Pink Strawberry Taepaw World: Sobat, pliss dech.....

Halaman

Senin, 09 April 2012

Sobat, pliss dech.....

Siang itu matahari bersinar terik. Seandainya waktu itu aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan, aku pasti langsung berlari menuju kantin, dan dengan jurus kilat andalanku, aku pasti akan langsung membuka kulkas dan mengambil beberapa minuman dingin dan makanan ringan yang ada di kantin itu dan kemudian aku langsung menuju kelas dan mengikuti pelajaran berikutnya. Namun dengan sekejap kilat pula salah seorang sahabatku yang bernama Deza lewat di depanku. Tampaknya ia dari labor komputer. huffftttt sirna sudah semua angan-anganku. Kupandangi sahabatku itu tampak raut mukanya begitu murung, seperti ada masalah yang sedang ia pikirkan. Entahlah, aku juga tak tahu. Tapi biasanya dalam keadaan yang seperti ini aku dan beberapa teman dekat lainya selalu menghibur dan membantu ia memecahkan masalah. Tak lama kemudian Guru IPS yang kami tunggupun datang yakninya Ibu Maya. Dengan langkah tegap dan penuh semangat aku segera masuk kelas dan menyempatkan diri menyapa guruku itu. Disaat jam pelajaran berlangsung, Ibu Maya memberi kami latihan. Saat mengerjakan latihan, terlintas di pikiranku untuk meminjam buku catatan tik (Teknologi Informasi & Komunikasi) kepunyaan Deza. Namun sebelum itu aku harus menyelesaikan latihan IPSku dulu. Seperti biasa dengan jurus kilat andalanku aku membuat latihan itu dan pastinya jawaban yang kubuat itu benar. Setelah selesai, aku langsung pergi menuju tempat duduk Deza dan langsung meminjam catatannya. Namun setelah kulihat ternyata catatanya juga tak lengkap. Sama sepertiku. Tiba-tiba sesosok misterius menghampiriku, serasa berada di dunia lain, seketika bulu kuduku berdiri dan aku merasakan sesuatu yang tidak enak. Namun setelah kulihat ia bukan hantu , melainkan teman akrabku juga, yakni Sisi. Ia meminjam buku catatan Deza padaku, ia tidak membawa catatan itu ke tempat duduknya, melainkan berdiri disampingku dan membolak-balik buku catatan itu. Setelah melihat-lihat Sisi berekspresi lain, ia bekata dengan bangga “haaa, catatanku lebih lengkap dari ini”, sepertinya ia sangat bangga dengan catatannya yang sedikit lebih lengkap dari punyaku dan Deza. Lalu tak lama iapun kembali ke tempat duduknya. Karena tak ada gunanya akupun segera mengembalika buku catatan itu pada Deza. Karena tempat duduk Deza tidak jauh, akupun melempar bukunyasupaya tidak repot, dan kupikir cara itu lebih praktis dan menghemat waktu dibangdingkan dengan berdiri, berjalan sedikit ke tempat duduk Deza dan kemudian duduk lagi. Tiba-tiba tanpa disadari, saat buku Deza terbang melayang di udara, buku kecil yang malang itugagal melakukan pendaratan. “plukk” begitulah kira-kira bunyinya. Ternyata tiba di darat buku Dezapun mengalami cidera, kulit buku iti copot dari isinya. Melihat keadaan buku Deza yang tergeletak lemah tak berdaya di lantai aku dan Sisipun tertawa terbahak-bahak. Entahlah kupikir itu adalah hal ang lucu. Berbeda dengan aku dan Sisi Deza malah menunjukan ekspresi lain, nampaknya ia kesal padaku. Mungkin ia berkata-kata dalam hatinya “bukanya minta maaf, malah menertawaina. Apa lucunya peristiwa buku yang copot dari isinya????, dasar tidak punya rasa tanggung jawab sedikitpun”. Aku sangat menyadari kesalahanku itu. Namun saat aku berdiri menuju tempat duduk Deza, ia malah pergi tanpa berkata satu katapun padaku. Celakanya ia pindah tempat duduk dengan temanku Fitri yang pada kenyataannya ia duduk jauh dari tempat kuberada. Bahkan sangkin kesalnya Deza tak mau lagi pulang bersamaku. Aku sempat berpikir Deza terlalu membesar-besarkan masalah. Mungkin ia melampiaskan masalah yang ia pikirkan padaku. Sudah tiga hari berlalu. Tampaknya Deza masih kesal padaku. Akhirnya aku memutuskan untuk meminta maaf melalui SMS, jika kutelepon atau bicara langsung pasti ia tak mau mendengarkanku. Tak lama setelah SMSkuterkirim Deza pun membalas SMSku itu. Fafaw> hy de. m’vin aQ ea udah ngerusakin buku Qm, tpi smpeh aQ gg sengaja. Qm m’vin aQ ea. Q kangen neeh mo main k hum Qm uggy. Deza> ya udah dech. Lagian it jg bkan salah Qm koq. aQnya ajjah yang terlalu membesar’’kan mslh.(LEBAY) Fafaw> nah gthu donk, kapan neh Q bsa maen k hum Qm coz Q dach kangen bangetz nee mo crita’’ ma Qm.???? Deza> Duch pliss dech, Qm kyk gg taw aQ ajjh, kpan coba aQ menutup pintu hum aQ u/ Qm????. Pintu hum aQ itu terbuka lebat 24 jam non stop cma buwat kamuh FAFAW Fafaw> Duch pliss dech SOB4T jangan LEBAY gthu donk. Tunggu aQ ea, jangan kemana’’ okeh, bye. ^_^ Deza> y ;p Dengan perasaan gembira dan lega aku segera beranjak dari tempat dudukku menuju rumah Deza yang kebetulan rumahnya tak begitu jauh dari rumahku. Setibanya disana aku dan Deza kembali berbaikan dan menyesali tingkah kami masing-masing “fau, apa sih maksud dari prilaku aaku kemaren-kemaren ini???”. “iya, aku juga gak tahu. Bukannya cepet-cepet minta maaf malah ketawa-ketawa gak jelas”. “iya juga sih, kenapa ya kita berantem Cuma gara-gara masalah sepele kayak gini.!!!”. “iya kamu sih, lebay banget jadi orang. Padahalkan tuh buku bisa dilem lagi”. “yaa waktu itu tuh aku emang lagi gak mood ajjah, ditambah kamu ketawa-ketawain buku aku, padahalkan gak ada lucu-lucunya sedikitpun”. “gak lucu gimana?, buku kamu tergeletak tanpa baju tuh lucu banget De, makanya jangan ngambek-ngambek ajah, Btw ku juga tau kok kamu waktu itu lagi gak mood, coz tampang kamu tuh udah mencerminkan banget”. “Wahhhh kamu tahu ya???, kamu emang bener-bener soulmate aku. Mungkin kita diciptakan untuk menjadi sahabat sejati ya” “EMBER (Emang BeneR). Kami menyadari bahwa hal-hal sekecil apapun tak boleh merusak persahabatan kami dan saling memahamilah kunci utama dalam persahabatan. Aku dan Deza sadar bahwa membangun persahabatan abadi itu tak semudah membalik telapak tanga. Perlu rasa saling menghargai dan harus bisa menerima kekurangan satu sama lain. Setelah saling memaafkan dan mengkoreksi diri atas kesalahan konyol yang kami lakukan, akhirnya kami kembali bermain dan bersenang-senang seperti sedia kala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar