Pink Strawberry Taepaw World: FF-I’ll show you

Halaman

Rabu, 21 November 2012

FF-I’ll show you


Title                 : I’ll show you
Gendre            : Romance,
Length             : One Shoot
Rated              : All age
Cast                 :  Minho- Choi Minho [SHINee]
                          Key- Kim Kibum [SHINee]
                          Lee Mi Rae [OC]
I’ll Show You
          Mirae berjalan gontai menuju tempat favoritnya, yah tempat itu adalah taman belakang sekolahnya. Sekarang jam istirahat waktu yang tepat untuk berkunjung kesana, tempat yang sepi, sejuk dan sangat tenang, sama seperti hatinya yang selalu sepi. “Huhh” dengus Mirae sambil berjalan melewati koridor sekolah dengan kepala tertunduk kelantai. Tiba-tiba langkahnya terhenti, sesuatu menggelinding dan berhenti tepat di ujung sepatunya. Cincin. “Whoaaa indah sekali, punya siapa ini?” Mirae memungut cincin itu dan memakainya di jari manisnya yang mungil, “cocok” ucap Mirae kegirangan. Tapi kegembiraan itu tak berlangsung lama.
                Yaa…, apa yang kau lakukan dengan cincinku, cepat lepaskan!! Dasar wanita jelek” umpat lelaki jangkung berwajah tampan itu pada Mirae.
                “Whoaa Minho oppa, ini punyamu?” ucap Mirae dengan mata berbinar diiringi kilatan sinar matahari di kacamatanya.
                “Jangan mencoba menggodaku dan bertingkah sok imut, itu terlihat menjijikan Mirae si angsa buruk rupa. Sini berikan cincin itu padaku!! Ucap Minho kesal dan merampas paksa cincin itu dari tangan Mirae.
                Aigoo tanganku sakit oppa” kata Mirae sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang sakit akibat ulah Minho tadi.
                “Apa peduliku??? Itu deritamu” jawab Minho cuek dan berlalu meninggalkan Mirae. “Ahhh cobaan macam apa ini sampai aku bertemu gadis paling jelek di kota Seoul” kata Minho sambil berjalan menjahui Mirae. Kali ini kalimat yang diucapkan Minho tampaknya terdengar jelas di telinga Mirae, kalimat itu membuat hati mirae panas, mukanya memerah seakan terbakar oleh api, aliran darahnya naik ke ubun-ubun. “Sungguh lelaki itu tak bias dibiarkan aku harus ambil tindakan. Choi Minho awass kau” batin Mirae.
                YAAAAA….. apa yang kau ucapkan barusan?? Kau bilang aku gadis paling jelek di kota Seoul???” Mirae berteriak pada Minho, tak peduli apa yang terjadi disekelilingnya, yang ia tahu hanyalah bagaimana supaya lelaki angkuh itu menarik kembali ucapannya.
                “Ya memangnya kenapa? Apa kau merasa paling cantik di kota Seoul? Sudahlah terima saja nasibmu Lee Mirae” jawab Minho pada Mirae setelah ia membalikan badannya. “Oh ya aku lupa, lainkali jangan pernah coba-coba berteriak padaku oke!!” Minho kembali membalikan badannya, ia segera malaju tanpa mempedulikan Mirae lagi. Ia tak mau repot-repot mengurusi wanita jelek itu.
                “awasss kau Choi Minho, aku akan buat kau bertekuk lutut padaku, aku akan lebih cantik dari pada Yoona-mu itu. Awassss kau yah dasar lelaki aneh, angkuh, wanita mana yang mau dekat denganmu. Mirae berteriak-teriak tak karuan memaki Minho yang sedari tadi menghilang dari pandangannya.
                “Hei kau berisik, kalau mau berteriak-teriak bukan disini tempatnya. Mengganggu saja” bentak seorang siswa pada Mirae. Oh itu membuat Mirae malu sejadi-jadinya. Kenapa ia bisa berteriak tak karuan pada orang yang wujudnya sudah menghilang huh. Akhirnya Mirae memutuskan meluapkan emosinya di tempat lain yang sepi tentunya.
