“Hyun Mi-ssi kau sudah bangun?
Kemarin kau pingsan dipelukanku, kau sering sekali pingsan yah. Yeoja pabo.”
“Yaakk.. apa kau bilang? Yeoja
pabo? Dasar lelaki aneh yang suka asal bicara.”
“Melihat Baek Hyun berciuman
dengan sahabat sendiri saja sudah pingsan apalagi nanti kalau mereka menikah.”
“DIAM KAU..!!! IISSHH lupakan.
Awas kau.”
***
Taemin. Wajah lelaki itu tak asing lagi dimata Hyun Mi, kini sosok Taemin yang menemani hari-hari Hyun Mi, ia sudah resmi melupakan Baek Hyun dan mencoba membuka hati untuk Taemin yang tak seburuk yang ia pikirkan pada awalnya. Taemin begitu hangat, humoris, dan selalu bisa membuat Hyun Mi tersenyum. Sedangkan Seo Mi, hubungannya dengan Seo Mi benar-benar buruk semenjak kejadian itu. Kini nama Baek Hyun dan Seo Mi sudah di hapusnya dari daftar orang-orang yang berharga dalam hidupnya.
***
“Hyun Mi-ssi Saranghaeyo.”
“Nado Saranghae”
Kalimat itu begitu berarti dan
bersejarah dalam hidup Hyun Mi, ini kali pertama ia benar-benar mencintai dan
dicintai oleh seorang lelaki, dan lelaki itu adalah Taemin.
Tapi kenapa semakin mereka akrab
bahkan sampai menjadi pasangan kekasih sikap taemin malah berubah. Ia menjadi
aneh. Labil. Dan kadang mengecewakan. Taemin sering melupakan janjinya dengan
Hyun Mi. pernah pada suatu ketika mereka berjanji makan malam bersama, Hyun Mi
sedah menunggu hampir empat jam dan Taemin belum juga datang, akhirnya Hyun Mi
memutuskan untuk pulang saja, di tengah perjalanan hujan mengguyur Hyun Mi
dengan hebatnya, namun sudah terlalu malam untuk berteduh dan menunggu hujannya
reda, alhasil Hyun Mi menerobos hujan walau ia tahu setelah ini ia akan
diserang flu dan demam hebat, namun itu lebih baik dari pada harus menunggu
hujan reda sendirian sampai tengah malam, Hyun Mi rasa itu cukup berbahaya
untuk dirinya yang masih duduk di bangku SMA, belum lagi nanti eomma dan appa
nya yang khawatir dan kalau-kalau mereka nekad menelepon polisi untuk mencari
Hyun Mi.
Di tengah perjalanannya menerobos
lebatnya hujan, Taemin. Sosok itu muncul seperti sosok malaikat yang turun dari
langit untuk menyelamatkan Hyun Mi mengulurkan payung dan membuka mantelnya,
kemudian ia kenakan pada Hyun Mi yang mengigil karena kedinginan. Taemin dan Hyun
Mi berjalan ditemani butiran air langit yang gembira ria menyambut kemesraan
mereka.
Sesampainya di rumah Hyun Mi,
Taemin langsung balik kanan dan pergi meninggalkan Hyun Mi dan meninggalkan
bekas kecupan hangat di kening Hyun Mi, Hal ini terasa aneh bagi Hyun Mi.
Taemin adalah kekasihnya apakah salah kalau Taemin singgah sekadar untuk
beramah tama dibanding pergi tanpa pamit dan mengucapkan sepatah katapun.
***
Hyun Mi menangis, menangis
sejadi-jadinya setelah mendapati apa yang ada di hadapannya. Ia melihat lagi
kejadian pahit yang membuatnya sakit dan pingsan di pelukan Taemin beberapa
waktu lalu. Kini pemandangan yang sama terjadi antara Taemin dan gadis lain
yang tak ia kenal. Pemandangan itu sungguh diluar dugaan, lebih menyakitkan
dari pada waktu itu. Dahulu ia bisa pingsan di pelukan Taemin tapi sekarang ia
tak bisa lagi. Tak ada orang yang meminjamkan tubuhnya untuk dipeluk lagi
seperti waktu itu. Kini ia benar-benar sendiri dan membeku ditengah-tengah
pemandangan itu. Entah apa yang di pikirkan Taemin hingga ia berani-beraninya
berselingkuh.
“Taemin-ssi..!!!!”
“ah? Hyun Mi…apa yang .. kau
lakukan disini?” Taemin terbata dan si wanita selingkuhanya langsung pergi
tanpa berkata apa-apa.
“lalu apa yang kau lakukan disin
dengan wanita itu? Kau pikir aku tak melihatnya??”
“iya. Beginilah caraku agar kau
membenciku. Aku tak ingin cintamu padaku terlalu dalam, bersamaku hanya akan
membuatmu menderita, nyawamu terancam Hyun Mi.”
“waeyo?? Apa maksudmu nyawaku?
“kau tahu kalung yang kau pakai
itu adalah nyawaku, seorang penyihir mengambilnya dariku kemudian menjualnya
kepada ibumu. Aku sengaja mendekatimu demi kalung itu agar aku masih bisa
hidup. Tanpa kalung itu semakin hari tubuhku semakin melemah, dan lama kelamaan
aku akan mati Hyun Mi. kau tahu, aku bukan manusia sepertimu, dunia kita
berbeda.” Jelas Taemin. Akhirnya ia mengaku karena tak tahan lagi dengan
kondisi yang semakin rumit ini.
“ja..jadi.. kau yang selama ini
melakukan semua itu padaku?”
“iya… aku memletakan PRmu d meja,
mendorongmu ke kolan renang, menuntunmu menyayat tanganmu, membawamu ke
tengah-tengah jalan raya, aku yang membuatmu mengantuk dan pingsan saat jam
pelajaran matematika.”
“tapi kenapa kau
menyelamatkanku?”
“itu karena aku mencintaimu, aku
tak bisa melukaimu, itu akan lebih menyakitkan disbanding aku harus mati tanpa
mutiara di kalungmu itu”
“ini, pakai lah” Hyun Mi membuka
kalungnya dan menyerahkan pada Taemin.
“tidak Hyun Mi tidak bisa,
energimu telah diserap kalung itu, jika kau serahkan padaku, kau akan mati. Aku
tak mau itu terjadi”
“lalu bagaimana?”
“aku tak tahu, kau pakai saja
dulu sebelum aku skarat, aku akan pikirkan jalan keluarnya”
***
Hyun Mi khawatir dengan kondisi
Taemin sekarang ini, ia tak mau kehilangan taemin orang yang begitu ia cintai. Akhirnya
Taemin memutuskan untuk menghabiskan waktu terakhirnya bersama Hyun Mi di
Namsan Tower.
Mereka berdua sudah menghabiskan
waktu, sekarang sudah tepat pukul 00.00 mereka sudah seharian bersama,ritual
mamasang gembok cinta dan berharap cinta mereka abadipun telah dilakukan.
Sekarang mereka berdua berdiri di puncak Namsan Tower, pemandangan yang indah
dan suasana sepi. Sangat romantis.
“berikan kalungnya”
“hm ne, ini!” Hyun Mi menyerahkan
kalung itu pada Taemin
“kau tak takut mati?”
“jika itu takdirku aku akan
menerimanya, ingat ini bukan demimu, ini demi eomma ku, ia yang membuatmu
begini, aku tak ingin ia yang menebus dosanya padamu, biar aku saja yang
membayarnya”
“bagus kalau begitu” Taemin
melempar kalung itu ke udara sekuat tenaga.
“ yaaakk.. kenapa kau buang
kalungnya?”
“aku tak mau kau mati sendirian.
Lebih baik kita mati bersama.”
“tapi???”
“tapi sudah terlanjur, kalungnya
sudah lenyap, sebentar lagi kau dan aku akan mati. Persiapkan dirimu”
Tiba-tiba muncul cahaya yang
begitu menyilaukan mata. “apakah itu
malaikat maut??”. Hyun Mi membuka mata, ia sungguh berda di tempat yang ia
kenal. Kamarnya. Tapi,, kali ini ia bersama Taemin, bukan, mereka tidak dalam
keadaan normal, mereka tak bisa memegang benda apapun. Kermudian ia melihat
dirinya di cermin dan sungguh sekarang ia bukan manusia melainkan malaikat
bersayap hitam, begitupun dengan taemin. Setelah meninggal mereka ditugaskan
sebagai malaikat penjaga keluarga Ahn, dan sebagai Devil bagi para manusia di
bumi.
Mereka menjalankan tugas dengan
baik, eomma dan appa mendapat anak baru setelah sekian lama, itu adalah adik
Hyun Mi, adik kecil yang ia sayangi. Namun kini bukan manusia seperti dulu lagi
yang bisa dengan mudah bermain dengan adiknya. Ia hanya mencintai dari dunia
yang berbeda.
END
oke ceritanya emag gaje, en ga masuk akal,, tapi yang penting follow twitter gw @TaeHye77_
