Title : I’ll show
you
Gendre : Romance,
Length :
One Shoot
Rated : All age
Cast : Minho- Choi Minho [SHINee]
Key- Kim
Kibum [SHINee]
Lee Mi Rae [OC]
I’ll Show You
Mirae berjalan gontai menuju
tempat favoritnya, yah tempat itu adalah taman belakang sekolahnya. Sekarang
jam istirahat waktu yang tepat untuk berkunjung kesana, tempat yang sepi, sejuk
dan sangat tenang, sama seperti hatinya yang selalu sepi. “Huhh” dengus Mirae
sambil berjalan melewati koridor sekolah dengan kepala tertunduk kelantai.
Tiba-tiba langkahnya terhenti, sesuatu menggelinding dan berhenti tepat di
ujung sepatunya. Cincin. “Whoaaa indah sekali, punya siapa ini?” Mirae memungut
cincin itu dan memakainya di jari manisnya yang mungil, “cocok” ucap Mirae
kegirangan. Tapi kegembiraan itu tak berlangsung lama.
“Yaa…, apa yang kau lakukan dengan
cincinku, cepat lepaskan!! Dasar wanita jelek” umpat lelaki jangkung berwajah
tampan itu pada Mirae.
“Whoaa
Minho oppa, ini punyamu?” ucap Mirae
dengan mata berbinar diiringi kilatan sinar matahari di kacamatanya.
“Jangan
mencoba menggodaku dan bertingkah sok imut, itu terlihat menjijikan Mirae si
angsa buruk rupa. Sini berikan cincin itu padaku!! Ucap Minho kesal dan
merampas paksa cincin itu dari tangan Mirae.
“Aigoo tanganku sakit oppa” kata Mirae sambil
mengibas-ngibaskan tangannya yang sakit akibat ulah Minho tadi.
“Apa
peduliku??? Itu deritamu” jawab Minho cuek dan berlalu meninggalkan Mirae.
“Ahhh cobaan macam apa ini sampai aku bertemu gadis paling jelek di kota Seoul”
kata Minho sambil berjalan menjahui Mirae. Kali ini kalimat yang diucapkan Minho
tampaknya terdengar jelas di telinga Mirae, kalimat itu membuat hati mirae
panas, mukanya memerah seakan terbakar oleh api, aliran darahnya naik ke
ubun-ubun. “Sungguh lelaki itu tak bias dibiarkan aku harus ambil tindakan. Choi
Minho awass kau” batin Mirae.
“YAAAAA….. apa yang kau ucapkan barusan??
Kau bilang aku gadis paling jelek di kota Seoul???” Mirae berteriak pada Minho,
tak peduli apa yang terjadi disekelilingnya, yang ia tahu hanyalah bagaimana
supaya lelaki angkuh itu menarik kembali ucapannya.
“Ya
memangnya kenapa? Apa kau merasa paling cantik di kota Seoul? Sudahlah terima
saja nasibmu Lee Mirae” jawab Minho pada Mirae setelah ia membalikan badannya.
“Oh ya aku lupa, lainkali jangan pernah coba-coba berteriak padaku oke!!” Minho
kembali membalikan badannya, ia segera malaju tanpa mempedulikan Mirae lagi. Ia
tak mau repot-repot mengurusi wanita jelek itu.
“awasss
kau Choi Minho, aku akan buat kau bertekuk lutut padaku, aku akan lebih cantik
dari pada Yoona-mu itu. Awassss kau yah dasar lelaki aneh, angkuh, wanita mana
yang mau dekat denganmu. Mirae berteriak-teriak tak karuan memaki Minho yang
sedari tadi menghilang dari pandangannya.
“Hei
kau berisik, kalau mau berteriak-teriak bukan disini tempatnya. Mengganggu
saja” bentak seorang siswa pada Mirae. Oh itu membuat Mirae malu
sejadi-jadinya. Kenapa ia bisa berteriak tak karuan pada orang yang wujudnya
sudah menghilang huh. Akhirnya Mirae memutuskan meluapkan emosinya di tempat
lain yang sepi tentunya.
Mirae
melangkahkan kaki gontai menuju atap sekolah. Meniti setiap anak tangga dengan
lunglai. Pikirnya berdiam disana mungkin dapat membuat pikirannya sedikit
tenang dan menghilangkan rasa jengkelnya pada Minho.
“huuhhhh~”
Mirae
menghela nafas panjang seraya menyandarkan tubuh mungilnya pada tembok pembatas
yang dijadikan pagar atap sekolah. Ia menengadah kepalanya keatas, merasakan
semilir angin siang itu menerpa kulit wajahnya. Tapi… tiba-tiba saja
bayangan sosok lelaki menyebalkan itu
terlintas dipikiran Mirae. Membuat kedua kelopak matanya yang tadi sempat
tertutup , terbuka kembali. Kesal! Kesal! Kesal sekali bila teringat kejadian
memalukan di koridor sekolah tadi.
“aarggghh
CHOI MINHO MENYEBALKAAAAAAAANNNNNN” teriaknya secara tak sadar
Hosh…
Hosh…
Hosh..
Mirae mengatur pola nafasnya
sejenak. Jinja! Ternyata benar apa
yang dikatakan orang-orang, berteriak bisa membuat beban pikiran kita lebih
ringan. Perasaan kita terasa lebih lega dari sebelumnya. Terbukti dengan raut
wajah Mirae yang terlihat lega sekarang.
“Sudah selesai teriaknya?”
“Eohhh??”
Mirae sontak membulatkan kedua
pupil matanya ketika ia mendengar sebuah suara yang berada tak jauh dari
tempatnya berdiri, dan saat ia
membalikan tubuhnya ke belakang. Ia mendapati sesosok pria berseragam yang
tengah berbaring di bangku kayu dekat pintu gudang. Mirae tak dapat melihat
wajah pria itu karena tertutup oleh buku. Atau tepatnya ia sengaja menutup
wajahnya dengan buku.
“Suaramu nyaring sekali seperti
anak TK.”
“MWOO??”
Kali
ini bukan hanya matanya yang terbelalak tapi juga mulutnya. Hei apa katanya?
Seperti anak TK??
“A….Apa katamu??” seru sosok
mungil itu tak terima. Hah! Yang benar saja, baru pertamakali bertemu sudah
bersikap tidak sopan. Rasanya ingin sekali ia menghajar lelaki itu dengan
sekali tinju! Dia pikir dia siapa ha?
“Iya… Kenapa? Apa kau tak
mendengarnya? Atau kau tuli?”
“Aisshh kau!!!”
Baru saja Mirae akan menghampiri
sosok itu, langkahnya langsung terhenti saat pria itu menurunkan buku yang
menutupi wajahnya dan beringsut dari bangku kayu tempatnya berbaring. Omona! Kyoupta, jeongmal kyoupta!.
Terlebih ketika sorotan mata kucing berwarna hitam pekat itu tertuju pada
Mirae, alis tebal yang bertaut tajam serta rambut golden brown pendek yang
terlihat terang akibat terpaan sinar matahari. Detik itu juga tubuh Mirae
terasa sulit untuk digerakan hingga pria itu berlahan mendekati Mirae, membuat
Mirae kontan mundur selangkah, dan langkahnya amat gugup.
“Dasar bodoh, kalau ingin
berteriak kencang seperti itu carilah tempat yang lebih aman..” ucap pria itu
terkekeh sembari memukul pelan pucuk kepala sosok Mirae yang sudah membatu. “Oh
iya, kurasa kau butuh sedikit perubahan agar lelaki itu menyukaimu. Jadilah
gadis yang cantik dan beri dia pelajaran” kata pria itu lagi, kini ia
mengacak-ngacak rambut Mirae dan kemudian berlalu.
“Ne…” jawab Mirae singkat. “butuh perubahan?? Apa maksudnya aku
harus merubah penampilanku??” batin Mirae. Kemudian ia disadarkan oleh bel yang
berbunyi nyaring, mengalahkan suaranya saat berteriak tadi. Sontak gadis itu
berlari menuju kelasnya.
***
Esok harinya Mirae dengan
semangat barunya menuju perpustakaan sekolah. Perpustakan juga menjadi salah
satu tempat favoritnya di sekolah selain taman belakang sekolah. Dan tempat
bersejarah, atap sekolah. Di pandanginya sekeliling perpustakaan hanya ada
penjaga perpustakaan dan seorang yang ia kenal, nama nya Lee Taemin. “Taemin-ssi apa aku boleh bertanya sesuatu
padamu?” ucap Mirae pada Taemin.
“Tanya apa?” jawab Taemin singkat
tanpa menoleh pada Mirae.
“Apa kau mengenal seorang yang
tampan di sekolah ini, tubuhnya tinggi, bola matanya hitam pekat, berambut
goldern brown dan tampaknya ia suka menyendiri di suatu tempat yang sepi di
lingkungan sekolah. Hm kurang lebih dia punya hobi yang sama denganku” Tanya
Mirae
“mungkin yang kau maksud adalah Key
sunbae” Taemin tetap sibuk dengan
bukunya tanpa menoleh pada Mirae.
“Ah begitukah? Apa kau
mengenalnya? Kelas berapa dia? Bagaimana orangnya?” Tanya Mirae berkepanjangan.
“yaa kau ini kenapa? Apa ingin mengejar Key sunbae sekarang, tak cukupkah kau mengejar Choi Minho seorang??.
Dia kelas XII-A mantan kapten tim basket tahun lalu, karena sudah kelas 3
makanya ia sekarang digantikan oleh Choi Minho” jawab Taemin, kali ini ia menatap
Mirae penuh selidik dan bercampur rasa kesal.
“Ah ketua tim basket katamu?
Kenapa aku tak pernah tahu?”
“Karena yang kau tahu hanya Minho
Minho dan Minho. Sudah cukup, aku sibuk, lebih baik kau pergi sebelum ada yang
melihat kita berduaan, di kira berteman denganmu saja aku tak mau apalagi
berpacaran. Cepat menyingkir!!”
“Hei kau, kenapa kau tahu aku
mengejar-ngejar Minho oppa?” satu
pertanyaan sebelum Mirae benar-benar pergi menghilang dari hadapan Taemin
“Seisi sekolah juga tahu kau
menyukainya, sudahlah pergi sana!!”
“Ah semua orang tahu kalau aku
menyukai Minho? Baiklah kalau begitu mereka pasti ingin tahu bagaimana
kelanjutan kisah perjuanganku mendapatkan Minho. Arraseo! aku akan berikan ending yang bahagia” batin Mirae.
Kemudian ia belari keluar perpustakaan dan segera masuk kelas karena hari ini
ada ulangan matematika.
***
Mirae keluar dari kotak kecil
nan sempit namun sejuk bernama ATM menuju pusat perbelanjaan paling terkenal di
kota Seoul, Myeondong. Hari ini hari libur, tak ada salahnya menggunakan sedikit
uang tabungan untuk berbenah diri, lagipula ini demi kebaikan Mirae. Dengan
semangat menelusuri setiap jalan yang ia lewati menuju Myeondong sambil
bersenandung pelan. Namun sebelumnya Mirae pergi ke salon dulu, teringat pesan Key
oppa “Oh iya, kurasa kau butuh sedikit
perubahan agar lelaki itu menyukaimu. Jadilah gadis yang cantik dan beri dia
pelajaran”. Satu-satunya tempat agar Mirae bias tampak cantik yah salon.
Ia sampai di salon, awalnya
benar-benar gugup karena ia mempercayai seluruhnya pada si empunya salon. Satu
jam berlalu. Betapa terkejudnya ia melihat wajahnya yang kini bak bidadari yang
turun dari langit. ”Hah awas kau Minho, kita lihat siapa yang menang kali ini”
batin Mirae.
“Nona neomu yeopposeo, dari awal aku sudah yakin kalau akan jadi begini.
Kau mengambil keputusan yang tepat Nona, para pria pasti akan bertekuk lutut
melihat kecantikanmu” ucap si tukang salon dengan mata berbinar, memuji hasil
kerjanya.
“jinja? Ah gomawo eonnie, apa
aku sudah terlihat seperti Yoona So Nyuh
Shi Dae” pertanyaan konyol itu begitu saja melesat dari bibir mungil gadis
ini.
“ah? Hahahaha kau bahkan lebih
cantik darinya Nona, kau yang tercantik sekota Seoul mulai hari ini” ujar si
tukang salon dengan ekspresi lebay.
“jengmal gomawo eonnie” ucap Mirae tersipu dan segera pergi
meninggalkan salon itu setelah membayarnya.
Kini kepercayaan diri seorang
Mirae sudah terkumpul penuh, ia berjalan menelusuru tiap sudut Myeondong dengan
langkah penuh semangat. Ia menatap kaca sebuah toko di depannya, ia bias
melihat wajahnya yang kini tampak cantik, rambut warna golden brown panjang
terurai dengan jepit rambut kupu-kupu kecil di bagian kanan rambutnya. Membuat
wajahnya semakin cantik dan berseri. Ia melihat keadaan sekeliling, tapi
pemandangan berbeda berasal dari sebuah toko kosmetik tak jauh dari tempatnya
berdiri. “jeogiyo, ahjuma apa kau
tahu apa yang terjadi disana? Kenapa ramai sekali?” Tanya Mirae pada wanita
paru baya yang lewat di depannya.
“ah disana sedang ada jumpa fans
SHINee, kalau kau belanja di toko itu miniman 100.000 won maka kau bias
mendapatkan tanda tangan personel SHINee, tapi kali ini yang dating Cuma Lee
Jinki dan Kim Jonghyun, mereka juga membawa Yoona dan Sunny dari SNSD” jelas
ibu itu.
“hm gomawo ne” ucap Mirae seraya membungkuk pada ibu itu.
Mirae mencoba masuk ke toko
kosmetik itu dan disana sudah terlihat Onew dan Jonghyun, mereka ternyata lebih
tampan dari pada yang Mirae lihat di TV, begitu juga dengan Yoona dan Sunny.
Segera ia membeli beberapa produk kosmetik yang menurutnya penting, setelah itu
ke kasir dan membayarnya. Stelah mendapatkan kwitansinya Mirae langsung masuk
barisan untuk antri. Antriannya memang cukup panjang tapi ini demi SHINee.
“Hey eonnie kau cantik sekali, apa kau artis??” seorang gadis seumuran
Mirae bertanya padanya, tampak dari sorot matanya si gadis ini kagum akan
kecantikan Mirae.
“Tentu saja bukan, kalau aku
artis aku sudah pasti duduk di sebelah Jonghyun oppa” kata Mirae membuat suasana diantara keduanya semakin akrab.
“Tunggu, aku rasa aku pernah
melihatmu sebelumnya, tapi dimana yah??? Ah eonnie
bersekolah dimana?” Tanya gadis ini menerawang, mencoba membuka memorinya.
“Aku siswi SMA Shinhwa kelas
XI-B, apa kau mengenalku?”
“Kelas XI yah? Baik akan
kutanyakan pada oppa-ku dulu” kemudian
gadis itu memanggil seorang lelaki yang wajahnya tak asing lagi di mata Mirae. Minho.
“oppa apa kau mengenal eonnie ini?” ucap gadis itu pada Key
“Ti….dakk…” ucap Minho,
tampaknya ia terpesona.
“Hei Minho, apa kau sudah
melupakanku? Aku angsa buruk rupa dan sekaligus gadis paling Jelek di kota
Seoul, apa kau lupa??” ucap Mirae dengan senyuman Evil-nya.
“Ah? Mirae? Jinja??” ucap Minho terheran dengan pemandangan di depan matanya.
Sontak ia menarik tangan gadis yang sedang ia kencani ini. Ia tak mau tergoda
oleh kecantikan Mirae, jangan sampai Mirae menang dalam permainan ini.
“yaa kau ini kenapa? Kenapa menarikku? Lihat gadis itu sendiri
disana dengan tampang kasihannya”
“Ha? Mirae? Jadi yang kutarik
tadi tanganmu?” Minho sungguh heran, gugup, juga malu. Tingkahnya sungguh
diluar dugaan. Kenapa ia menarik tangan Mirae, padahal ia sangat ingin jauh
dari wanita ini.
“lepaskan tanganku!” ucap Mirae
dengan nada tegas. Tapi Minho masih terpaku melihat kecantikan Mirae. “Hei Choi
Minho, lepaskan tanganku atau….” Ucapan Mirae terpotong sebelum ia
menyelesaikan kalimatnya. Kini tangan bukan tangan Minho yang memegang
tangannya. Tapi, Key.
“hyung apa yang kau lakukan, ke…kenapa kau bias ada disini? Dan ada
apa dengan kau dengan Mirae?” lagi-lagi Minho heran dengan apa yang terjadi,
kenapa Key bisa ada disini dan membantu Mirae?
“Sudah anak nakal jangan banyak
Tanya. Urus saja urusanmu dengan anak kecil itu, wajahnya sudah sangat kasihan.
Oh ya disana ada Yoona bukan?? Kau akan rugi jika tak dapat tanda tangannya”
goda Key sambil terkekeh sendiri, kemudian ia berbalik meinggalkan Minho dan
menggandeng tangan Mirae.
***
“oppa kenapa kau membantuku kemarin?” Tanya Mirae pada Key saat
mereka berdua ada di atap sekolah, di temani dengan semilir angin siang itu, udaranya
begitu sejuk.
“Kau harus beri dia pelajaran,
buat dia cemburu” jawab Key. “oh iya, kau mengikuti saranku yah? Sudah kutebak
dari awal kau ini sebenarnya cantik” sambung Key. “eh warna rambut kita sama,
apa kau ngefans padaku Mirae??” tambah Key lagi sambil menggoda Mirae.
“Huh, tentu saja tidak” dengus
Mirae.
“Mirae apa yang kau lakukan
disini bersama Key hyung?” ucap
lelaki berbadan jangkung itu pada Mirae tiba-tiba. “Sekarang kau harus temani
aku makan di kantin Mirae” tambahnya.
“siapa kau? Seenaknya saja
mengatur hidupku. Ingat Minho kau bukan siapa-siapaku. Dasar fanboy ALAY” ledek
Mirae.
“yaa…Mirae jangan ucapkan kalimat itu lagi, kalau yang ada yang
dengar nanti image-ku sebagai cowok
cool di sekolah ini jadi hancur. Sekarang cepat ikut aku ke kantin. Hari ini
aku yang traktir” ucap Minho sambil menunggu jawaban dari Mirae.
“Tidak mau”
“Mulai hari ini kau jadi
pacarku. Ayo cepat” Minho memasukan cincin ke jari manis Mirae. “couple ring”
katanya lagi sambil memamerkan cincin yang persis sama melingkar di jari
manisnya.
“hei inikan cincin yang waktu
itu?” ucap Mirae takjub.
“heiiii sudah…. Dasar anak
kecil, cepat kalian pergi sana. Membuatku pusing saja” Key mengusir Minho dan
Mirae.
“Ne oppa” kata Mirae.
“gomawo hyung, kau sudah merubah jalan pikiran si buruk rupa ini
sampai ia menjadi cantik begini” ucap Minho penuh terimakasih pada sunbae-nya itu.
***
Hingga pada akhirnya setelah
melewati banyak kisah penuh makna Mirae kini menjadi gadis favorit di
sekolahnya, ia bahkan di angkat menjadi kapten cheers di SMA Shinhwa.
Benar-benar pasangan yang serasi dengan Minho. Mereka pasangan yang unik,
gampang bertengkar sehingga membuat seisi sekolah kelabakan dengan tingkahnya.
Namun disaat mereka berbaikan seisi sekolah iri dibuatnya. Berbeda dengan Key
yang sekarang juga sudah mengubah pola hidupnya, mulai bermain dengan
teman-teman dan menghabiskan waktu di kantin dan kelas. Kini atap sekolah itu
menjadi tempat bersejarah bagi mereka. Bagi Mirae, Minho dan Key. Di lain hal
Taemin sekarang menjadi kekasih Haemi, gadis yang pernah dikencani Minho saat
ia ingin mendapatkan tanda tangan Yoona SNSD tapi ia masih mementingkan image-nya sebagai cowok dengan flamers
karisma. Dan di sanalah awal pertemuan seorang Minho si flamer karisma dengan
Mirae si angsa buruk rupa yang menjelma menjadi seorang bidadari yang turun
dari langin untuk mengisi hari-hari Minho. Mengajarkan Minho bahwa tak
selamanya keburukan akan menjadi keburukan. Karena dalam hidup ini roda pasti
berpurar dan badai pasti berlalu.
Cinta memang
tak diduga kapan datangnya, dan kepada siapa ia singgah. Tapi yang pasti Cinta
dapat menyatukan segalanya. Merubah banyak perbedaan menjadi satu kesatuan yang
utuh. Melengkapi kekurangan satu sama lainnya.
THE
END