                Mirae melangkahkan kaki gontai menuju atap sekolah. Meniti setiap anak tangga dengan lunglai. Pikirnya berdiam disana mungkin dapat membuat pikirannya sedikit tenang dan menghilangkan rasa jengkelnya pada Minho.
                “huuhhhh~”
                Mirae menghela nafas panjang seraya menyandarkan tubuh mungilnya pada tembok pembatas yang dijadikan pagar atap sekolah. Ia menengadah kepalanya keatas, merasakan semilir angin siang itu menerpa kulit wajahnya. Tapi… tiba-tiba saja bayangan  sosok lelaki menyebalkan itu terlintas dipikiran Mirae. Membuat kedua kelopak matanya yang tadi sempat tertutup , terbuka kembali. Kesal! Kesal! Kesal sekali bila teringat kejadian memalukan di koridor sekolah tadi.
                “aarggghh CHOI MINHO MENYEBALKAAAAAAAANNNNNN” teriaknya secara tak sadar
                Hosh…
                Hosh…
                Hosh..
                Mirae mengatur pola nafasnya sejenak. Jinja! Ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang, berteriak bisa membuat beban pikiran kita lebih ringan. Perasaan kita terasa lebih lega dari sebelumnya. Terbukti dengan raut wajah Mirae yang terlihat lega sekarang.
                “Sudah selesai teriaknya?”
                “Eohhh??”
                Mirae sontak membulatkan kedua pupil matanya ketika ia mendengar sebuah suara yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, dan saat  ia membalikan tubuhnya ke belakang. Ia mendapati sesosok pria berseragam yang tengah berbaring di bangku kayu dekat pintu gudang. Mirae tak dapat melihat wajah pria itu karena tertutup oleh buku. Atau tepatnya ia sengaja menutup wajahnya dengan buku.
                “Suaramu nyaring sekali seperti anak TK.”
                MWOO??”
                Kali ini bukan hanya matanya yang terbelalak tapi juga mulutnya. Hei apa katanya? Seperti anak TK??
                “A….Apa katamu??” seru sosok mungil itu tak terima. Hah! Yang benar saja, baru pertamakali bertemu sudah bersikap tidak sopan. Rasanya ingin sekali ia menghajar lelaki itu dengan sekali tinju! Dia pikir dia siapa ha?
                “Iya… Kenapa? Apa kau tak mendengarnya? Atau kau tuli?”
                “Aisshh kau!!!”
                Baru saja Mirae akan menghampiri sosok itu, langkahnya langsung terhenti saat pria itu menurunkan buku yang menutupi wajahnya dan beringsut dari bangku kayu tempatnya berbaring. Omona! Kyoupta, jeongmal kyoupta!. Terlebih ketika sorotan mata kucing berwarna hitam pekat itu tertuju pada Mirae, alis tebal yang bertaut tajam serta rambut golden brown pendek yang terlihat terang akibat terpaan sinar matahari. Detik itu juga tubuh Mirae terasa sulit untuk digerakan hingga pria itu berlahan mendekati Mirae, membuat Mirae kontan mundur selangkah, dan langkahnya amat gugup.
                “Dasar bodoh, kalau ingin berteriak kencang seperti itu carilah tempat yang lebih aman..” ucap pria itu terkekeh sembari memukul pelan pucuk kepala sosok Mirae yang sudah membatu. “Oh iya, kurasa kau butuh sedikit perubahan agar lelaki itu menyukaimu. Jadilah gadis yang cantik dan beri dia pelajaran” kata pria itu lagi, kini ia mengacak-ngacak rambut Mirae dan kemudian berlalu.
                Ne…” jawab Mirae singkat. “butuh perubahan?? Apa maksudnya aku harus merubah penampilanku??” batin Mirae. Kemudian ia disadarkan oleh bel yang berbunyi nyaring, mengalahkan suaranya saat berteriak tadi. Sontak gadis itu berlari menuju kelasnya.
***
                Esok harinya Mirae dengan semangat barunya menuju perpustakaan sekolah. Perpustakan juga menjadi salah satu tempat favoritnya di sekolah selain taman belakang sekolah. Dan tempat bersejarah, atap sekolah. Di pandanginya sekeliling perpustakaan hanya ada penjaga perpustakaan dan seorang yang ia kenal, nama nya Lee Taemin. “Taemin-ssi­ apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” ucap Mirae pada Taemin.
                “Tanya apa?” jawab Taemin singkat tanpa menoleh pada Mirae.
                “Apa kau mengenal seorang yang tampan di sekolah ini, tubuhnya tinggi, bola matanya hitam pekat, berambut goldern brown dan tampaknya ia suka menyendiri di suatu tempat yang sepi di lingkungan sekolah. Hm kurang lebih dia punya hobi yang sama denganku” Tanya Mirae
                “mungkin yang kau maksud adalah Key sunbae” Taemin tetap sibuk dengan bukunya tanpa menoleh pada Mirae.
                “Ah begitukah? Apa kau mengenalnya? Kelas berapa dia? Bagaimana orangnya?” Tanya Mirae berkepanjangan.
                yaa kau ini kenapa? Apa ingin mengejar Key sunbae sekarang, tak cukupkah kau mengejar Choi Minho seorang??. Dia kelas XII-A mantan kapten tim basket tahun lalu, karena sudah kelas 3 makanya ia sekarang digantikan oleh Choi Minho” jawab Taemin, kali ini ia menatap Mirae penuh selidik dan bercampur rasa kesal.
                “Ah ketua tim basket katamu? Kenapa aku tak pernah tahu?”
                “Karena yang kau tahu hanya Minho Minho dan Minho. Sudah cukup, aku sibuk, lebih baik kau pergi sebelum ada yang melihat kita berduaan, di kira berteman denganmu saja aku tak mau apalagi berpacaran. Cepat menyingkir!!”
                “Hei kau, kenapa kau tahu aku mengejar-ngejar Minho oppa?” satu pertanyaan sebelum Mirae benar-benar pergi menghilang dari hadapan Taemin
                “Seisi sekolah juga tahu kau menyukainya, sudahlah pergi sana!!”
                “Ah semua orang tahu kalau aku menyukai Minho? Baiklah kalau begitu mereka pasti ingin tahu bagaimana kelanjutan kisah perjuanganku mendapatkan Minho. Arraseo! aku akan berikan ending yang bahagia” batin Mirae. Kemudian ia belari keluar perpustakaan dan segera masuk kelas karena hari ini ada ulangan matematika.
***
                Mirae keluar dari kotak kecil nan sempit namun sejuk bernama ATM menuju pusat perbelanjaan paling terkenal di kota Seoul, Myeondong. Hari ini hari libur, tak ada salahnya menggunakan sedikit uang tabungan untuk berbenah diri, lagipula ini demi kebaikan Mirae. Dengan semangat menelusuri setiap jalan yang ia lewati menuju Myeondong sambil bersenandung pelan. Namun sebelumnya Mirae pergi ke salon dulu, teringat pesan Key oppa “Oh iya, kurasa kau butuh sedikit perubahan agar lelaki itu menyukaimu. Jadilah gadis yang cantik dan beri dia pelajaran”. Satu-satunya tempat agar Mirae bias tampak cantik yah salon.
                Ia sampai di salon, awalnya benar-benar gugup karena ia mempercayai seluruhnya pada si empunya salon. Satu jam berlalu. Betapa terkejudnya ia melihat wajahnya yang kini bak bidadari yang turun dari langit. ”Hah awas kau Minho, kita lihat siapa yang menang kali ini” batin Mirae.
                “Nona neomu yeopposeo, dari awal aku sudah yakin kalau akan jadi begini. Kau mengambil keputusan yang tepat Nona, para pria pasti akan bertekuk lutut melihat kecantikanmu” ucap si tukang salon dengan mata berbinar, memuji hasil kerjanya.
                jinja? Ah gomawo eonnie, apa aku sudah terlihat seperti Yoona So Nyuh Shi Dae” pertanyaan konyol itu begitu saja melesat dari bibir mungil gadis ini.
                “ah? Hahahaha kau bahkan lebih cantik darinya Nona, kau yang tercantik sekota Seoul mulai hari ini” ujar si tukang salon dengan ekspresi lebay.
                jengmal gomawo eonnie” ucap Mirae tersipu dan segera pergi meninggalkan salon itu setelah membayarnya.
                Kini kepercayaan diri seorang Mirae sudah terkumpul penuh, ia berjalan menelusuru tiap sudut Myeondong dengan langkah penuh semangat. Ia menatap kaca sebuah toko di depannya, ia bias melihat wajahnya yang kini tampak cantik, rambut warna golden brown panjang terurai dengan jepit rambut kupu-kupu kecil di bagian kanan rambutnya. Membuat wajahnya semakin cantik dan berseri. Ia melihat keadaan sekeliling, tapi pemandangan berbeda berasal dari sebuah toko kosmetik tak jauh dari tempatnya berdiri. “jeogiyo, ahjuma apa kau tahu apa yang terjadi disana? Kenapa ramai sekali?” Tanya Mirae pada wanita paru baya yang lewat di depannya.
                “ah disana sedang ada jumpa fans SHINee, kalau kau belanja di toko itu miniman 100.000 won maka kau bias mendapatkan tanda tangan personel SHINee, tapi kali ini yang dating Cuma Lee Jinki dan Kim Jonghyun, mereka juga membawa Yoona dan Sunny dari SNSD” jelas ibu itu.
                “hm gomawo ne” ucap Mirae seraya membungkuk pada ibu itu.
                Mirae mencoba masuk ke toko kosmetik itu dan disana sudah terlihat Onew dan Jonghyun, mereka ternyata lebih tampan dari pada yang Mirae lihat di TV, begitu juga dengan Yoona dan Sunny. Segera ia membeli beberapa produk kosmetik yang menurutnya penting, setelah itu ke kasir dan membayarnya. Stelah mendapatkan kwitansinya Mirae langsung masuk barisan untuk antri. Antriannya memang cukup panjang tapi ini demi SHINee.
                “Hey eonnie kau cantik sekali, apa kau artis??” seorang gadis seumuran Mirae bertanya padanya, tampak dari sorot matanya si gadis ini kagum akan kecantikan Mirae.
                “Tentu saja bukan, kalau aku artis aku sudah pasti duduk di sebelah Jonghyun oppa” kata Mirae membuat suasana diantara keduanya semakin akrab.
                “Tunggu, aku rasa aku pernah melihatmu sebelumnya, tapi dimana yah??? Ah eonnie bersekolah dimana?” Tanya gadis ini menerawang, mencoba membuka memorinya.
                “Aku siswi SMA Shinhwa kelas XI-B, apa kau mengenalku?”
                “Kelas XI yah? Baik akan kutanyakan pada oppa-ku dulu” kemudian gadis itu memanggil seorang lelaki yang wajahnya tak asing lagi di mata Mirae. Minho. “oppa apa kau mengenal eonnie ini?” ucap gadis itu pada Key
                “Ti….dakk…” ucap Minho, tampaknya ia terpesona.
                “Hei Minho, apa kau sudah melupakanku? Aku angsa buruk rupa dan sekaligus gadis paling Jelek di kota Seoul, apa kau lupa??” ucap Mirae dengan senyuman Evil-nya.
                “Ah? Mirae? Jinja??” ucap Minho terheran dengan pemandangan di depan matanya. Sontak ia menarik tangan gadis yang sedang ia kencani ini. Ia tak mau tergoda oleh kecantikan Mirae, jangan sampai Mirae menang dalam permainan ini.
                yaa kau ini kenapa? Kenapa menarikku? Lihat gadis itu sendiri disana dengan tampang kasihannya”
                “Ha? Mirae? Jadi yang kutarik tadi tanganmu?” Minho sungguh heran, gugup, juga malu. Tingkahnya sungguh diluar dugaan. Kenapa ia menarik tangan Mirae, padahal ia sangat ingin jauh dari wanita ini.
                “lepaskan tanganku!” ucap Mirae dengan nada tegas. Tapi Minho masih terpaku melihat kecantikan Mirae. “Hei Choi Minho, lepaskan tanganku atau….” Ucapan Mirae terpotong sebelum ia menyelesaikan kalimatnya. Kini tangan bukan tangan Minho yang memegang tangannya. Tapi, Key.
                hyung apa yang kau lakukan, ke…kenapa kau bias ada disini? Dan ada apa dengan kau dengan Mirae?” lagi-lagi Minho heran dengan apa yang terjadi, kenapa Key bisa ada disini dan membantu Mirae?
                “Sudah anak nakal jangan banyak Tanya. Urus saja urusanmu dengan anak kecil itu, wajahnya sudah sangat kasihan. Oh ya disana ada Yoona bukan?? Kau akan rugi jika tak dapat tanda tangannya” goda Key sambil terkekeh sendiri, kemudian ia berbalik meinggalkan Minho dan menggandeng tangan Mirae.
***
                oppa kenapa kau membantuku kemarin?” Tanya Mirae pada Key saat mereka berdua ada di atap sekolah, di temani dengan semilir angin siang itu, udaranya begitu sejuk.
                “Kau harus beri dia pelajaran, buat dia cemburu” jawab Key. “oh iya, kau mengikuti saranku yah? Sudah kutebak dari awal kau ini sebenarnya cantik” sambung Key. “eh warna rambut kita sama, apa kau ngefans padaku Mirae??” tambah Key lagi sambil menggoda Mirae.
                “Huh, tentu saja tidak” dengus Mirae.
                “Mirae apa yang kau lakukan disini bersama Key hyung?” ucap lelaki berbadan jangkung itu pada Mirae tiba-tiba. “Sekarang kau harus temani aku makan di kantin Mirae” tambahnya.
                “siapa kau? Seenaknya saja mengatur hidupku. Ingat Minho kau bukan siapa-siapaku. Dasar fanboy ALAY” ledek Mirae.
                yaa…Mirae jangan ucapkan kalimat itu lagi, kalau yang ada yang dengar nanti image-ku sebagai cowok cool di sekolah ini jadi hancur. Sekarang cepat ikut aku ke kantin. Hari ini aku yang traktir” ucap Minho sambil menunggu jawaban dari Mirae.
                “Tidak mau”
                “Mulai hari ini kau jadi pacarku. Ayo cepat” Minho memasukan cincin ke jari manis Mirae. “couple ring” katanya lagi sambil memamerkan cincin yang persis sama melingkar di jari manisnya.
                “hei inikan cincin yang waktu itu?” ucap Mirae takjub.
                “heiiii sudah…. Dasar anak kecil, cepat kalian pergi sana. Membuatku pusing saja” Key mengusir Minho dan Mirae.
                Ne oppa” kata Mirae.
                gomawo hyung, kau sudah merubah jalan pikiran si buruk rupa ini sampai ia menjadi cantik begini” ucap Minho penuh terimakasih pada sunbae-nya itu.
***
                Hingga pada akhirnya setelah melewati banyak kisah penuh makna Mirae kini menjadi gadis favorit di sekolahnya, ia bahkan di angkat menjadi kapten cheers di SMA Shinhwa. Benar-benar pasangan yang serasi dengan Minho. Mereka pasangan yang unik, gampang bertengkar sehingga membuat seisi sekolah kelabakan dengan tingkahnya. Namun disaat mereka berbaikan seisi sekolah iri dibuatnya. Berbeda dengan Key yang sekarang juga sudah mengubah pola hidupnya, mulai bermain dengan teman-teman dan menghabiskan waktu di kantin dan kelas. Kini atap sekolah itu menjadi tempat bersejarah bagi mereka. Bagi Mirae, Minho dan Key. Di lain hal Taemin sekarang menjadi kekasih Haemi, gadis yang pernah dikencani Minho saat ia ingin mendapatkan tanda tangan Yoona SNSD tapi ia masih mementingkan image-nya sebagai cowok dengan flamers karisma. Dan di sanalah awal pertemuan seorang Minho si flamer karisma dengan Mirae si angsa buruk rupa yang menjelma menjadi seorang bidadari yang turun dari langin untuk mengisi hari-hari Minho. Mengajarkan Minho bahwa tak selamanya keburukan akan menjadi keburukan. Karena dalam hidup ini roda pasti berpurar dan badai pasti berlalu.
Cinta memang tak diduga kapan datangnya, dan kepada siapa ia singgah. Tapi yang pasti Cinta dapat menyatukan segalanya. Merubah banyak perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh. Melengkapi kekurangan satu sama lainnya.
THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar