I choose to love you (part II)
Taemin POV
Oh god apa-apaan ini, tiba-tiba seorang
wanita aneh datang melumuri bajuku dengan ice cream, lalu sekarang ia memakiku.
Sungguh tindakan keterlaluan, wanita ini sungguh membuatku marah,
berani-beraninya ia memakiku di depan Minho. Kalau aku kalah dengan wanita
pendek dan aneh ini betapa malunya aku sebagai seorang lelaki. Begini-begini
aku tetap lelaki yang tak boleh kalah melawan wanita, apalagi kalo wanita itu
adalah si pendek dan aneh ini.
Liat
penampilannya sangat kekanak-kanakan dengan rambut pendek seperti “dora the
explorer” bajunya yang seperti anak TK. Sungguh sekalipun aku putus dengan
Minho aku tak akan merelakan Minho dengannya. Ha ha ha dan aku rasa Minho tak
mungkin menyukai wanita seperti ini. Aku tahu persis selera Minho, ia menyukai
wanita yang lembut, elegan, dan berambut panjang. Berbeda dengan wanita ini
sangat kasar dan seenaknya saja.
Segera
kumaki balik wanita ini “dasar kau gadis, lihat penampilanmu yang tak
ada bedanya dengan anak TK, beraninya kau berteriak padaku setelah apa yang kau
lakukan”.
Bukannya
minta maaf ia malah menyerang Minho-ku, mengatakan aku namja cantik pula. jangan-jangan ini taktik agar dia bisa mendekati
Minho-ku. Dasar wanita licik harus ku beri kau pelajaran “heh kau aku
peringatkan satu kali saja JANGAN KATAKAN KALAU AKU CANTIK karena aku lelaki
keren” ucapku berapi-api. Sungguh orang seperti ini tidak bisa dibiarkan.
Tapi ada yang aneh disini, Minho terlihat pucat ketika
wanita ini berteriak pada Minho. Aku rasa Minho baik-baik saja hari ini, dan
tak mungkin ia sakit mendadak. Oh mungkin karena ia shock mendengar suara
melengking wanita aneh ini. Aku mencoba menghindari kenyataan-kenyataan pahit
yang mungkin terjadi dengan menyimpulkan bahwa Minho sedang tidak enak badan.
Tatapannya pada wanita ini sungguh hangat dan tampak penuh cinta, anak TK yang
melihatnya saja pasti tahu akan hal ini. Tapi apa mungkin dugaanku ini benar.
Wanita ini bukan tipe ideal Minho-ku, dia sangat kasar dan serampangan.
Oh god kumohon
jangan sampai itu terjadi. Hatiku mulai resah.
Taemin POV END
***
Author POV
Minho dan Taemin berjalan mengelilingi mall tempat biasa
mereka menghabiskan waktu. Sudah seminggu mereka menjalin hubungan terlarang
itu. Minho tampak bahagia dan menikmati harinya dengan tenang dan ceria begitu
juga Taemin, begini juga tidak buruk.
Mereka berjalan menuju arena bermain, berjalan dengan
santai dan penuh semangat. Tiba-tiba seorang gadis yang tak lebih tinggi dari
Minho sedang membawa ice cream dan*dug
gadis itu menabrak Taemin dan menumpahkan ice cream yang sedang digenggamnya ke
baju si lelaki cantik itu.
“ya… apa yang kau
lakukan?” Taemin berteriak pada gadis itu, darahnya naik ke ubun-ubun melihat
bajunya yang berlumuran ice cream rasa strawberry.
“hey kau, berani-beraninya berteriak padaku, kau pikir aku
sengaja menabrakmu ha? Hm awalnya aku ingin minta maaf tapi melihat kelakuanmu
aku jadi enggan meminta maaf”
“dasar kau gadis, lihat penampilanmu yang tak ada bedanya
dengan anak TK, beraninya kau berteriak padaku setelah apa yang kau lakukan”.
“hey oppa kau ini Hyung
si yeppeun
naamja ini kan? Apa kau bisa beritahu padanya agar tidak berteriak padaku?
Aku kan sudah bilang aku tidak sengaja” gadis itu bicara sambil menunjuk Minho
dengan telunjuknya yang mungil.
“ha? Iya maafkan dia yah” Minho kaget melihat tingkah gadis
pemberani ini, ia merasakan hal lain ketika melihat gadis ini. Entahlah.
“heh kau aku peringatkan satu kali saja JANGAN KATAKAN
KALAU AKU CANTIK karena aku lelaki keren”
ucap Taemin berapi-api
ucap Taemin berapi-api
“ha?benarkah?aku rasa tidak”. Kemudian gadis itu berlalu
meninggalkan Taemin dan Minho.
Author POV END
***
Minho POV
Mendadak pikiranku buyar melihat pertengkaran Taemin dan
gadis ini. Mereka seperti kucing dan anjing yang sedang berkelahi dengan
gerilya. Aku kagum melihat keberanian gadis ini, dia sungguh gadis yang unik
dimataku. Bicara apa adanya auranya sungguh natural, tak tampak kesan
dibuat-buat dari dirinya. Badanya yang mungil membuatku tergerak untuk
memeluknya, oh tapi aku sadar ada Taemin disampingku, dan aku tahu Taemin tak
menyukai gadis ini.
Ketika ku asyik dengan pikiranku, gadis ini tiba-tiba
menunjukku dengan telunjuknya yang mungil “hey oppa kau ini Hyung si
yeppeun naamja ini kan? Apa
kau bisa beritahu padanya agar tidak berteriak padaku? Aku kan sudah bilang aku
tidak sengaja”. Sungguh aku terkejut, jantungku bekerja lebih cepat bahkan
mungkin mukaku pucat pasih.
Astaga gadis ini sungguh menghipnotisku, bagaimana bisa
tiba-tiba aku tak berkutik ketika seorang gadis berteriak padaku?? Padahal
biasanya aku yang selalu berteriak pada gadis-gadisku. Akhirnya aku hanya
menjawab “ha? Iya maafkan dia yah”
***
Ketika gadis itu berlalu, Taemin memarahiku. Dasar anak ini
begitu manja, membuatku tak berkutik melihatnya. Terkadang Taemin seperti ibuku
sendiri, ia bilang aku “namja pabo”.
Aku tak akan marah kalo yang menyebutku seperti itu adalah seorang Taemin.
Seseorang special dihatiku yang sangat berharga. Angel-ku.
“namja pabo, kau
tahu betapa malunya aku ketika wanita aneh itu berteriak padaku??, dan sekarang
kau hanya bilang ‘maafkan dia yah’ apa itu? Mau di letakan dimana mukaku hyung. Harusnya tadi kau membelaku dan
ikut berteriak pada wanita itu. Kenapa kau tiba-tiba meleleh, apa yang terjadi
padamu tadi. Kau lihat, sekarang mukaku memerah darahku naik ke ubun-ubun
melihat tingkah wanita itu dan kau yang membiarkannya meraih kemenangan.”.
Emosi Taemin meledak-ledak dihadapanku.
“ne chagi, mianheyo”.
Hanya kalimat itu yang bisa ku ucapkan pada Taemin lalu mengacak-ngacak
rambutnya yang lembut, kemudian kulingkari tanganku dipinggangnya dan
mengajaknya pergi. Aku ingin dia melupakan kejadian ini. Aku tak tahan kalau
dia sampai mengoceh yang tak henti-hentinya, kalo itu terjadi hal yang ada
hanya gendang telingaku yang mendadak lumpuh. Dan juga aku sudah cukup bingung
dengan hatiku, ada saatnya bayangan gadis mungil tadi melintas dibenakku. Aku
harap ini bukan pertanda apa-apa.
Minho POV END
bersambung^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar