“Hehhh, aku memang berbeda
dengannya, aku lebih baik darinya, ha ha ha. Akan ku buktikan padamu!!”
“hey kau!! Apa kau mengancamku??”
Hyun Mi berapi-api.
***
“Hyun Mi-ssi tunggu aku”
“Sudahlah jangan mengikutiku
terus. Aku lelah, aku tak tertarik padamu Taemin.”
“Tapi setelah kau dekat denganku
kau akan menyukaiku, makanya jangan menghindar terus”
Hyun Mi berlalu ke kelas, ia
merasa Taemin selalu menghantuinya. Lelaki aneh ini benar-benar membuatnya
gerah.
“omo. Apa ini? Ah ini? PR-ku,
kenapa bisa ada disini???” Hyun Mi terkejut melihat buku PRnya di atas meja,
padahal ia tadi meninggalkannya di rumah, dan sangat khawatir akan itu, tapi
siapa yang membawanya kesini.
***
Semakin hari Hyun Mi merasa aneh.
Taemin selalu menghantuinya membuat ia menjadi tidak nyaman, namun Taemin bagai
malaikat penolong yang selalu ada untuknya, jika tidak ada lelaki aneh itu
mungkin entah apa yang kan terjadi padanya.
Hari pertama : buku PR yang
terletak di meja kelasnya yang jelas-jelas pada hari itu ia meninggalkannya di
rumah.
Hari kedua : kejadian tenggelam
di kolam renang sekolah karena ada yang seolah-olah mendorongnya dan tiba-tiba
ia mendapati dirinya ada dipelukan Taemin saat bangun dari pingsannya.
Hari ketiga : menyayat tangannya
seolah ada yang menuntun tangannya untuk melakukan itu kemudian Taemin datang
dan segera membuang pisau yang ada di genggaman Hyun Mi.
Hari keempat : Hyun Mi berjalan
lurus menyebrangi jalanan yang ramai seolah ada yang menggandengnya untuk itu,
lalu taemin datang dan segera menarik tangannya sebelum ia di tabrak oleh
kendaraan yang melintas.
Hari kelima : tidur di jam
pelajaran matematika, lalu ia di marahi seonsengnim maklumlah guru yang satu
ini memang terkenal killer. Tiba-tiba Hyun Mi pingsan dan setelah ia bangun
Hyun Mi mendapat informasi dari Seo Mi kalau Taemin yang menggendongnya ke
ruang kesehatan
Hari keenam : hari ini adalah
hari paling menyakitkan dari hari sebelumnya. Ia tanpa sengaja mendapati Baek
Hyun sedang berciuman mesra dengan Seo Mi sahabatnya, mereka tampak penuh
gairah, ini membuat air mata Hyun Mi tumbah dan mengalir deras membasahi pipi
Hyun Mi. Taemin datang dan memeluk Hyun Mi sekuat tenaga dengan penuh
kelembutan dan kehangatan. Hyun Mi merasakan sesuatu, ia merasa nyaman dan
serasa apa yang ia lihat barusan lenyap di pikirannya. Yang ada hanya rasa
nyaman. “jika ini mimpi maka aku tak mau
bangun untuk selamanya Tuhan, tapi jika ini nyata biarkan waktu berhenti saja
untuk selamanya.” Hyun Mi bangun dan sekarang ia berada di tempat yang ia
kenal. Kamarnya.
(di telepon)
“Hyun Mi-ssi kau sudah bangun?
Kemarin kau pingsan dipelukanku, kau sering sekali pingsan yah. Yeoja pabo.”
“Yaakk.. apa kau bilang? Yeoja
pabo? Dasar lelaki aneh yang suka asal bicara.”
“Melihat Baek Hyun berciuman
dengan sahabat sendiri saja sudah pingsan apalagi nanti kalau mereka menikah.”
“DIAM KAU..!!! IISSHH lupakan.
Awas kau.”
next>>>>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar