Title :
I Don’t Need A Girl
Gendre :
Romance,
Length :
One Shoot
Rated :
NC-15
Cast : Minho- Choi Minho [SHINee]
Taemin-
Lee Taemin [SHINee]
Kim Mi Rae [OC]
Song
Hae Mi [OC]
I Don’t Need A Girl
Taemin POV
Ku pandangi
langit penuh bintang dengan cahayanya yang kerlap-kerlip, cuaca malam ini
sungguh indah, bulan tersenyum padaku di temani bintang-bintang yang sedari
tadi tak henti-hentinya memancarkan cahayanya yang membuatku takjub. Aku
tertawa sendiri melihat lukisan malam yang sungguh menakjubkan ini. Tertawa
melihat keindahan langit malam yang bertolak belakang dengan hatiku yang kini
sepi, yah ini lah aku yang selalu sepi hatinya setiap malam tiba. Ketika
pasangan kekasih menghabiskan waktunya untuk berkencan aku di sini hanya duduk
diam menatap indahnya langit. Terkadang aku berfikir sebenarnya aku ini
berpacaran dengan siapa? Apakah dengan langit malam? Wanita itu sungguh tak
bisa mengerti diriku. Aku di sini kesepian chagi.
Ponselku berdering.
Dazzling Girl lagu itu yang dari tadi aku tunggu-tunggu berbunyi dari saku
celanaku. Segera aku ambil ponsel yang masih bordering dan mengangkat
teleponnya.
“oppa mianhe
hari ini tak bisa datang ke rumahmu.
Aku harus menyelesaikan PR-ku, huufftt ini sangat berat lebih dari yang
kubayangkan sebelumnya. Ya sudah aku harus segera mengerjakannya. Bye oppa. Saranghaeyo.”… tiiiiit tiiit
tittt
Aku bahkan
belum berkata apa-apa wanita itu langsung menutup teleponnya. Apa dia itu
benar-benar manusia atau bukan, kenapa tak ada rasa bersalah sedikitpun
dihatinya??. Ini hari ke 300 setelah kita berpacaran tapi ia masih saja begitu,
mementingkan sekolahnya dan melupakanku. Aaagghh betapa bodohnya aku masih bisa
mempertahankan wanita sepertinya.
Aku bosan
memikirkan semua ini, segera kutenggak soju
yang sedari tadi sudah terletak di
meja kecil di dekatku. Hm begitu nikmat rasanya, tapi kepalaku…ohh…kepalaku….
Taemin POV end
Mi Rae POV
aku tak bisa
tenang setiap mengingat namja cantik
itu. Kenapa aku bilang ini berat dari pada yang kubayangkan sebelumnya? Itu
semua karena Lee Taemin. Dia yang membuat ini semua terasa berat. Mengerjakan
PR Matematika di malam hari di temani setumpuk buku yang siap untuk dibaca dan
di jawab soal-soalnya tepat di hari ke 300 kita berpacaran itu sungguh
menyiksaku. Aku tak bisa focus mengerjakan soal-soal ini, pikiranku saat ini
hanyalah kepada Taeminku yang mungkin sekarang sudah menggerutu,
berteriak-teriak pada langit karena kecewa oleh ulahku. Tapi guru matematika
itu terlalu ganas untukku hadapi. “ah sudahlah Mirae jangan banyak mengeluh.
Segera ke rumah Taemin, masalah PR kau bisa kerjakan besok pagi.” Batinku.
-
“yaa Taemin.” Teriakku. aku segera
berlari menghampiri kekasihku yang tiba-tiba pingsan saat aku datang
kerumahnya. Oh my god lelaki ini
mabuk, bagaimana ini badannya memang tampak mungil tapi tubuhku lebih mungil
lagi di bandingkan dengan tubuhnya. Ia sangat berat. Tapi aku tak mungkin
membiarkannya disini, tempat ini sangat dingin. Beginikah sambutanmu atas
kedatanganku Taemin?? Aku meninggalkan semua PR-ku demi acara kita ini tapi
kenapa kau merusaknya. Agghh kau sungguh menyebalkan. Lekaki paling menyebalkan
yang pernah kutemui.
Tak
lama setelah aku berpikir bagaimana cara membawa Taemin masuk kedalam rumah, ia
malah bangun dengan terhuyung dan… AAAAHHHHGGHHHH “yaa apa yang kau lakukan?? Apa kau sudah gila?? Taemin-a.” seketika
Lelaki ini memelukku dan mendorong tubuhku ke dinding, semakin lama wajahnya
semain dekat dengan wajahku. Tercium bau khas soju dari hembusan nafasnya
yang lembut. oh lelaki mabuk ini membuatku shock.
Aku
sibuk dengan pikiranku sendiri sambil tetap waspada dengan hal yang akan
dilakukan Taemin selanjutnya. Tanpa kuduga lelaki ini menciumku, mengulum
bibirku dengan penuh hasrat, semakin dalam dan semakin menggebu. Aku tak tahu
harus bagaimana, kali ini aku pasrahkan saja bibirku ini jadi permainannya,
anggap saja ini sebagai tanda permintaan maafku karena mengecewakannya di tepat
di hari ke 300 kita berpacaran. Oh Taemin sadarlah bibirku bukan permen, kapan
kau akan menyudahinya???.
“saranghaeyo chagiya” ucap Taemin padaku
setelah sekian lama ia menghisap bibirku bak permen kesukaannya. Kini aku lega.
“mianhe, aku telah membuatmu kecewa”
jawabku penuh rasa bersalah.
“ssttt…”
Taemin menempelkan jari telunjuknya di bibir mungilku. Dan lagi. Aahh anak ini
benar-benar menjengkelkan. Kapan ia akan berubah menjadi lelaki dewasa??
***
SMA ShinHwa-jam istirahat
“yaa lihatlah nasimu sudah menjadi
bubur??” ucapku pada sang pujaan hati yang tampak murung.
“sudalah
jangan membuat lelucon yang tak lucu, aku sedang ingin sendiri. Pergi sana”
“ha?
Kau mengusirku??, lelaki macam apa kau ini, setelah apa yang kau lakukan padaku
semalam dan kini kau dengan gampangnya menyuruhku pergi. Neon jeongmal nappeun nom Taemin”
“heei
apa yang kau katakan? Memangnya apa yang kulakukan padamu semalam? Kau bahkan
tak datang ke acara 300 hari hubungan kita” ucap Taemin dengan nada sedih dan
kecewa.
“apa
kau benar-benar lupa Taemin? Kau hampir membuatku tak bisa bernafas semalam.
Kau menciumku Taemin.” Ucapku menerawang.
“ha?
Aku? Menciummu? Kapan?”. Haha kali ini wajah kaget Taemin membuatku gemas.
“oh
ya aku lupa. Semalam kau mabuk jadi pasti tak ingat apapun. Sudah lupakan saja
anggaplah itu kecelakaan kecil”
“yaa kita ini sudah 300 hari berpacaran,
jadi berciuman adalah hal yang wajar dilakukan oleh sepasang kekasih. Oh my god kenapa aku melewatkan moment
ciuman pertama kita. Agghhrr. Maukah kau mengulanginya lagi??”
“apa
kau gila? Apa kau mau membuatku benar-benar membuatku berhenti bernafas??.”
Lelaki gila ini benar-benar menyebalkan. Akhirnya aku pergi meninggalkannya
dengan nasi yang sudah jadi bubur itu. Ha aku bisa gila lama-lama dekat
dengannya. Tapi entah kenapa saat aku jauh darinya bahkan aku serasa
benar-benar mau mati. Lelaki itu membuatku gila. Taeminku.
“Mirae
ayo kita berkencan malam ini.” Teriak Taemin ketika aku sudah jauh darinya,
Aku
membalikan badan dan berteriak pada Kekasihku yang sungguh manis itu
“Baiklah aku akan membawa Haemi dan
Minho oppa.”
“yaa siapa Minho?? Apa dia lebih tampan dariku??”
Oh Taemin masih sempat-sempatnya dia bertanya tentang itu. Aku hanya
melambaikan tanggan pada si manis itu dan pergi ke kelas dan siap menghadapi
ulangan matematika setelah bel ber bunyi nanti.
***
Kelas-sebelum
ulangan matematika..
“Haemi nanti
malam Taemin mengajakku berkencan. Bagaimana kalau kita kencan ganda saja?? Aku
dengan Taemin dan kau dengan Minho oppa.”
“yaa apa kau lupa, kita harus
menyelesaikan tugas B.Inggris malam ini. Kalau tak buat tugas kau tahukan apa
yang akan terjadi. Singa putih itu akan menerkam kita.” Ucap Haemi penuh
semangat dan ia menjitak kepalaku dengan buku matematikanya. Ouwh itu sungguh
menyakitkan.
“yaa Haemi kau pikir kepalaku ini apa??.
Masalah itu aku yang tentukan. Malam ini kita akan tetap berkencan. Kita
berkencan di rumahku saja.”
“apa
kau gila? Apa enaknya berkencan di rumah Mirae?” lagi-lagi Haemi memukiul
kepalaku.
“lalu
apa yang bisa kulakukan? Taemin akan sangat kecewa padaku kalau kencan malam ini
batal. Kau tahukan sudah beribu-ribu kali aku mengecewakannya karena
tugas-tugas kita yang datangnya silih berganti. Setidaknya kali ini aku tak
membatalkan kencannya. Lagi pula nantikan ada Minho oppa jadi mereka bisa
saling mendekatkan diri.” Ucapku berseri-seri.
“hhhmm
kalu begitu baiklah. Kupikir itu ide yang tidak buruk. Sudah lama aku tak
berkencan dengan Minho oppa. Ia pasti akan sangat senang nanti.”
“yah
begitulah kita. Punya pasangan yang sangat mengerti keadaan. Aku bahagia
memiliki Taemin”
“aku
juga bahagia memiliki Minho oppa”
Bel
berbunyi, Guru matematika segera masuk dan membagikan soal ulangan hari ini.
Dan aku harus segera mengerjakannya dengan semaksimal mungkin.
Mirae POV END
Taemin POV
Rumah Mirae-7.30
“apa ini yang
namanya kencan? Sebenarnya kau kencan dengan siapa, aku atau buku ha?” keluhku
kesal dengan sikap Mirae yang semakin hari semakin menjadi saja.
Ting tong….ting tong….
“yaa Haemi dan Minho oppa sudah datang
yah?. Ayo sini duduk dan minumlah jus yang sudah kupersiapkan untuk kalian” ucap
yeoja menyebalkan ini pada teman dan
kekasih temannya itu. Minho tampaknya sama sepertiku, ia memasang tampang
ogah-ogahan untuk menjalani kencan ganda ini. Huh lelaki mana yang mau
berkencan sambil menemani sang kekasih membuat PR. “Minho aku tahu perasaanmu,
kita senasib.” Batinku.
Satu
jam berlalu kedua yeoja ini masih
sibuk berdiskusi mengenai tugas mereka, ini membuatku gerah. Di tambah pula
Minho yang Cuma diam dan tampak pasrah saja. Berbeda denganku yang sedari tadi
membuat kekacauan agar mereka berhenti bekerja dan menghiraukan kami para
kekasihnya. Kesabaranku kini tengah mencapai titik puncaknya. Aku tak bisa
menahan lagi. Segera aku berdiri dan meninggalkan mereka menuju pintu keluar.
“Taemin-a kau mau kemana?” teriak Mirae padaku.
Tapi aku tak menghiraukannya dan terus melaju keluar rumah Mirae.
“hm
kurasa aku juga harus pergi. Kalian selesaikan saja PR nya.” Terdengar Minho
juga ikut bicara atas situasi ini. Haha aku yakin Minho juga ingin pergi dari
tadi tapi tak berani, mungkin karena tak ingin mengecewakan kedua yeoja menyebalkan itu.
“Taemin-ssi tunggu.” Ucap Minho padaku.
“ah
ada apa hyung?.”
“bagaimana
kalau kita pergi ketempat lain saja. Kupikir terlalu cepat kalau kita pulang
sekarang. Kau ada ide?”
“bagaimana
kalau ke bioskop?.” Tawaran yang tidak buruk. Aku memang butuh hiburan saat
ini. Kata orang menonton dapat mengurangi stress.
“baiklah.
Kaja.”
Taemin POV END
Minho POV
Taemin berdiri
dan pergi meninggalkan Mirae dan Haemi. Hal ini yang aku tunggu-tunggu dari
tadi. Sungguh membosankan berada di sini, seperti terperangkap di istana kaca
saja. Aku putuskan mengikuti Taemin dan mengajaknya jalan-jalan. Dimataku
Taemin anak yang santai dan enak di ajak bergaul. Jalan pikirannyapun sama
sepertiku, ah mungkin karena kita senasib. Entah lah.
Taemin
mengajakku ke bioskop dan kupikir itu ide yang
bagus.
Bioskop-09.00
“wah film ini
begitu romantis, andai Haemi seperti gadis dalam film ini aku tak akan
menyia-nyiakannya. Tapi ia sungguh si menyebalkan itu membuatku geram.
Bagaimana menurutmu Taemin?” ucapku dengan suara yang sedikit dipelankan supaya
tak mengganggu penonton yang lain.
“Taemin…yaa Taemin.” Aku berulangkali memanggil namja cantik ini tapi tak ada jawaban.
Sedetik kemudian kepalanya jatuh tepat di bahuku. Oh anak ini tertidur yah?.
Aku terkekeh sendiri melihat prilaku Taemin yang seperti ini. Tanpa sengaja
kulihat wajahnya yang kini berada sekita 5cm dari wajahku, kepalanya masih
bersandar dibahuku. “Oh Taemin neomu
yeppo” batinku. Tanganku tergerak menyentuh wajahnya yang begitu manis, ku
telusuri wajah itu, dahi, alis, hidung, dan oh bibirnya. Bibir itu berwarna
pink nan sexy. Bagaimana ini? Dimataku ia tampak seperti seorang yeoja, jantungku kenapa tiba-tiba
berdegub kencang sekali. Ah gawat anak manis ini bangun. Apa dia tahu apa yang
aku lakukan barusan? God mau ditaruh
dimana mukaku.
“ada
apa hyung kenapa mukamu pucat begitu?
Apa kau sakit?” ujar Taemin polos. Kemudian ia menyentuh dahiku dan turun ke
pipi. “mukamu, dingin sekali hyung”
ucapnya lagi.
Aku
benar-benar salah tingkah. “aa…aaa..aakkuuu…”
~CHU
Aku
benar-benar menganggap Taemin adalah seorang yeoja, batinku tergerak mendaratkan ciuman di bibirnya. Aku tak
peduli lagi apa yang ia pikirkan. Aku benar-benar tak tahan lagi melihatnya.
Taemin mencoba melepaskan ciuman itu tapi aku tak mau itu terjadi, segera
kupegang tengkuk lehernya dan menahan kepalanya dengan tangan kananku. Kini
yang ada hanyalah ciuman panasku untuknya. Aku memang sudah gila tapi wajahnya
yang sampai sekarang gentayangan di otakku selalu mendorongku untuk melalukan
ini. Aku mencuim bibir Taemin dan memasukan lidahku kerongga mulutnya.
“hyung aahh” ku rasa Taemin mulai
merasakan hal yang aneh pada diriku, ia melepaskan ciumanku dengan susah payah
“kumohon
nikmatilah permainan ini Taemin.” Lagi-lagi aku menciumi nya, menggulum bibir
Taemin menjilat dan mengigit bibir bawahnya. Kini aku beralih ke leher Taemin
menjilat, menghisap dan menggigitnya hingga meninggalkan bekas merah disana.
Kegiatanku membuat Taemin bergidik namun ia tampaknya pasrah saja. Mungkin
karena mengantuk. Entahlah.
Minho POV END
***
Taemin POV
Aduh siapa sih
yang membelai-belai wajahku. Membuat tidurku tidak nyenyak saja. Ah Minho
ternyata dia yang dari tadi sibuk menelusuri wajahku dengan telunjuknya?. Aku
putuskan untuk bangun dan sudah kulihat wajahnya pucat pasih. Haha mungkin
karena ia takut ketahuan olehku. Ya sudah anggap saja aku tak tahu. Aku mulai
menggodanya, kupegang dahi dan pipinya yang sexy itu. Dah oh gila Minho
ternyata kau senekad ini. Apa kau menyukaiku?.
Namja tampan ini dengan nekad dan
seenaknya mendaratkan ciuman di bibirku. Padahal ini adalah ciuman keduaku yah
walaupun yang pertama aku lupa bagaimana rasanya. Berani-beraninya dia
mencurinya. Tunggu… kenapa ini? Apa ada yang salah? Kenapa rasanya berbeda. Aku
dapat merasakan detak jantungnya, oh ini membuat jantungku ikut berdetak lebih
kencang lagy. ku mohon wahai jantungku jangan jatuh.
Aku
membiarkan ia menikmati bibirku. Yah itu kulakukan karena aku tak tahu lagy mau
berbuat apa. Cengkramannya begitu kuat. Aku tak bisa melepaskannya. Minho kau
membuatku merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang yaoi. Dan mungkin aku akan jadi seorang yaoi bersamamu?. Oh aku tak berani berpikir macam-macam.
***
Semuanya
terjadi begitu cepat, aku bahkan tak tahu setiap detail yang terjadi antara aku
dan Minho sampai aku bisa berada di arpatemen Minho. Seranjang dengannya.
“hyung apa yang kita lakukan semalam?” ucapku
polos. Aku begitu shock hingga lupa
segalanya
“tidak
ada, kita hanya berciuman di bioskop dan mengajakmu ke sini dan kau mengiyakannya.
Hanya itu. Tak lebih. Jadi jangan berpikiran yang macam-macam Taemin”
“yaa aku tak bermaksud begitu, hanya saja
aku tak percaya hal itu akan terjadi”
“aku
juga tak percaya, mungkin semalam aku kerasukan roh nenek moyang. ~Kekek” kekeh
namja tampan itu. Tak ada rasa menyesal yang
tersirat di wajahnya. Aku benci orang yang tak punya rasa bersalah. Huh aku
selalu jadi korban.
“Taemin
kau begitu manis” kemudian namja itu
mencubit pipiku gemas. Kemudian ia mengecup bibir pink-ku.
“morning
kiss chagi”. Omomo Minho memanggilku chagi?? Apa dia gila??
“yaa apa kau sudah gila hyung?”
“kurasa
kau yang membuatku gila Taemin”. Lebih dari morning kiss kini ia malah
menciumku, yah tapi hanya sekedar ciuman kasih sayang kurasa. Tak seperti yang
semalam ia begitu bergairah.
-
“TAEMIN,
MINHO OPPA apa yang kalian lakukan??”. Aku dan Minho kaget melihat Mirae dan
Haemi yang sudah berdiri tepat di depan kami. Mata Haemi memerah lalu
mengeluarkan butiran bening yang mengalir di pipi mulusnya di detik yang
bersamaan Mirae menjatuhkan kotak yang ia pegang dari tadi.
“aa…aa..kkkuu…
hanya….ah…tidak ada apa-apa Mirae” ucap ku tergagap, mukaku memanas dan mengkin
sekarang sudah seperti kepiting rebus.
“kami
berpacaran” ucap Minho lancar. Akupun kaget mendengar ucapan Minho barusan.
“hyung??”
“kenapa
Taemin? Apa kau lupa apa yang sudah kita lakukan? Kenapa harus ditutupi? Toh
mereka tak peduli dengan kita kan. Berkencan dengan buku-buku dan melupakan
kita. Itukan yang kau rasakan selama ini?.”
“tapi..”
“Mirae,
maafkan aku merebut kekasihmu. Tapi inilah yang seharusnya terjadi. Siapa yang
tulus ia yang menang dan Haemi sungguh maafkan aku, hiduplah dengan baik
tanpaku lagi. Aku sudah putuskan semuanya.” Lagi-lagi ucapan Minho membuatku
merinding. Kenapa ia melakukan ini? Aku memang tak menyukai Mirae lagi tapi
kenapa harus dengan cara seperti ini?. Oh
god, Minho kau selalu berhasil membuatku shock.
Taemin POV END
***
Mirae POV
Aku harus
kerumah Taemin pagi ini, memberinya sedikit kejutan. Kurasa ia perlu sesuatu
yang baru dariku. Semalam aku sangat mengecewakannya aku yakin kado yang kuberi
ini akan membuatnya luluh dan melupakan semuanya. aku melihat jam tangan dan
bergegas pergi ke rumah Taemin. Tapi sesampainya disana aku memperoleh hasil
yang nihil. Taeminku tak ada di rumah. Aku putuskan memberi kado ini lain kali
saja. Ponselku berdering “yeoboseyo
Haemi ada apa?”
“bagaimana
rencanamu, apakah berhasil”
“berhasil
apanya Taemin tak ada di rumah. Kau bagaimana?”
“aku
belum ke rumah Minho oppa, ya sudah kau ikut aku saja. haha kau pasti akan iri
melihat kemesraan kami Mirae” kekeh teman ku yang selalu membangga-banggakan
kekasihnya ini.
“Ya
sudah kita jemput aku di rumah Taemin, jangan lama-lama OKE”
Benar-benar
tak lama, 5 menit kemudian Haemi datang menjemputku. Ini hari minggu dan ia
selalu tampak gembira di hari minggu karena tak ada benab lagi tentang buku, PR
dan guru.
Kami
sampai tepat di depan arpatemen Minho oppa, eh pintunya tidak
dikunci.jangan-jangan Minho oppa tahu kalau Haemi akan datang. Aku benar-benar
iri pada mereka. Ya sudah kalau begitu kami berdua menerobos masuk, tapi
pemandangan berbeda yang sedang kami saksikan. Taemin ada di sana, ia berciuman
mesra dengan Minho oppa. Aku yakin aku tidak sedang bermimpikan. Haemi langsung
menangis, mukanya memerah aku tahu dia begitu sedih. Dan aku?? Aku mematung dan
tanpa kusadari kotak kado yang sedari tadiku bawa-bawa jatuh ke lantai,
sepasang cincin itu bertebaran dan menggelinding satu sama lainnya kearah
Taemin dan Minho oppa. Bertanda apa ini?? “Taemin kau begitu menyebalkan”
batinku. Kali ini air mataku meluap ke permukaan pipi dan aku menangis
sejadi-jadinya.
“kami
berpacaran” ucap Minho oppa lancar. Aku begitu sakit mendengar kata-kata itu.
Segera aku berlari dan meninggalkannya. Aku muak dengan semua ini. Aku tahu aku
egois dan tak pernah mengacuhkan lelaki bodoh itu tapi jujur dari lubuk hatiku
yang paling dalam AKU TAK BISA HIDUP TANPAMU TAEMIN. Kini kau temukan orang
yang benar-benar bisa menjagamu, selalu ada untukmu kapanpun kau membutuhkannya,
aku tahu selama ini kau tak membutuhkan aku Taemin, tapi akulah yang sangat
membutuhkan kehadiranmu di hidupku. Berbahagialah Taemin. SARANGHAEYO <3
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar