.
“ah?.....” Minho hanya diam dan berusaha menyembunyikan
wajahnya yang sudah memerah.
“oppa lain kali datanglah ke rumahku, sekarang aku harus
pulang eomma menyuruhku pulang karena
ia sendirian di rumah. Bye oppa.
Rumahku selalu terbuka untukmu”. Hana meninggalkan kartu nama dan berlalu
meninggalkan Minho.
***
Minho mengambil dompet disaku belakangnya, kemudian
memasukan kartu nama itu kedalam dompetnya. Entah apa yang ia lakukan barusan,
sungguh ini adalah hal tergila yang pernah dilakukannya, mencium gadis yang ia
kenal sekitar 2 jam lalu. Rasa menyesal menyelinap kepikirannya, ia merasa
sangat bersalah pada Taemin, ia yang memulai hubungan ini, betapa sakitnya hati
Taemin jika ia tahu bahwa Minho berselingkuh dengan gadis lain dibelakangnya.
Dengan langkah gontai Minho berjalan menuju apartemennya.
Rasa bersalah masih saja menghantuinnya. Ketika ia tengah berjalan di trotoar
dekat bioskop itu, Minho melihat sesosok yang sepertinya ia kenal disebrang
jalan, seseorang berambut pirang, berkulit putih, tinggi kurus, dan tentunya
cantik, tak lain orang itu adalah Taemin. Tapi Taemin tak sendiri, ia tampak
berjalan terhuyung bersama tiga orang lainnya, dan itu lelaki. Mereka menaiki
mobil dan segera pergi. Minho merasa ada yang aneh, ia memutuskan mengikuti
mobil itu.
Minho kenal betul, ini adalah jalan menuju rumah Taemin.
Ternyata dugaannya benar, Taemin dan tiga orang lainya menuju rumah Taemin,
tapi apa yang mereka lakukan??? Akhirnya Minho memutuskan mengikuti Taemin dan
teman-temannya hingga akhir.
Pintu rumah Taemin telah ditutup, tak ada yang bisa
dilakukan selain menguping didepan pintu rumah Taemin. Setelah beberapa lama
Minho menguping disana, ia mendengar suara desahan Taemin, suara itu kemudian
semakin keras dan keras, diiringi dengan suara tawa teman-teman Taemin. Minho
shock, ia tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana hingga Taemin mendesah-desah
hebat. Tak ada hal yang bisa dilakukan selain mengetuk pintu. Alhasil Minho memberanikan diri mengetuk pintu itu.
Beberapa detik kemudian Taemin membuka pintu rumahnya.
“h..hh..hyung???
apa yang kau lakukan disini??” ucap Taemin tergagap
“apa yang kau lakukan Taemin? Siapa mereka?”
“ah.. mereka teman-temanku”
“hebat sekali kau membawa teman lelakimu ke rumah tanpa
sepengetahuanku, apa yang kau lakukan disini?”
“aku hanya bermain dan mengobrol, tak ada apa-apa”
“BOHONG” ucap Minho penuh emosi.
“apanya yang bohong? Kau kira aku ini dirimu ha? Kau yang
bohong hyung. Selalu sibuk dengan
urusan kuliahmu, tapi diam-diam kau berkencan dengan wanita aneh itu. Kau pikir
aku tak tahu? Kau pikir aku ini apa, kau selalu bilang kalau hatimu terluka
karena diperlakukan seperti boneka usang oleh para gadis-gadis, sekarang kau
memperlakukanku persis seperti boneka usang hyung,
kau pikir sekarang aku sedang bersenang-senang, aku hanya sedang melupakan
kesedihanku, apa salah kalau aku membawa teman-teman ke rumah untuk sekedar
bermain dan bersendagurau agar aku bisa melupakan sejenak apa yang aku lihat di
bioskop tadi. Kau berciuman dengan wanita aneh itu. Kau menciumnya Minho.
Bibirmu dan bibirnya melekatkuat seperti tentakel gurita yang menempel dikulit
manusia. Dan sekarang kau menudingku berbohong??? AKU KECEWA padamu Minho” Ucap
Taemin lancar. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang lembut. kini
air mata itu semakin deras dan terus mengalir tanpa henti membasahi pipi
Taemin.
“MIANHEYO, JEONGMAL
MIANHEYO CHAGI. Aku yang salah, semuanya salahku. MIANHEYO” Minho memeluk erat tubuh mungil Taemin, ia begitu disiksa
rasa sesal sekarang. Betapa kejamnya dirinya. Orang yang ia cintai itu Taemin
bukan Hana.
Kini tiga orang teman Taemin terpaku melihat pemandangan
yang begitu mengharukan itu.
***
BERSAMBUNG ^^)"
I choose to love you (part II)
I choose to love you (part II)
Taemin POV
Oh god apa-apaan ini, tiba-tiba seorang
wanita aneh datang melumuri bajuku dengan ice cream, lalu sekarang ia memakiku.
Sungguh tindakan keterlaluan, wanita ini sungguh membuatku marah,
berani-beraninya ia memakiku di depan Minho. Kalau aku kalah dengan wanita
pendek dan aneh ini betapa malunya aku sebagai seorang lelaki. Begini-begini
aku tetap lelaki yang tak boleh kalah melawan wanita, apalagi kalo wanita itu
adalah si pendek dan aneh ini.
Liat
penampilannya sangat kekanak-kanakan dengan rambut pendek seperti “dora the
explorer” bajunya yang seperti anak TK. Sungguh sekalipun aku putus dengan
Minho aku tak akan merelakan Minho dengannya. Ha ha ha dan aku rasa Minho tak
mungkin menyukai wanita seperti ini. Aku tahu persis selera Minho, ia menyukai
wanita yang lembut, elegan, dan berambut panjang. Berbeda dengan wanita ini
sangat kasar dan seenaknya saja.
Segera
kumaki balik wanita ini “dasar kau gadis, lihat penampilanmu yang tak
ada bedanya dengan anak TK, beraninya kau berteriak padaku setelah apa yang kau
lakukan”.
Bukannya
minta maaf ia malah menyerang Minho-ku, mengatakan aku namja cantik pula. jangan-jangan ini taktik agar dia bisa mendekati
Minho-ku. Dasar wanita licik harus ku beri kau pelajaran “heh kau aku
peringatkan satu kali saja JANGAN KATAKAN KALAU AKU CANTIK karena aku lelaki
keren” ucapku berapi-api. Sungguh orang seperti ini tidak bisa dibiarkan.
Tapi ada yang aneh disini, Minho terlihat pucat ketika
wanita ini berteriak pada Minho. Aku rasa Minho baik-baik saja hari ini, dan
tak mungkin ia sakit mendadak. Oh mungkin karena ia shock mendengar suara
melengking wanita aneh ini. Aku mencoba menghindari kenyataan-kenyataan pahit
yang mungkin terjadi dengan menyimpulkan bahwa Minho sedang tidak enak badan.
Tatapannya pada wanita ini sungguh hangat dan tampak penuh cinta, anak TK yang
melihatnya saja pasti tahu akan hal ini. Tapi apa mungkin dugaanku ini benar.
Wanita ini bukan tipe ideal Minho-ku, dia sangat kasar dan serampangan.
Oh god kumohon
jangan sampai itu terjadi. Hatiku mulai resah.
Taemin POV END
***
Author POV
Minho dan Taemin berjalan mengelilingi mall tempat biasa
mereka menghabiskan waktu. Sudah seminggu mereka menjalin hubungan terlarang
itu. Minho tampak bahagia dan menikmati harinya dengan tenang dan ceria begitu
juga Taemin, begini juga tidak buruk.
Mereka berjalan menuju arena bermain, berjalan dengan
santai dan penuh semangat. Tiba-tiba seorang gadis yang tak lebih tinggi dari
Minho sedang membawa ice cream dan*dug
gadis itu menabrak Taemin dan menumpahkan ice cream yang sedang digenggamnya ke
baju si lelaki cantik itu.
“ya… apa yang kau
lakukan?” Taemin berteriak pada gadis itu, darahnya naik ke ubun-ubun melihat
bajunya yang berlumuran ice cream rasa strawberry.
“hey kau, berani-beraninya berteriak padaku, kau pikir aku
sengaja menabrakmu ha? Hm awalnya aku ingin minta maaf tapi melihat kelakuanmu
aku jadi enggan meminta maaf”
“dasar kau gadis, lihat penampilanmu yang tak ada bedanya
dengan anak TK, beraninya kau berteriak padaku setelah apa yang kau lakukan”.
“hey oppa kau ini Hyung
si yeppeun
naamja ini kan? Apa kau bisa beritahu padanya agar tidak berteriak padaku?
Aku kan sudah bilang aku tidak sengaja” gadis itu bicara sambil menunjuk Minho
dengan telunjuknya yang mungil.
“ha? Iya maafkan dia yah” Minho kaget melihat tingkah gadis
pemberani ini, ia merasakan hal lain ketika melihat gadis ini. Entahlah.
“heh kau aku peringatkan satu kali saja JANGAN KATAKAN
KALAU AKU CANTIK karena aku lelaki keren”
ucap Taemin berapi-api
ucap Taemin berapi-api
“ha?benarkah?aku rasa tidak”. Kemudian gadis itu berlalu
meninggalkan Taemin dan Minho.
Author POV END
***
Minho POV
Mendadak pikiranku buyar melihat pertengkaran Taemin dan
gadis ini. Mereka seperti kucing dan anjing yang sedang berkelahi dengan
gerilya. Aku kagum melihat keberanian gadis ini, dia sungguh gadis yang unik
dimataku. Bicara apa adanya auranya sungguh natural, tak tampak kesan
dibuat-buat dari dirinya. Badanya yang mungil membuatku tergerak untuk
memeluknya, oh tapi aku sadar ada Taemin disampingku, dan aku tahu Taemin tak
menyukai gadis ini.
Ketika ku asyik dengan pikiranku, gadis ini tiba-tiba
menunjukku dengan telunjuknya yang mungil “hey oppa kau ini Hyung si
yeppeun naamja ini kan? Apa
kau bisa beritahu padanya agar tidak berteriak padaku? Aku kan sudah bilang aku
tidak sengaja”. Sungguh aku terkejut, jantungku bekerja lebih cepat bahkan
mungkin mukaku pucat pasih.
Astaga gadis ini sungguh menghipnotisku, bagaimana bisa
tiba-tiba aku tak berkutik ketika seorang gadis berteriak padaku?? Padahal
biasanya aku yang selalu berteriak pada gadis-gadisku. Akhirnya aku hanya
menjawab “ha? Iya maafkan dia yah”
***
Ketika gadis itu berlalu, Taemin memarahiku. Dasar anak ini
begitu manja, membuatku tak berkutik melihatnya. Terkadang Taemin seperti ibuku
sendiri, ia bilang aku “namja pabo”.
Aku tak akan marah kalo yang menyebutku seperti itu adalah seorang Taemin.
Seseorang special dihatiku yang sangat berharga. Angel-ku.
“namja pabo, kau
tahu betapa malunya aku ketika wanita aneh itu berteriak padaku??, dan sekarang
kau hanya bilang ‘maafkan dia yah’ apa itu? Mau di letakan dimana mukaku hyung. Harusnya tadi kau membelaku dan
ikut berteriak pada wanita itu. Kenapa kau tiba-tiba meleleh, apa yang terjadi
padamu tadi. Kau lihat, sekarang mukaku memerah darahku naik ke ubun-ubun
melihat tingkah wanita itu dan kau yang membiarkannya meraih kemenangan.”.
Emosi Taemin meledak-ledak dihadapanku.
“ne chagi, mianheyo”.
Hanya kalimat itu yang bisa ku ucapkan pada Taemin lalu mengacak-ngacak
rambutnya yang lembut, kemudian kulingkari tanganku dipinggangnya dan
mengajaknya pergi. Aku ingin dia melupakan kejadian ini. Aku tak tahan kalau
dia sampai mengoceh yang tak henti-hentinya, kalo itu terjadi hal yang ada
hanya gendang telingaku yang mendadak lumpuh. Dan juga aku sudah cukup bingung
dengan hatiku, ada saatnya bayangan gadis mungil tadi melintas dibenakku. Aku
harap ini bukan pertanda apa-apa.
Minho POV END
bersambung^^
I choose to love you (part I) [fanfictions-Amatir]
Title :
I choose to love you
Author : Ahn Hyun Hyo
Gendre :
romance
Length :
short strory
Rated :
PG-15
Cast : Minho- Choi Minho [SHINee]
Hana [OC]
Taemin- Lee Taemin [SHINee]
I choose to love you
(part I)
Minho POV
Selalu aku yang tersakiti, kenapa
selalu begini. Andai aku bisa berteriak aku akan berteriak sekuat tenagaku. Aku
akan mengumpat menyesali sang pencipta rasa atas segala penderitaan yang
kualami ini. Kenapa harus aku???? Apa yang salah dari diriku???. Aku belajar
menghadapi ujian ini, tapi…. Untuk yang sekian kalinya aku benar-benar jera.
SeoHee wanita yang kupacari tiga
sebulan lalu, ku sudahi saja hubungan ini dengan satu kata PUTUS, kata yang
sangat tidak ingin kuucapkan, kata yang membuat hatiku seakan teriris sembilu,
kata yang mungkin mengakhiri kebahagiaanku dan yang mengawali hari-hari kelamku
sebagai seorang lelaki. Tapi ini pilihan, dari pada nantinya hati ini akan
semakin hancur menjadi serpihan tak berbentuk dan sangat hancur.
Aku menatap cermin didepanku,
seakan banyangan itu menertawakanku. Aku malu, aku sangat malu pada diriku
sendiri. Apa kurangnya diri ku?? Aku cukup tampan jika diukur dengan lelaki
diluar sana, tinggi, putih, postur tubuhku juga atletik. Aku juga punya harta
yang cukup untuk mengajak kekasihku sekadar jalan-jalan ke mall bahkan mungkin
ke luar negri sekalipun. Dan yang paling penting, aku punya cinta yang tulus
untuk para wanita yang aku pacari selama ini. Tapi ini balasan wanita-wanita
itu padaku, mereka mencampakanku dengan berbagai alasan yang tak masuk diakal.
Bahkan yang paling tragis SeoHee, wanita itu menghianatiku demi seorang preman
yang tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan diriku.
Aku tahu kenyataan ini memang
pedih. Yah aku menyesal dan sangat menyesal. Nasi sudah menjadi bubur dan
hatiku terlanjur beku. Katakan saja aku bodoh karena jatuh kelubang yang sama
untuk sekian kalinya. Inilah diriku lelaki sempurna yang cintanya selalu kandas
ditengah jalan, lelaki sempurna yang selalu tersaingi oleh orang-orang lemah
yang tak masuk daftar kriteria seorang wanita. Aku memang bodoh yah.. aku tahu
itu.
Aku rasa mungkin jodohku bukan
wanita, bukan wanita ular yang selalu menyakitiku, membuat tulangku remuk
ketika mereka ucapkan kata PUTUS. Ada baiknya kuberi tahu Taemin tentang hal ini,
kuharap dia bisa membantuku. Yah.. kurasa dia orang yang tepat, Angelku.
Minho POV END
***
Author POV
“KITA PUTUS” sebulan sekali
kata-kata itu terucap dari bibir mungil gadis-gadis yang dikencani Minho. Di
bulan terakhirnya berpacaran Minho yang mengucapkan kata PUTUS pada sang
kekasih, ia benar-benar lelah menjalani kisah cintanya yang salalu berujung
pahit. Akhirnya ia putuskan untuk menumpahkan semua yang ia rasa saat ini pada
sahabatnya Taemin. Sahabat yang selalu ada saat ia membutuhkan dan orang yang
paling mengerti akan hatinya melebihi seorang kekasih. Taemin memang orang yang
tepat menurutnya, ia harap Taemin dapat memberinya sedikit pencerahan.
Minho mengambil ponsel dan
menekan angka 7 sebagai angka pangilan cepat menuju ponsel Taemin. Yah angka 7
adalah angka yang menurutnya angka keberuntungan, angka dimana ia bisa
menemukan sahabat sejati melebihi apapun di dunia ini. Setelah nada sambung
lama berbunyi Taemin disebrang sana akhirnya mengangkat telepon dari Minho.
“yeoboseyo Taemine dimana kau??”
“aku dirumah hyung ada apa?” terdengar suara lembut taemin disebrang sana.
“tak bisakah kita bertemu? Ada yang ingin ku bicarakan denganmu”
“baiklah, kita bertemu di tempat biasa saja”
Heaven café-16.20
“sebenarnya apa yang ingin hyung katakan?” Taemin sangat penasaran
dengan sikap Minho, ia tak seperti biasanya, kali ini ia tampak galau dan
kacau.
“kau tahukan kalau kisah cintaku
selalu berakhir begini? Selalu aku yang tersakiti, selalu ada penghianatan. Aku
putus dengan SeoHee”.
“jadi?” Taemin masih menerka-nerka apa yang sebenarnya
ingin dikatakan Minho padanya. Namun ia tetap mengusahakan agar ekspresi yang
ia pasang tampak tenang dan menyejukan hati Minho. Ia tahu persis kondisi hati
Minho saat ini sedang tidak baik.
“maukah kau menjadi kekasihku? Aku lelah dengan para gadis
yang mengejarku kemudian setelah mereka mendapatkanku aku ditinggalkan begitu
saja. Persis seperti boneka usang”
Taemin terkejut mendengar penuturan Minho, ia yakin tak
salah mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Minho.”Tapi hyung aku…aku…tak mungkin kau
menyukaikukan? Kenapa harus aku?”
“aku tahu permintaanku ini tidak masuk akal tapi aku rasa
ini adalah jalan terbaik agar aku bisa melupakan masa laluku, kau juga sedang
sendirikan? Apasalahnya kita mencoba!” pinta Minho penuh harap kepada Taemin.
“baiklah hyung aku
akan membantumu”
AuthorPOV END
***
Taemin POV
“maukah kau menjadi kekasihku? Aku lelah dengan para gadis
yang mengejarku kemudian setelah mereka mendapatkanku aku ditinggalkan begitu
saja. Persis seperti boneka usang” Ucap Minho padaku.
Aku tak tahu apa yang sedang ia pikirkan aku juga tak tahu
pasti apakah kalimat yang baru saja keluar dari bibirnya yang sexy ini serius
atau tidak. Aku rasa ia hanya putus asa dan asal bicara karena kondisi hatinya
yang sedang labil. Tapi apakah kondisi hati yang buruk dapat mempengaruhi otak
untuk bicara hal yang tak masuk diakal seperti ini?? Bagaimana mungkin aku
menjadi kekasih seorang Minho, lelaki yang sempurna dimataku, lelaki yang
selalu membuatku iri dengan ketampanan dan kebaikan hatinya. Sekarang lelaki
ini menyatakan cintanya padaku. Oh god
apa ini, rasanya kepalaku ditimpa batu besar dan ditimpanya berkali-kali. Apa
yang harus aku katakan pada Minho. Aku bisa saja mengatakan “IYA” tapi
bagaimana hubungan ini selanjutnya? Hubunganku dengannya tidak akan bertahan
lama, hubungan ini akan berakhir setelah ia mendapatkan wanita yang benar-benar
tepat.
Sejenak aku berpikir tentang tawaran ini, tapi entah kenapa
aku senang saat Minho memilihku sebagai pengisi hatinya. Ini memang tidak wajar
dan sangat tidak pantas. Tapi hati dan otakku berkolaborasi menuntunku untuk
mengatakan “IYA”. Aku siap menerima segala resikonya, ini demi Minho-ku orang
yang selama ini hanya dapat kusentuh hatinya dalam diam. Aku mencintai Minho
dan rasa ini sungguh nyata, berulangkali kulupakan rasa ini tapi tetap tak
bisa, dan sekarang saat-saat yang kunanti telah tiba menjemputku, aku tak bisa
menyia-nyiakannya. Lagi pula aku tahu, aku bisa membahagiakan Minho. Demi apaun
aku bersumpah akan membuatnya bahagia.
Setelah berpikir sejenak akhirnya aku mulai mengeluarkan
kata demi kata dengan terbata, aku tak boleh memperlihatkan betapa senangnya
hatiku dan rasanya kini akan meledak. ”Tapi hyung
aku…aku…tak mungkin kau menyukaikukan? Kenapa harus aku?” aku sangat gugup
dan tegang.
“aku tahu permintaanku ini tidak masuk akal tapi aku rasa
ini adalah jalan terbaik agar aku bisa melupakan masa laluku, kau juga sedang
sendirikan? Apasalahnya kita mencoba!” pinta Minho penuh harap kepadaku. Bingo!
Yaps tepat kalimat ini yang kuharapkan melintas dari bibir Minho. Hatiku
benar-benar melayang kali ini.
Kata-kata yang keluar dari mulutku kali ini memang
benar-benar mentukan segalanya, baik tentang hati Minho maupun hatiku. Akhirnya
dengan nada perlahan tapi pasti aku ucapkan kalimat “baiklah hyung aku akan membantumu”.
Ini adalah awal kisah terlarangku dengan Minho yang sangat
kunantikan dari awal pertemuanku dengannya.
Taemin POV END
***
bersambung^^
follow me @TaeHye77_
Langganan:
Komentar (Atom)
