Pink Strawberry Taepaw World: FF-I Don’t Need A Girl

Halaman

Rabu, 21 November 2012

FF-I Don’t Need A Girl


Title                 : I Don’t Need A Girl
Gendre            : Romance,
Length             : One Shoot
Rated              : NC-15
Cast                 :  Minho- Choi Minho [SHINee]
                           Taemin- Lee Taemin [SHINee]
                           Kim Mi Rae [OC]
                           Song Hae Mi [OC]

I Don’t Need A Girl
Taemin POV
Ku pandangi langit penuh bintang dengan cahayanya yang kerlap-kerlip, cuaca malam ini sungguh indah, bulan tersenyum padaku di temani bintang-bintang yang sedari tadi tak henti-hentinya memancarkan cahayanya yang membuatku takjub. Aku tertawa sendiri melihat lukisan malam yang sungguh menakjubkan ini. Tertawa melihat keindahan langit malam yang bertolak belakang dengan hatiku yang kini sepi, yah ini lah aku yang selalu sepi hatinya setiap malam tiba. Ketika pasangan kekasih menghabiskan waktunya untuk berkencan aku di sini hanya duduk diam menatap indahnya langit. Terkadang aku berfikir sebenarnya aku ini berpacaran dengan siapa? Apakah dengan langit malam? Wanita itu sungguh tak bisa mengerti diriku. Aku di sini kesepian chagi.
Ponselku berdering. Dazzling Girl lagu itu yang dari tadi aku tunggu-tunggu berbunyi dari saku celanaku. Segera aku ambil ponsel yang masih bordering dan mengangkat teleponnya.
oppa mianhe  hari ini tak bisa datang ke rumahmu. Aku harus menyelesaikan PR-ku, huufftt ini sangat berat lebih dari yang kubayangkan sebelumnya. Ya sudah aku harus segera mengerjakannya. Bye oppa. Saranghaeyo.”… tiiiiit tiiit tittt
Aku bahkan belum berkata apa-apa wanita itu langsung menutup teleponnya. Apa dia itu benar-benar manusia atau bukan, kenapa tak ada rasa bersalah sedikitpun dihatinya??. Ini hari ke 300 setelah kita berpacaran tapi ia masih saja begitu, mementingkan sekolahnya dan melupakanku. Aaagghh betapa bodohnya aku masih bisa mempertahankan wanita sepertinya.
Aku bosan memikirkan semua ini, segera kutenggak soju  yang sedari tadi sudah terletak di meja kecil di dekatku. Hm begitu nikmat rasanya, tapi kepalaku…ohh…kepalaku….
Taemin POV end
Mi Rae POV
                aku tak bisa tenang setiap mengingat namja cantik itu. Kenapa aku bilang ini berat dari pada yang kubayangkan sebelumnya? Itu semua karena Lee Taemin. Dia yang membuat ini semua terasa berat. Mengerjakan PR Matematika di malam hari di temani setumpuk buku yang siap untuk dibaca dan di jawab soal-soalnya tepat di hari ke 300 kita berpacaran itu sungguh menyiksaku. Aku tak bisa focus mengerjakan soal-soal ini, pikiranku saat ini hanyalah kepada Taeminku yang mungkin sekarang sudah menggerutu, berteriak-teriak pada langit karena kecewa oleh ulahku. Tapi guru matematika itu terlalu ganas untukku hadapi. “ah sudahlah Mirae jangan banyak mengeluh. Segera ke rumah Taemin, masalah PR kau bisa kerjakan besok pagi.” Batinku.
                -
                yaa Taemin.” Teriakku. aku segera berlari menghampiri kekasihku yang tiba-tiba pingsan saat aku datang kerumahnya. Oh my god lelaki ini mabuk, bagaimana ini badannya memang tampak mungil tapi tubuhku lebih mungil lagi di bandingkan dengan tubuhnya. Ia sangat berat. Tapi aku tak mungkin membiarkannya disini, tempat ini sangat dingin. Beginikah sambutanmu atas kedatanganku Taemin?? Aku meninggalkan semua PR-ku demi acara kita ini tapi kenapa kau merusaknya. Agghh kau sungguh menyebalkan. Lekaki paling menyebalkan yang pernah kutemui.
                Tak lama setelah aku berpikir bagaimana cara membawa Taemin masuk kedalam rumah, ia malah bangun dengan terhuyung dan… AAAAHHHHGGHHHH “yaa apa yang kau lakukan?? Apa kau sudah gila?? Taemin-a.” seketika Lelaki ini memelukku dan mendorong tubuhku ke dinding, semakin lama wajahnya semain dekat dengan wajahku. Tercium bau khas soju  dari hembusan nafasnya yang lembut. oh lelaki mabuk ini membuatku shock.
                Aku sibuk dengan pikiranku sendiri sambil tetap waspada dengan hal yang akan dilakukan Taemin selanjutnya. Tanpa kuduga lelaki ini menciumku, mengulum bibirku dengan penuh hasrat, semakin dalam dan semakin menggebu. Aku tak tahu harus bagaimana, kali ini aku pasrahkan saja bibirku ini jadi permainannya, anggap saja ini sebagai tanda permintaan maafku karena mengecewakannya di tepat di hari ke 300 kita berpacaran. Oh Taemin sadarlah bibirku bukan permen, kapan kau akan menyudahinya???.
                saranghaeyo chagiya” ucap Taemin padaku setelah sekian lama ia menghisap bibirku bak permen kesukaannya. Kini aku lega.
                mianhe, aku telah membuatmu kecewa” jawabku penuh rasa bersalah.
                “ssttt…” Taemin menempelkan jari telunjuknya di bibir mungilku. Dan lagi. Aahh anak ini benar-benar menjengkelkan. Kapan ia akan berubah menjadi lelaki dewasa??
***
                SMA ShinHwa-jam istirahat
                yaa lihatlah nasimu sudah menjadi bubur??” ucapku pada sang pujaan hati yang tampak murung.
                “sudalah jangan membuat lelucon yang tak lucu, aku sedang ingin sendiri. Pergi sana”
                “ha? Kau mengusirku??, lelaki macam apa kau ini, setelah apa yang kau lakukan padaku semalam dan kini kau dengan gampangnya menyuruhku pergi. Neon jeongmal nappeun nom Taemin”
                “heei apa yang kau katakan? Memangnya apa yang kulakukan padamu semalam? Kau bahkan tak datang ke acara 300 hari hubungan kita” ucap Taemin dengan nada sedih dan kecewa.
                “apa kau benar-benar lupa Taemin? Kau hampir membuatku tak bisa bernafas semalam. Kau menciumku Taemin.” Ucapku menerawang.
                “ha? Aku? Menciummu? Kapan?”. Haha kali ini wajah kaget Taemin membuatku gemas.
                “oh ya aku lupa. Semalam kau mabuk jadi pasti tak ingat apapun. Sudah lupakan saja anggaplah itu kecelakaan kecil”
                yaa kita ini sudah 300 hari berpacaran, jadi berciuman adalah hal yang wajar dilakukan oleh sepasang kekasih. Oh my god kenapa aku melewatkan moment ciuman pertama kita. Agghhrr. Maukah kau mengulanginya lagi??”
                “apa kau gila? Apa kau mau membuatku benar-benar membuatku berhenti bernafas??.” Lelaki gila ini benar-benar menyebalkan. Akhirnya aku pergi meninggalkannya dengan nasi yang sudah jadi bubur itu. Ha aku bisa gila lama-lama dekat dengannya. Tapi entah kenapa saat aku jauh darinya bahkan aku serasa benar-benar mau mati. Lelaki itu membuatku gila. Taeminku.
                “Mirae ayo kita berkencan malam ini.” Teriak Taemin ketika aku sudah jauh darinya,
                Aku membalikan badan dan berteriak pada Kekasihku yang sungguh manis itu “Baiklah  aku akan membawa Haemi dan Minho oppa.”
                yaa  siapa Minho?? Apa dia lebih tampan dariku??” Oh Taemin masih sempat-sempatnya dia bertanya tentang itu. Aku hanya melambaikan tanggan pada si manis itu dan pergi ke kelas dan siap menghadapi ulangan matematika setelah bel ber bunyi nanti.
***
                Kelas-sebelum ulangan matematika..
                “Haemi nanti malam Taemin mengajakku berkencan. Bagaimana kalau kita kencan ganda saja?? Aku dengan Taemin dan kau dengan Minho oppa.”
                yaa apa kau lupa, kita harus menyelesaikan tugas B.Inggris malam ini. Kalau tak buat tugas kau tahukan apa yang akan terjadi. Singa putih itu akan menerkam kita.” Ucap Haemi penuh semangat dan ia menjitak kepalaku dengan buku matematikanya. Ouwh itu sungguh menyakitkan.
                yaa Haemi kau pikir kepalaku ini apa??. Masalah itu aku yang tentukan. Malam ini kita akan tetap berkencan. Kita berkencan di rumahku saja.”
                “apa kau gila? Apa enaknya berkencan di rumah Mirae?” lagi-lagi Haemi memukiul kepalaku.
                “lalu apa yang bisa kulakukan? Taemin akan sangat kecewa padaku kalau kencan malam ini batal. Kau tahukan sudah beribu-ribu kali aku mengecewakannya karena tugas-tugas kita yang datangnya silih berganti. Setidaknya kali ini aku tak membatalkan kencannya. Lagi pula nantikan ada Minho oppa jadi mereka bisa saling mendekatkan diri.” Ucapku berseri-seri.
                “hhhmm kalu begitu baiklah. Kupikir itu ide yang tidak buruk. Sudah lama aku tak berkencan dengan Minho oppa. Ia pasti akan sangat senang nanti.”
                “yah begitulah kita. Punya pasangan yang sangat mengerti keadaan. Aku bahagia memiliki Taemin”
                “aku juga bahagia memiliki Minho oppa”
                Bel berbunyi, Guru matematika segera masuk dan membagikan soal ulangan hari ini. Dan aku harus segera mengerjakannya dengan semaksimal mungkin.
Mirae POV END
Taemin POV
                Rumah Mirae-7.30
                “apa ini yang namanya kencan? Sebenarnya kau kencan dengan siapa, aku atau buku ha?” keluhku kesal dengan sikap Mirae yang semakin hari semakin menjadi saja.
                Ting tong….ting tong….
                yaa Haemi dan Minho oppa sudah datang yah?. Ayo sini duduk dan minumlah jus yang sudah kupersiapkan untuk kalian” ucap yeoja menyebalkan ini pada teman dan kekasih temannya itu. Minho tampaknya sama sepertiku, ia memasang tampang ogah-ogahan untuk menjalani kencan ganda ini. Huh lelaki mana yang mau berkencan sambil menemani sang kekasih membuat PR. “Minho aku tahu perasaanmu, kita senasib.” Batinku.
                Satu jam berlalu kedua yeoja ini masih sibuk berdiskusi mengenai tugas mereka, ini membuatku gerah. Di tambah pula Minho yang Cuma diam dan tampak pasrah saja. Berbeda denganku yang sedari tadi membuat kekacauan agar mereka berhenti bekerja dan menghiraukan kami para kekasihnya. Kesabaranku kini tengah mencapai titik puncaknya. Aku tak bisa menahan lagi. Segera aku berdiri dan meninggalkan mereka menuju pintu keluar.
                “Taemin-a kau mau kemana?” teriak Mirae padaku. Tapi aku tak menghiraukannya dan terus melaju keluar rumah Mirae.
                “hm kurasa aku juga harus pergi. Kalian selesaikan saja PR nya.” Terdengar Minho juga ikut bicara atas situasi ini. Haha aku yakin Minho juga ingin pergi dari tadi tapi tak berani, mungkin karena tak ingin mengecewakan kedua yeoja  menyebalkan itu.
                “Taemin-ssi tunggu.” Ucap Minho padaku.
                “ah ada apa hyung?.”
                “bagaimana kalau kita pergi ketempat lain saja. Kupikir terlalu cepat kalau kita pulang sekarang. Kau ada ide?”
                “bagaimana kalau ke bioskop?.” Tawaran yang tidak buruk. Aku memang butuh hiburan saat ini. Kata orang menonton dapat mengurangi stress.
                “baiklah. Kaja.”
Taemin POV END
Minho POV
                Taemin berdiri dan pergi meninggalkan Mirae dan Haemi. Hal ini yang aku tunggu-tunggu dari tadi. Sungguh membosankan berada di sini, seperti terperangkap di istana kaca saja. Aku putuskan mengikuti Taemin dan mengajaknya jalan-jalan. Dimataku Taemin anak yang santai dan enak di ajak bergaul. Jalan pikirannyapun sama sepertiku, ah mungkin karena kita senasib. Entah lah.
                Taemin mengajakku ke bioskop                dan kupikir itu ide yang bagus.
                Bioskop-09.00
                “wah film ini begitu romantis, andai Haemi seperti gadis dalam film ini aku tak akan menyia-nyiakannya. Tapi ia sungguh si menyebalkan itu membuatku geram. Bagaimana menurutmu Taemin?” ucapku dengan suara yang sedikit dipelankan supaya tak mengganggu penonton yang lain.
                “Taemin…yaa Taemin.” Aku berulangkali memanggil namja cantik ini tapi tak ada jawaban. Sedetik kemudian kepalanya jatuh tepat di bahuku. Oh anak ini tertidur yah?. Aku terkekeh sendiri melihat prilaku Taemin yang seperti ini. Tanpa sengaja kulihat wajahnya yang kini berada sekita 5cm dari wajahku, kepalanya masih bersandar dibahuku. “Oh Taemin neomu yeppo” batinku. Tanganku tergerak menyentuh wajahnya yang begitu manis, ku telusuri wajah itu, dahi, alis, hidung, dan oh bibirnya. Bibir itu berwarna pink nan sexy. Bagaimana ini? Dimataku ia tampak seperti seorang yeoja, jantungku kenapa tiba-tiba berdegub kencang sekali. Ah gawat anak manis ini bangun. Apa dia tahu apa yang aku lakukan barusan? God mau ditaruh dimana mukaku.
                “ada apa hyung kenapa mukamu pucat begitu? Apa kau sakit?” ujar Taemin polos. Kemudian ia menyentuh dahiku dan turun ke pipi. “mukamu, dingin sekali hyung” ucapnya lagi.
                Aku benar-benar salah tingkah. “aa…aaa..aakkuuu…”
                ~CHU
                Aku benar-benar menganggap Taemin adalah seorang yeoja, batinku tergerak mendaratkan ciuman di bibirnya. Aku tak peduli lagi apa yang ia pikirkan. Aku benar-benar tak tahan lagi melihatnya. Taemin mencoba melepaskan ciuman itu tapi aku tak mau itu terjadi, segera kupegang tengkuk lehernya dan menahan kepalanya dengan tangan kananku. Kini yang ada hanyalah ciuman panasku untuknya. Aku memang sudah gila tapi wajahnya yang sampai sekarang gentayangan di otakku selalu mendorongku untuk melalukan ini. Aku mencuim bibir Taemin dan memasukan lidahku kerongga mulutnya.
                hyung aahh” ku rasa Taemin mulai merasakan hal yang aneh pada diriku, ia melepaskan ciumanku dengan susah payah
                “kumohon nikmatilah permainan ini Taemin.” Lagi-lagi aku menciumi nya, menggulum bibir Taemin menjilat dan mengigit bibir bawahnya. Kini aku beralih ke leher Taemin menjilat, menghisap dan menggigitnya hingga meninggalkan bekas merah disana. Kegiatanku membuat Taemin bergidik namun ia tampaknya pasrah saja. Mungkin karena mengantuk. Entahlah.
Minho POV END
***
Taemin POV
                Aduh siapa sih yang membelai-belai wajahku. Membuat tidurku tidak nyenyak saja. Ah Minho ternyata dia yang dari tadi sibuk menelusuri wajahku dengan telunjuknya?. Aku putuskan untuk bangun dan sudah kulihat wajahnya pucat pasih. Haha mungkin karena ia takut ketahuan olehku. Ya sudah anggap saja aku tak tahu. Aku mulai menggodanya, kupegang dahi dan pipinya yang sexy itu. Dah oh gila Minho ternyata kau senekad ini. Apa kau menyukaiku?.
                Namja tampan ini dengan nekad dan seenaknya mendaratkan ciuman di bibirku. Padahal ini adalah ciuman keduaku yah walaupun yang pertama aku lupa bagaimana rasanya. Berani-beraninya dia mencurinya. Tunggu… kenapa ini? Apa ada yang salah? Kenapa rasanya berbeda. Aku dapat merasakan detak jantungnya, oh ini membuat jantungku ikut berdetak lebih kencang lagy. ku mohon wahai jantungku jangan jatuh.
                Aku membiarkan ia menikmati bibirku. Yah itu kulakukan karena aku tak tahu lagy mau berbuat apa. Cengkramannya begitu kuat. Aku tak bisa melepaskannya. Minho kau membuatku merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang yaoi. Dan mungkin aku akan jadi seorang yaoi bersamamu?. Oh aku tak berani berpikir macam-macam.
***
                Semuanya terjadi begitu cepat, aku bahkan tak tahu setiap detail yang terjadi antara aku dan Minho sampai aku bisa berada di arpatemen Minho. Seranjang dengannya.
                hyung apa yang kita lakukan semalam?” ucapku polos. Aku begitu shock hingga lupa segalanya
                “tidak ada, kita hanya berciuman di bioskop dan mengajakmu ke sini dan kau mengiyakannya. Hanya itu. Tak lebih. Jadi jangan berpikiran yang macam-macam Taemin”
                yaa aku tak bermaksud begitu, hanya saja aku tak percaya hal itu akan terjadi”
                “aku juga tak percaya, mungkin semalam aku kerasukan roh nenek moyang. ~Kekek” kekeh namja  tampan itu. Tak ada rasa menyesal yang tersirat di wajahnya. Aku benci orang yang tak punya rasa bersalah. Huh aku selalu jadi korban.
                “Taemin kau begitu manis” kemudian namja itu mencubit pipiku gemas. Kemudian ia mengecup bibir pink-ku.
                “morning kiss chagi”. Omomo Minho memanggilku chagi?? Apa dia gila??
                yaa apa kau sudah gila hyung?”
                “kurasa kau yang membuatku gila Taemin”. Lebih dari morning kiss kini ia malah menciumku, yah tapi hanya sekedar ciuman kasih sayang kurasa. Tak seperti yang semalam ia begitu bergairah.
-
                “TAEMIN, MINHO OPPA apa yang kalian lakukan??”. Aku dan Minho kaget melihat Mirae dan Haemi yang sudah berdiri tepat di depan kami. Mata Haemi memerah lalu mengeluarkan butiran bening yang mengalir di pipi mulusnya di detik yang bersamaan Mirae menjatuhkan kotak yang ia pegang dari tadi.
                “aa…aa..kkkuu… hanya….ah…tidak ada apa-apa Mirae” ucap ku tergagap, mukaku memanas dan mengkin sekarang sudah seperti kepiting rebus.
                “kami berpacaran” ucap Minho lancar. Akupun kaget mendengar ucapan Minho barusan.
                hyung??
                “kenapa Taemin? Apa kau lupa apa yang sudah kita lakukan? Kenapa harus ditutupi? Toh mereka tak peduli dengan kita kan. Berkencan dengan buku-buku dan melupakan kita. Itukan yang kau rasakan selama ini?.”
                “tapi..”
                “Mirae, maafkan aku merebut kekasihmu. Tapi inilah yang seharusnya terjadi. Siapa yang tulus ia yang menang dan Haemi sungguh maafkan aku, hiduplah dengan baik tanpaku lagi. Aku sudah putuskan semuanya.” Lagi-lagi ucapan Minho membuatku merinding. Kenapa ia melakukan ini? Aku memang tak menyukai Mirae lagi tapi kenapa harus dengan cara seperti ini?. Oh god, Minho kau selalu berhasil membuatku shock.          
Taemin POV END
***
Mirae POV
                Aku harus kerumah Taemin pagi ini, memberinya sedikit kejutan. Kurasa ia perlu sesuatu yang baru dariku. Semalam aku sangat mengecewakannya aku yakin kado yang kuberi ini akan membuatnya luluh dan melupakan semuanya. aku melihat jam tangan dan bergegas pergi ke rumah Taemin. Tapi sesampainya disana aku memperoleh hasil yang nihil. Taeminku tak ada di rumah. Aku putuskan memberi kado ini lain kali saja. Ponselku berdering “yeoboseyo Haemi ada apa?”
                “bagaimana rencanamu, apakah berhasil”
                “berhasil apanya Taemin tak ada di rumah. Kau bagaimana?”
                “aku belum ke rumah Minho oppa, ya sudah kau ikut aku saja. haha kau pasti akan iri melihat kemesraan kami Mirae” kekeh teman ku yang selalu membangga-banggakan kekasihnya ini.
                “Ya sudah kita jemput aku di rumah Taemin, jangan lama-lama OKE”
                Benar-benar tak lama, 5 menit kemudian Haemi datang menjemputku. Ini hari minggu dan ia selalu tampak gembira di hari minggu karena tak ada benab lagi tentang buku, PR dan guru.
                Kami sampai tepat di depan arpatemen Minho oppa, eh pintunya tidak dikunci.jangan-jangan Minho oppa tahu kalau Haemi akan datang. Aku benar-benar iri pada mereka. Ya sudah kalau begitu kami berdua menerobos masuk, tapi pemandangan berbeda yang sedang kami saksikan. Taemin ada di sana, ia berciuman mesra dengan Minho oppa. Aku yakin aku tidak sedang bermimpikan. Haemi langsung menangis, mukanya memerah aku tahu dia begitu sedih. Dan aku?? Aku mematung dan tanpa kusadari kotak kado yang sedari tadiku bawa-bawa jatuh ke lantai, sepasang cincin itu bertebaran dan menggelinding satu sama lainnya kearah Taemin dan Minho oppa. Bertanda apa ini?? “Taemin kau begitu menyebalkan” batinku. Kali ini air mataku meluap ke permukaan pipi dan aku menangis sejadi-jadinya.
                “kami berpacaran” ucap Minho oppa lancar. Aku begitu sakit mendengar kata-kata itu. Segera aku berlari dan meninggalkannya. Aku muak dengan semua ini. Aku tahu aku egois dan tak pernah mengacuhkan lelaki bodoh itu tapi jujur dari lubuk hatiku yang paling dalam AKU TAK BISA HIDUP TANPAMU TAEMIN. Kini kau temukan orang yang benar-benar bisa menjagamu, selalu ada untukmu kapanpun kau membutuhkannya, aku tahu selama ini kau tak membutuhkan aku Taemin, tapi akulah yang sangat membutuhkan kehadiranmu di hidupku. Berbahagialah Taemin. SARANGHAEYO <3
THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar