Pink Strawberry Taepaw World: I choose to love you (part III)

Halaman

Senin, 25 Juni 2012

I choose to love you (part III)

I choose to love you (part III)
AuthorPOV
Kali ini minho pergi sendiri tanpa ditemani Taemin, ia pergi kesalah satu bioskop favoritnya. Ia biasa pergi dengan Taemin tapi kali ini anak itu disibukan dengan urusan sekolahnya.
Terasa lengannya di colek-colek oleh seseorang Minho langsung melihat keaarah lengan kanannya dan terlihatlah sosok gadis yang mukanya sangat tidak asing lagi sedang menyinarinya dengan cahaya handphone.
“ah oppa, apakah benar kau oppa yang ku temui kemarin di mall bersama lelaki cantik itu??
“ah ia benar. Sedang apa kau disini??”
“tentu saja menonton oppa hehe J, mana lelaki cantik itu dia tak ikut bersamamu?”
“tidak. Dia sedang ada urusan. Oh ya aku Minho. Siapa namamu?”
“kenalkan aku Hana” mengulurkan tangannya pada Minho.
Sebenarnya ia tak ingin terjadi kontak langsung dengan gadis ini tapi tak enak rasanya jika mengabaikan uluran tangannya. Minho menjabad tangan Hana kali ini benar-benar nyata, jantungnya berdegub lebih kencang dari biasanya. Ah tidak mungkin aku jatuh cinta pada anak ini, aku bahkan baru mengenalnya. Rasa apa ini?? Ucap Minho dalam hati. Entah mengapa tangannya enggan melepaskan genggaman gadis ini. Setelah lama menggenggam tangan Hana  tanpa sadar Minho menarik tangan Hana dan mengecup bibir mungil gadis itu, sekitar lima detik otaknya tak bisa diajak kompromi. Ini benar-benar diluar kehendaknya semua itu dilakukannya tanpa sadar. Setelah ia melepaskan ciumannya tampak Hana sudah mematung tak bergerak. Minho benar-benat kalut dan salah tingkah. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu di hatinya.
“maafkan aku Hana. Aku sungguh…”
“tidak. Ini bukan salah siapa-siapa. Lupakan saja”
Keduanya benar-benar melupakan kejadian itu. Setelah menonton akhirnya mereka putuskan untuk makan sebentar di café dekat bioskop itu.
“oppa si lelaki cantik itu, apa benar dia adikmu? kenapa kalian tidak mirip?”
“dia…dia Taemin,, dia..kekasihku Hana”
“oh ya? Kenapa kalian bisa berpacaran, bagaimana ceritanya??”
Minho heran melihat Hana yang tak merasa aneh atas penjelasan Minho tadi tak ada ekspresi kaget di wajah gadis ini “ceritanya panjang, awalnya aku hanya iseng”.
“lalu sekarang? Apa kau benar-benar mencintainya?”
“sepertinya begitu” Minho tersenyum samar.
“lalu kenapa kau menciumku?? Apa kau juga menyukaiku?” ucap Hana polos.
“ah?.....” Minho hanya diam dan berusaha menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah.
“oppa lain kali datanglah ke rumahku, sekarang aku harus pulang eomma menyuruhku pulang karena ia sendirian di rumah. Bye oppa. Rumahku selalu terbuka untukmu”. Hana meninggalkan kartu nama dan berlalu meninggalkan Minho.
***
Minho mengambil dompet disaku belakangnya, kemudian memasukan kartu nama itu kedalam dompetnya. Entah apa yang ia lakukan barusan, sungguh ini adalah hal tergila yang pernah dilakukannya, mencium gadis yang ia kenal sekitar 2 jam lalu. Rasa menyesal menyelinap kepikirannya, ia merasa sangat bersalah pada Taemin, ia yang memulai hubungan ini, betapa sakitnya hati Taemin jika ia tahu bahwa Minho berselingkuh dengan gadis lain dibelakangnya.
Dengan langkah gontai Minho berjalan menuju apartemennya. Rasa bersalah masih saja menghantuinnya. Ketika ia tengah berjalan di trotoar dekat bioskop itu, Minho melihat sesosok yang sepertinya ia kenal disebrang jalan, seseorang berambut pirang, berkulit putih, tinggi kurus, dan tentunya cantik, tak lain orang itu adalah Taemin. Tapi Taemin tak sendiri, ia tampak berjalan terhuyung bersama tiga orang lainnya, dan itu lelaki. Mereka menaiki mobil dan segera pergi. Minho merasa ada yang aneh, ia memutuskan mengikuti mobil itu.
Minho kenal betul, ini adalah jalan menuju rumah Taemin. Ternyata dugaannya benar, Taemin dan tiga orang lainya menuju rumah Taemin, tapi apa yang mereka lakukan??? Akhirnya Minho memutuskan mengikuti Taemin dan teman-temannya hingga akhir.
Pintu rumah Taemin telah ditutup, tak ada yang bisa dilakukan selain menguping didepan pintu rumah Taemin. Setelah beberapa lama Minho menguping disana, ia mendengar suara desahan Taemin, suara itu kemudian semakin keras dan keras, diiringi dengan suara tawa teman-teman Taemin. Minho shock, ia tak tahu apa yang sedang mereka lakukan didalam sana hingga Taemin mendesah-desah hebat. Tak ada hal yang bisa dilakukan selain mengetuk pintu. Alhasil  Minho memberanikan diri mengetuk pintu itu. Beberapa detik kemudian Taemin membuka pintu rumahnya.
h..hh..hyung??? apa yang kau lakukan disini??” ucap Taemin tergagap
“apa yang kau lakukan Taemin? Siapa mereka?”
“ah.. mereka teman-temanku”
“hebat sekali kau membawa teman lelakimu ke rumah tanpa sepengetahuanku, apa yang kau lakukan disini?”
“aku hanya bermain dan mengobrol, tak ada apa-apa”
“BOHONG” ucap Minho penuh emosi.
“apanya yang bohong? Kau kira aku ini dirimu ha? Kau yang bohong hyung. Selalu sibuk dengan urusan kuliahmu, tapi diam-diam kau berkencan dengan wanita aneh itu. Kau pikir aku tak tahu? Kau pikir aku ini apa, kau selalu bilang kalau hatimu terluka karena diperlakukan seperti boneka usang oleh para gadis-gadis, sekarang kau memperlakukanku persis seperti boneka usang hyung, kau pikir sekarang aku sedang bersenang-senang, aku hanya sedang melupakan kesedihanku, apa salah kalau aku membawa teman-teman ke rumah untuk sekedar bermain dan bersendagurau agar aku bisa melupakan sejenak apa yang aku lihat di bioskop tadi. Kau berciuman dengan wanita aneh itu. Kau menciumnya Minho. Bibirmu dan bibirnya melekatkuat seperti tentakel gurita yang menempel dikulit manusia. Dan sekarang kau menudingku berbohong??? AKU KECEWA padamu Minho” Ucap Taemin lancar. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya yang lembut. kini air mata itu semakin deras dan terus mengalir tanpa henti membasahi pipi Taemin.
MIANHEYO, JEONGMAL MIANHEYO CHAGI. Aku yang salah, semuanya salahku. MIANHEYO” Minho memeluk erat tubuh mungil Taemin, ia begitu disiksa rasa sesal sekarang. Betapa kejamnya dirinya. Orang yang ia cintai itu Taemin bukan Hana.
Kini tiga orang teman Taemin terpaku melihat pemandangan yang begitu mengharukan itu.
***


BERSAMBUNG ^^)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar