Senin, 09 April 2012
Apa ini akhirnya????
Chika, yah itulah namanya. Cewek super semprol yang penuh warna penuh ceria. Cuek, kadang nyebelin karna hobinya motong pembicaraan orang. Cewek yang biasanya semangat dan selalu bahagia ini tiba-tiba berubah 1800 , jadi lebih sensitif dan jadi lebay gitu.
Siang itu matahari bersinar terik, dipandanginya langit tanpa awan. Keringatnya bercucuran dimana-mana terlebih ia harus membawa belanjaan yang ia beli tadi. Chika terus berjalan menyusuri pasar sambil mencari pedangan minuman untuk melepas dahaga yang teramat-sangat menghinggapi tubuhnya.
Bukannya bertemu si pedagang minuman ia malah tiba di tempat orang menjual ayam. Rasa lelah, lemas, dan haus itu semakin menjadi-jadi. Tapi seorang cowok seketika lewat didepannya. “Wahhh guanteng bangetzzz, beruntung banget cewek yang bisa dapetin dia”, pikir chika dalam hati. Segala rasa lelah, lemas dan haus itu seketika lenyap dan berganti dengan rasa kgum , berbunga-bunga, serasa ia akan melayang kala itu. Ditambah lagi dengan parfum si cowok yang menggoyahkan iman. “Oh tidak, aku terlena”. Chika langsung bergegas pulang dam membawa sepintas kenangan tentang cowok itu.
Esok harinya, chika berangkat sekolah dengan penuh ceria dan semangat, secerah mentari pagi itu. Pucuk dicinta ulampun tiba. Chika ketemu lagi dengan cowok kemarin itu. Yah walaupun perkenalan itu sedikit memalukan dan menyakitkan. Waktu itu chika terburu-buru menuju kelasnya, karena ada beberapa PR-nya yang belum selesai. Sangkin terburu-buru ia berjalan begitu cepat, bisa dibilang setengah berlari. Tiba-tiba jalannya tak seimbang sehingga ia pun hampir terjatuh, untung cowok itu memegang tangan chika, namun ia malu karena posisi mereka begitu dramatis, chika menyuruh cowok itu melepaskan pegangannya, dan “Bruukkkk” Chika pun terjatuh. Semua orang menertawainya. Betapa malunya chika.
Sambil menggerutu ia pun segera berdiri dan melanjutkan perjalanan menuju kelasnya. Lalu cowok itu berteriak “Hey dek,,,, namanya siapa????”, “Chika” balas chika pendek. “Gua Raffy, kelas XII IS 3, salam kenal ya”, cowok itu memperkenalkan dirinya. “Owh Raffy, bagus juga namanya, sebagus orangnya. Wah dia juga Sekolah disini toh, jangan-jangan dia jodoh gue” Chika bicara sendiri dengan elspresi senang
Tiba dikelas ia menjadi begitu bersemangat, a libih aktif dari biasanya. Tentu guru yang mengajarpun bangga padanya.
Teng........teng.....teng.....teng. Bel tanda istirahatpun berbunyi, tidak disangka Raffy telah menunggu Chika dikantin. Kemudian ia mengajak Chika untuk makan bersamanya dan berbincang-bincang supaya lebih dekat. Sebelum ngobrol, Raffy dan Chika tak lupa memesan dua porsi Soto ayam dan dua botol teh gelas dan tak lupa pula air putihnya. Sambil makan merekapun mengobrol, tampaknya Raffy suka kepada Chika, tentunya Chika pun begitu. Mereka tampak begitu akrab, seperti sudah kenal, terkadang seperti adik dan kakak yang sedang bersenda gurau.
Tiba-tiba Raffy mengucapkan pertanyaan yang membuat Chika begitu terkejut. “Hmmm,, Chik kamuu udah punya cowok belom?”. Tutur Raffy dengan suara yang lembut dan sangat indah di dengar. Chika yang sedang mengunyah mie soto langsung terkejut dan batuk-batuk, matanya merah dan sangkin terkejutnya ia bahkan mengeluarkan air mata. Setelah Chika minum kondisinya kembali stabil dam ia pun menjawab pertanyaan Raffy tadi, “bloom ka’” dengan nada polos. “Owh” Timpa Raffy cuek.
Teng........teng...........teng......teng. Bel tanda waktu istirahat berakhirpun berbunyi. Kali ini Chika belajar dengan perasaan gelisah dan tidak semangat seperti tadi pagi. “Apa maksudnya nanya begituan?” Chika berkata dalam hati. Tak terasa Chika sudah melewati jam pelajaran dengan melamun karena memikirkan perkataan Raffy tadi. Hingga datanglah waktu Dzuhur. Sebelum pergi ke Musholla ia menceritakan ucapan Raffy tadi pada Micky.
Namun Mikcy menunjukan ekspresi lain, ia tampak tidak suka jika Chika dekat dengan Raffy. Micky malah bilang bahwa Raffy hanyalah seorang playboy yang bisanya mempermainkan hati seorang cewek, sudah banyak cewek yang disakiti hatinya. Dengan modal tampang yang okeh, ai bisa menaklukan cewek-cewek disekelilingnya. Terutama saat ia main basket. Cewek-cewek menjerit histeris karnanya. Ya gayanya sok selebriti di sekolah.
Mendengar pernyataan Micky, Chika berpikir bahwa Micky cemburu karena ia tak bisa dekat dengan Raffy. Chika hanya mengiyakan perkataan Mikcy yang belum pasti kebenarannya. Dan ia pun bergegas ke Musholla untuk menunaikan ibadah sholat Dzuhur. Namun ia masih memikirkan apakah yang diucapakan Micky tadi benar atau sala??, Chika berharap semua itu tidak benar adanya.
Sembari ia berwudu Chika masih saja memikirkan ucapan Micky tadi. Kemudian segera sholat Dzuhur dan berdoa kepada Allah SWT agar segala yang terjadi pada dirinya akan baik-baik saja, dan berjalan sebagaimana yang ia harapkan. Serta tidak lupa pula Chika mendoakan kedua orangtuanya.
Tak lama setelah selesai sholat dan berdoa, tiba-tiba sosok Raffy kembali mengejutkannya. Kali ini Chika benar-benar merasakan jantungnya berdegup kencang, nafasnya sesak, bahkan kulitnya yang kuning langsat seketika berubah menjadi merah merona seperti tomat. Raffy dengan suara yang merdu dan menyejukan hati mengajak Chika kebundaran, yakni tempat duduk-duduk para siswa saat jam istirahat.
Ditemani dengan sebotol minuman dingin dan angin sepoi-sepoi yang melambai disekitar bundaran. Cuaca yang panas terik jadi tak terasa. Ditambah lagi mereka dilindungi pohon mangga yang kala itu berbuah lebat.
Mereka memulai pembicaraan dengan hal-hal yang ringan dam bersifat umum, lama-kelamaan pembicaraan itu lebih mendalam dan tampak Chika dan Raffy begitu serius dalam pembicaraan kali ini. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tiba-tiba Raffy mengutarakan isi hatinya pada Chika. Ditambah dengan jurus-jurus maut andalanya Chika menjadi terpesona dan terkagum-kagum pada Raffy, tanpa pikir panjang Chika menerima cinta Raffy. Yah mau bagaimana lagi Chika dan Raffy sudah saling menyukai dari awal. Dan pada saat itu lah mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
Keduanya tampak bahagia, jam telah menunjukan pukul satu saatnya mereka masuk kelas masing-masing. Dikelas, Chika menceritakan segala pembicaraannya dengan Raffy pada Micky. Kebetulan waktu itu guru yang mengajar tidak masuk, sehingga mereka bebas berbincang-bincang. Micky tampak kecewa pada Chika, karena ia menganggap Chika lebih percaya pada Raffy dibanding dirinya, padahal mereka berteman akrab sudah hampir satu tahun. Betapa kecewanya Mikcy saat itu.
Tanpa mempedulikan segala pendapat Micky tentang Raffy, ia dengan ceria menjalani hari indah itu bersama pangeran impiannya, Raggy. Mereka sering kali tampak berduaan saat ada waktu-waktu senggang. Mereka tampak seperti seperti romeo dan juliet yang membuat seisi sekolah iri padanya. Terlebih saat Raffy bermain basket chika begitu setia menemaninya.
Tak terasa sudah lama juga mereka berpacaran sehingga status di Facebook (FB) keduanya sudah diganti dari “lajang” menjadi “berpacaran”. Namun tiba-tiba pada suatu ketika Chika merengek pada Micky bahwa Raffy sudah melajang distatus FB-nya. Chika begitu sedih, ia merasa tidak dihargai sebagai seorang kekasih. Namun bukan malah menghibur, Micky malah tidak menghiraukan Chika, Micky malah bilang “Yah percayailah saja dia”. Mendengar perkataan itu Chika malah tambah yakin bahwa Micky cemburu padanya. Dan segera mengambil keputusan untuk menemiu Raffy dan menanyakan tentang masalah ini.
Tak lama kemudian chika pergi menemui Raffy. Namun terlebih dahulu ia harus menunggu beberapa menit sampai Raffy selesai rapat tentang keanggotaan TIM Basket sekolah mereka. Setelah selesaidengan nada yang lemah lembut ia kemudian mulai bertanya pada Raffy, dan Raffypun menjelaskan secara detail bahwa itu adalah ulah teman-temannya yang iseng. Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan persoalan ini, Chika pun kembali ke kelas dengan perasaan hati yang lega.
Baru saja ia berbaikan kembali dengan Raffy, suatu ketika HP-nya berbunyi, ia membuka SMS tapi tak ada mana pengirimnya. SMS itu berisikan segala keburukan-keburukan Raffy. Awalnya Chika berpikir bahwa si pengirim misterius itu hanya ingin merusak hubungannya dengan Raffy. Tapi karena penasaran ia pun membalas SMS itu dam menanyakan siapa pengirim SMS misterius itu. Tak lama kemudian HP Chika pun kembali berdering, ternyata si pengirim SMS itu adalah Tania yang takalain adalah mantan kekasih Raffy. Tania menceritakan semua tingkahlaku Raffy yang mengakibatkan mereka berdua putus. Tapi Chika belum menyerah sampai disitu ia masih tetap membela kekasihnya, Raffy. Sampai akhirnya Tania hanya bilang “Terserahlah, jika itu yang terbaik untukmu dek”.
Chika merasakan perasaan yang tidak enak. Jantungnya berdegup kencang, “apakah ini suatu pertanda???, apakah benar semua yang dikatakan Tania???, oh tidak itu tidak mungkin terjadi, oh tuhan tolong aku”. Chika merasakan perasaan yang tidak enak itu semakin menjadi-jadi, ia takut kalau semua ucapan Tania benar, bahwa Raffy adalah cowok yang suka mempermainkan perasaan seorang cewek. Padahal Chika sudah benar-benar menyayanginya sepenuh hati.
Chika tak tahu mau bagaimana lagi, ia mencoba untuk tetap tenang dan melupakan ucapan Tania. Lalu kemudian HP-nya berdering lagi, kali ini adalah SMS dari Raffy, ia mengajak Chika jalan-jalan akhir pekan ke taman hiburan. Yah, untuk melepas segala masalah dalam minggu ini dan mencoba melupakan ucapan Tania. Chika pun mengiyakan ajakan Raffy.
Hari Minggupun datang, tibalah saatnya Chika pergi liburan bersama Raffy. Mereka menghabiskan akhir pekan dengan suka ria. Mereka bermain bersama, makan dan tak lupa berfoto-foto.
Saat Chika sedang asyik berfoto bersama Raffy, seketika HP Raffypun berbunyi. Chika membuka SMS begitu di HP Raffy. Ternyata isinya begitu mengejutkan. Seorang cewek yang mengirim pesan dengan gaya SMS yang begitu mesra. Tak terbayangkan betapa hancurnya hati Chika. Rasa sedih, bingung, kecewa, marah semua bercampur menjadi satu. Chika tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya langsung mengambil tas dan segera pergi tanpa mengucapkan satu katapun. Raffy hanya bisa diam dan menyadari perbuatannya yang sudah keterlaluan. Ia hanya pasrah atas segala keadaan yang telah terjadi. Chika begitu sedih melihat tingkah Raffy. Orang yang selalu ia banggakan dan selau ia bela atass segala cemoohan dari orang-orang tapi sekarang hanya bisa membuatnya sakit hati.
Betapa malunya Chika pada Micky yang sudah berulangkali mengingatkannya. Chika segera menuju kerumah Micky untuk meminta maaf dan menyesali semua perbuatannya. Tapi sia-sia Micky tidak ada dirumah, ia pergi liburab bersama keluarganya. Chika tak yahu harus bagaimana lagi. Ia memutuskan untuk menunggu Micky sampai ia pulang.
Sudah dua jam berlalu, namin Micky tak juga datang. Tapi ia harus tetap menunggu dengan harapan Micky segera datang kehadapannya. Harapan Chika kali ini terkabul, sepuluh menit kemudian Micky datang bersama seorang cowok, yangkatanya sih adalah sepupu Micky yang namanya Radit. Tanpa pikir panjang Chika langsung memeluk Micky dan meminta maag atas segala kesalahannya.
“maafin gue Mick, loe bener law Raffy adalah seorang playboy yang gag tahu diri, gue kecewa sama dia mick”
“udah gag apa-apa, kan masih ada gue Chik”.
“ada gue juga”. Radit juga ikiut menghibur Chika.
“apa ini akhirnya???? Gue bener-bener sedih Mick”.
“bukan, ini adalah awal dari keindahan” .Micky bicara sambil melihat Chika dan Radit.
Mereka tertawa dan Chika pun kembali tersenyum seperti biasanya. Ia menjalani hari-hari tanpa bayang-bayang sesosok Raffy. Dan Radit adalah cowok yang bakalan bikin hidup Chika lebih berwarna.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar